Apresiasi Permintaan Maaf Plt Bupati, PWI Bekasi Raya Kawal Pemeriksaan Kadis LH

MCTI- GROUP_KABUPATEN BEKASI – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bekasi Raya mengapresiasi sikap terbuka Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Bekasi, dr. Asep Surya Atmaja, yang menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada insan pers terkait dugaan pengusiran dan perlakuan tidak pantas oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Syafri Doni Sirait, terhadap seorang wartawan.
Permintaan maaf tersebut disampaikan melalui Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi, Drs. H. Endin Samsudin, di Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi, Kamis (15/10/2026). Penyampaian tersebut disaksikan Plt. Bupati Bekasi, jajaran pemerintah daerah, dan aparat kepolisian saat menerima massa Aksi Damai Solidaritas Wartawan se-Bekasi Raya.
Ketua PWI Bekasi Raya, Ade Muksin, mengatakan permintaan maaf tersebut merupakan langkah awal yang baik untuk memulihkan hubungan kemitraan antara pemerintah dan pers.
“Kami dari PWI Bekasi Raya mengapresiasi permintaan maaf Plt. Bupati. Ini menunjukkan adanya itikad baik dari pemerintah daerah untuk menghormati profesi wartawan. Kami bukan musuh pemerintah, kami mitra kritis untuk membangun Bekasi,” ujar Ade Muksin.
Terkait undangan dialog, PWI Bekasi Raya menyambut baik rencana tersebut dan menyatakan kesiapan untuk berdialog secara konstruktif. Meski demikian, PWI menegaskan akan tetap mengawal tiga tuntutan yang disampaikan dalam aksi damai.
Pertama, permintaan maaf secara terbuka dan jaminan agar dugaan intimidasi terhadap wartawan tidak terulang.
Kedua, pemeriksaan menyeluruh terhadap Kepala DLH Kabupaten Bekasi sesuai dengan ketentuan disiplin aparatur sipil negara (ASN).
Ketiga, evaluasi jabatan dan pemberian sanksi tegas apabila yang bersangkutan terbukti melakukan pelanggaran.
Koordinator Aksi Damai, Paulus Simalango, S.H., menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengawal komitmen Pemkab Bekasi dalam menindaklanjuti tuntutan tersebut.
“Kami akan kawal komitmen Pemkab. Kami pahami ada batas kewenangan Plt. Bupati sesuai aturan Kemendagri, tapi kami harap setelah definitif, ada ketegasan. Solidaritas ini untuk menjaga marwah profesi, bukan kepentingan pribadi,” tegas Paulus.
Aksi damai yang diikuti lebih dari 200 wartawan dari berbagai organisasi, kelompok kerja (Pokja), dan media se-Bekasi Raya tersebut berlangsung damai, tertib, dan bermartabat. Peserta aksi berkumpul di depan pintu gerbang kantor pemda kabupaten bekasi, mengikuti rangkaian kegiatan.
PWI Bekasi Raya berharap kasus yang menimpa wartawan Kimsan Indra Simaremare menjadi pelajaran agar kejadian serupa tidak terulang. PWI juga berharap momentum tersebut dapat memperkuat hubungan kemitraan antara pers dan pemerintah di Kabupaten Bekasi.
Pers Bebas, Demokrasi Kuat, Jaga Etika, Jaga Marwah, Jaga Solidaritas…
Red/ Risdi