Kabupaten Bekasi – Dalam rangka menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), Polsek Setu Polres Metro Bekasi menggelar Apel Malam Operasi Kejahatan Jalanan (OKJ) yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Setu AKP Usep Aramsyah, S.H., M.H., bersama jajaran personel Polsek Setu.
Kegiatan apel malam ini merupakan bagian dari upaya preventif Kepolisian dalam mengantisipasi berbagai potensi gangguan kamtibmas, seperti aksi kejahatan jalanan, pencurian kendaraan bermotor, tawuran remaja, balap liar, serta tindak kriminal lainnya yang dapat mengganggu ketertiban masyarakat. Kegiatan serupa memang menjadi bagian dari langkah Polsek Setu dalam memperkuat patroli malam dan menjaga situasi wilayah tetap aman dan kondusif.
Usai pelaksanaan apel, personel Polsek Setu melaksanakan patroli ke sejumlah titik yang dianggap rawan gangguan keamanan. Selain melakukan pemantauan, petugas juga menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, mengaktifkan kembali ronda malam atau siskamling, serta segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila menemukan hal-hal yang mencurigakan.
AKP Usep Aramsyah, S.H., M.H., menegaskan bahwa terciptanya keamanan lingkungan bukan hanya menjadi tanggung jawab Kepolisian, tetapi juga membutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat.
Sinergi antara Polri dan warga menjadi kunci utama dalam menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan kondusif.
Melalui kegiatan Apel Malam OKJ dan patroli rutin ini, Polsek Setu menunjukkan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.
Diharapkan situasi kamtibmas di wilayah Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, tetap aman, nyaman, dan kondusif sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitas dengan rasa tenang.
Bekasi – Pimpinan Redaksi Cyber Tribrata Indonesia, Chintya Ajie Palupi, S.H., M.H., melaksanakan audiensi dengan Bupati Bekasi serta Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Bekasi sebagai bagian dari upaya mempererat sinergi antara media dan pemerintah daerah.
Dalam audiensi tersebut, Chintya Ajie Palupi menyampaikan komitmen Cyber Tribrata Indonesia untuk menjadi media yang profesional, independen, serta menyajikan informasi yang berimbang, akurat, dan edukatif bagi masyarakat.
Ia juga menegaskan bahwa media memiliki peran penting sebagai jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat.”Kami berharap terjalin kerja sama yang baik dalam penyebarluasan informasi pembangunan daerah, program pelayanan publik, serta edukasi kepada masyarakat melalui pemberitaan yang objektif dan bertanggung jawab,” ujar Chintya.Audiensi berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Berbagai isu mengenai pembangunan daerah, keterbukaan informasi publik, serta pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan insan pers menjadi topik pembahasan.
Melalui pertemuan ini, Cyber Tribrata Indonesia berharap dapat terus bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Bekasi dan Kesbangpol dalam mendukung penyampaian informasi yang positif, membangun, serta memberikan manfaat bagi masyarakat luas.Pimpinan Umum Cyber Tribrata Indonesia, Adi Saputra, S.H., turut memberikan apresiasi atas terlaksananya audiensi tersebut.
Menurutnya, hubungan yang baik antara media dan pemerintah merupakan langkah penting untuk menciptakan ekosistem informasi yang transparan, terpercaya, dan mendukung kemajuan Kabupaten Bekasi.Cyber Tribrata Indonesia berkomitmen untuk terus menjalankan fungsi pers sesuai dengan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, dengan menjunjung tinggi kode etik jurnalistik dalam setiap pemberitaan.
Selama ini perhatian pemerintah terhadap lokasi tempat gedung bangunan bersejarah terabaikan kalau tidak mau dikatakan sangat kurang bahkan tidak ada. seperti Gedung Juang 45 Menteng Jakarta Pusat yang kondisinys sangat tidak baik ataf kaso balok kupak kapik mirip bangunan yang tidak diperhatikan sedikitpun ironis sekali memang kemana para pemerhati sejarah perjuangan yang di Indonesia dan para tokoh dinegeri ini hingga ini bisa terjadi ini juga pasti terjadi dilokasi bangunan Gedung sejarah lainnya yang di seluruh daerah di Indonesia.
Saya harapkan kiranya yth bapak Haji Prabowo Subianto memerintahkan bawahannya Kemen PU membangun prasarana lokasi bangunan bersejarah yang ada di Indonesia “, ujar Profesor Sutan Nasomal. SH MH Pakar Hukum Internasional menjawab materi pertanyaan sejumlah pemimpin Redaksi media cetak onlen dalam luar negeri dikantornya Markas Pusat Partai Oposisi Merdeka Di Jakarta 25/7/2026 via telpon. SelulernyaMendekati Hari Besar Hajat Negara pada 17 Agustus 2026 dibanyak gedung tua Kota Jakarta telah menjadi tempat berdoa dan bersyukur INDONESIA MERDEKA dengan warna Nasional Merah Putih Berkibar.
Prof DR Sutan Nasomal SH,MH tidak melihat Pemprov Jakarta menyentuh Museum Gedung Juang 45 Menteng Jak-Pus di renovasi akibat beberapa kerusakan dan tidak adanya lampu.
Padahal Pemprov DKI mampu merenovasi gedung juang 45 menteng dan menghidupkan kembali cahaya edukasi perjuangan di dalam gedung juang 45 Menteng Jak-PusPada kenyataannya Tampa ada saksi sejarah perjuangan yang luar biasa dari masyarakat luas tentu penjajahan dari asing masing bisa terjadi sampai sekarang.Dunia boleh meninggalkan masa lalu. Tetapi masalalu adalah tongkat untuk masa depan dunia.

Menjadikan catatan jatidiri berbangsa bertanah air.Prof DR Sutan Nasomal bersama para pencinta Gedung Juang 45 Menteng Jak-Pus memohon kepada Presiden RI Prabowo Subianto untuk merenovasi gedung juang 45 Menteng Jakpus. Harus kembali di hidupkan edukasi perjuangan didalam gedung juang 45 untuk anak anak muda Indonesia. Tidak akan rugi Negara Indonesia merawat gedung juang 45 Menteng Jak-pus.Agar bisa digunakan pada kegiatan hajat besar Negara Indonesia merayakan agustusan. Dengan rasa syukur yang mendalam para pejuang Indonesia dimasa lalu menjadikan gedung juang 45 Menteng Jak-pus sebagai pusat bersilaturahmi dan memperkuat perjuangan mengalahkan penjajahan ditanah air.

Salah satu pengurus menyampaikan kepada media bahwa memang sangat penting di laksanakan perawatan dan renovasi gedung juang 45 di Menteng Jak-Pus karena memiliki historis perjuangan tanah air (Haji Erin)Prof DR Sutan Nasomal sebagai pemerhati Gedung Bersejarah di Indonesia sangat menginginkan energi perjuangan untuk mencintai Indonesia kembali hadir di dalam gedung juang 45 Menteng Jak-Pus.Semoga Presiden RI bersama Pemprov DKI mau bermurah hati memperhatikan dan merenovasi.

Narasumber : Prof DR Sutan Nasomal SH,MHProf Sutan Nasomal SH MH Pakar Hukum Internasional, Ekonom Nasional Presiden Partai Oposisi Merdeka Ketua Umum Perkumpulan Advokat Muda Indonesia Jenderal Kompii Ketua Umum YPLBH Pronass Unggul Pengasuh Ponpes ASS SAQWA PLUS Ketua Umum YPP Brigip Ketua Umum Komite Wartawan Indonesia.
Suasana penuh kehangatan dan haru menyelimuti kegiatan ramah tamah sekaligus pembubaran panitia One Day Trail Adventure Jelajah Alam Luwu (Jejal) Trabhara Part 2 yang digelar di kawasan Wisata Alam Wai Tiddo, Desa Bukit Harapan, Kecamatan Bua, Jumat (24/7/2026). Kegiatan yang menjadi penutup rangkaian event dalam memperingati Hari Bhayangkara ke-80 itu bukan sekadar ajang silaturahmi, tetapi juga menjadi momentum apresiasi atas dedikasi seluruh panitia dan relawan yang telah bekerja tanpa lelah menyukseskan kegiatan berskala nasional tersebut.
Hadir dalam kesempatan itu Wakil Bupati Luwu, Muh. Dhevy Bijak Pawindu, S.H., jajaran Forkopimda, pejabat utama Polres Luwu, komunitas BHALTAC (Bhayangkara Luwu Adventure Club), serta seluruh panitia dan relawan yang terlibat sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan kegiatan.Dalam sambutannya, Wakil Bupati Luwu menyampaikan apresiasi kepada Kapolres Luwu AKBP Adnan Pandibu, S.H., S.I.K. beserta seluruh jajaran Polres Luwu dan panitia atas keberhasilan menyelenggarakan Jejal Trabhara Part 2 yang dinilai memberi dampak positif tidak hanya bagi dunia olahraga otomotif, tetapi juga terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat.Menurutnya, kehadiran ribuan peserta dari berbagai daerah mampu menggerakkan roda perekonomian lokal, mulai dari pelaku UMKM, sektor kuliner, jasa transportasi hingga tingkat hunian penginapan di Kabupaten Luwu.“Kegiatan seperti ini menjadi contoh kolaborasi yang luar biasa. Selain menjadi hiburan bagi masyarakat, juga memberikan multiplier effect terhadap perekonomian daerah. Pemerintah Kabupaten Luwu tentu berharap kegiatan-kegiatan positif seperti ini dapat terus berlanjut,” ujar Dhevy.Namun, momen paling berkesan terjadi saat Kapolres Luwu, AKBP Adnan Pandibu, S.H., S.I.K., menyampaikan sambutannya.
Di hadapan seluruh tamu undangan, ia mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih menjelang berakhirnya masa pengabdiannya sebagai Kapolres Luwu sebelum melaksanakan serah terima jabatan.Dengan penuh ketulusan, AKBP Adnan tidak hanya menyampaikan ucapan terima kasih secara umum, tetapi juga menyebut satu per satu nama personel Polres Luwu, panitia, pengurus BHALTAC (Bhayangkara Luwu Adventure Club), hingga masyarakat yang terlibat dalam menyukseskan Jejal Trabhara Part 2. Tak satu pun nama yang terlewat ataupun keliru.Suasana seketika berubah haru.

Tepuk tangan bergemuruh beberapa kali mengiringi setiap nama yang disebutkan. Bagi banyak orang, momen tersebut menjadi bukti nyata bahwa seorang pemimpin tidak hanya mampu mengarahkan, tetapi juga mengenal, menghargai, dan mengingat setiap pengabdian bawahannya, sekecil apa pun peran yang diberikan.“Komunitas sebesar ini tidak mungkin bisa berjalan sendiri. Semua yang hadir di sini memiliki kontribusi.
Saya bangga pernah menjadi bagian dari keluarga besar ini. Terima kasih kepada seluruh panitia, personel Polres Luwu, rekan-rekan BHALTAC, sponsor, serta masyarakat yang selama ini bersama-sama membangun kegiatan ini hingga sukses,” ungkap AKBP Adnan disambut tepuk tangan para hadirin.Kapolres juga mengenang perjalanan BHALTAC yang bersama Polres Luwu mampu menghadirkan dua event trail adventure berskala besar dalam waktu kurang dari satu tahun. Menurutnya, keberhasilan tersebut lahir dari kekompakan, loyalitas, dan semangat gotong royong seluruh pihak.“Yang dibangun bukan hanya sebuah event, tetapi sebuah keluarga. Kebersamaan inilah yang menjadi kekuatan utama sehingga dua event besar dapat terlaksana dengan aman, tertib, dan sukses,” tuturnya.Di akhir sambutannya, AKBP Adnan berharap tali silaturahmi yang telah terjalin tetap terjaga meski dirinya akan mengemban amanah di tempat tugas yang baru.

Ia juga mendoakan seluruh panitia, personel, komunitas trail, dan masyarakat agar senantiasa diberikan kesehatan, keselamatan, serta keberkahan dalam setiap pengabdian.Ramah tamah tersebut menjadi penutup manis perjalanan One Day Trail Adventure Jelajah Alam Luwu (Jejal) Trabhara Part 2, sekaligus meninggalkan kesan mendalam tentang makna kepemimpinan yang humanis. Bukan hanya berhasil menghadirkan event yang berdampak bagi masyarakat, tetapi juga menunjukkan bahwa penghargaan kepada setiap individu merupakan fondasi utama dalam membangun soliditas organisasi dan kepercayaan publik terhadap institusi Polri.Nasrullah Kaperwil Sul-Sel
Jakarta, Dinegara maju manapun sangat pasti ada pihak pihak yang berusaha menimbulkan yang namanya keresahan kegoncangan kejadian yang pada dasarnya disusupi ditunggangi agar tidak kondusif kacau balau seperti demostrasi perekonomian bahkan lainnya “, ujar Profesor Sutan Nasomal SH MH Mengomentari pidato yth Bapak Haji Prabowo Subianto Presiden RI tentang makna penyebutan pribahasa Jawa Londo Ireng menjawab materi pertanyaan sejumlah pemimpin Redaksi media cetak onlen dalam luar negeri dikantornya Markas Pusat Partai Oposisi Merdeka dibikangan Cijantung Jakarta 25/7/2026 via telpon selulernya.
PROF DR SUTAN NASOMAL : BIJAKSANA MENGARTIKAN LONDO IRENG SANGAT PENTING KARENA SEMUA ITU ADALAH SAKSI SEJARAH YANG MASIH TERUS HIDUP SAMPAI KAPANPUNMemajukan pola kesadaran dalam memandang menilai memahami ucapan RI 1 memang harus di buka kepada publik menurut PROF DR SUTAN NASOMAL SH,MH agar kita semua di ajarkan untuk tenang dan perhatikan dampak dari TES OMBAK istilahnya dalam pemahaman masyarakat saat ini.

Ungkapan LONDO IRENG akan membuat pihak pihak yang berada didalamnya terlibat dan memang jelas pekerjaannya menerima order dari pihak asing akan merasa sangat tidak suka atau tidak nyaman dengan ungkapan LONDO IRENG padahal semua itu benar dan PRESIDEN RI memiliki semua bukti buktinya dari laporan intelijen Indonesia.
Aliran dana dari pihak asing ke Rekening beberapa oknum WNI yang sudah di laporkan ke Presiden RI serta adanya pertemuan pertemuan kecil mereka juga rekam jejaknya sudah Presiden RI terima laporannya. Maka ungkapan LONDO IRENG tersebut bukan untuk semuanya WNI atau bukan untuk semua para pekerja profesi tersebut. Bagi yang tidak termasuk melakukan perbuatan LONDO IRENG jangan terpancing emosi. Menyadari penuh bahwa ungkapan itu bukan untuk yang tidak melakukannya. Biarkan yang benar oknum LONDO IRENG tersinggung serta memuntahkan emosinya agar masyarakat bisa melihat langsung bahwa merekalah yang dimaksud Presiden RI.Prof DR Sutan Nasomal sebagai pembina umum semua media nasional Republik Indonesia menyampaikan untuk semua sahabat sahabatnya. Berbijaklah menyimak makna LONDO IRENG dan tersenyumlah karena Presiden RI sedang berjuang menyapu bersih para oknum pengkhianat saat ini.Doakan Presiden RI Prabowo Subianto agar sehat Wal Afiat dan bisa mengalahkan oknum LONDO IRENG di dalam atap negara kita.Narasumber : PROF DR SUTAN NASOMAL SH,MH Pakar Hukum Internasional, Ekonom Nasional Presiden Partai Oposisi Merdeka Jenderal Kompii Ketua Umum Perkumlulan Advokat Muda Indonesia Pengasuh Ponpes ASS SAQWA PLUS Ketua Umum YPLBH Profesor Doktor Sutan Nasomal SH MH.
| Luwu – Gerak cepat Tim Resmob Satreskrim Polres Luwu kembali membuahkan hasil. Seorang pria berinisial S (27) berhasil diamankan setelah diduga menjadi pelaku pelemparan batu terhadap Bus Sinar Muda yang menyebabkan sopir mengalami luka robek di bagian bibir serta merusak kaca depan bus.
Penangkapan tersebut dilakukan dalam rangka Operasi Kepolisian Kewilayahan Pekat Lipu 2026, meski perkara ini merupakan non target operasi (Non T.O.).
Pelaku diamankan Tim Resmob Polres Luwu yang dipimpin langsung Kanit Jatanras Satreskrim Polres Luwu sekaligus Kasatgas Tindak Ops Pekat Lipu 2026, IPDA Hirsul, S.H., pada Jumat (24/7/2026) sekitar pukul 22.30 WITA di Dusun To’bolong, Desa Buntu Barana, Kecamatan Suli Barat, Kabupaten Luwu.
Pengungkapan kasus tersebut merupakan tindak lanjut atas laporan polisi terkait dugaan tindak pidana penganiayaan yang mengakibatkan luka dan perusakan, sebagaimana dilaporkan pada (19/7/2026).
Peristiwa bermula pada Kamis malam (16/7/2026) ketika Bus Sinar Muda melayani rute Makassar–Sorowako. Saat melintas di Jalan Trans Sulawesi, tepatnya di Desa Cimpu, Kecamatan Suli, sekitar pukul 02.30 WITA, bus berpapasan dengan tiga sepeda motor yang masing-masing berboncengan.
Diduga tanpa alasan yang dapat dibenarkan, salah seorang pengendara yang belakangan diketahui berinisial S melemparkan batu ke arah bagian depan bus. Batu tersebut menghantam kaca depan hingga pecah dan menembus masuk ke dalam kabin, mengenai wajah pengemudi Jerianto Rantepulung sehingga mengalami luka robek pada bagian bibir.
Aksi berbahaya tersebut tidak hanya mengancam keselamatan pengemudi, tetapi juga seluruh penumpang yang berada di dalam bus.
Berbekal laporan korban, Tim Resmob Satreskrim Polres Luwu bergerak melakukan penyelidikan intensif. Sejumlah saksi dimintai keterangan, olah tempat kejadian perkara dilakukan, serta berbagai informasi lapangan dihimpun hingga identitas terduga pelaku berhasil diketahui.
Setelah memperoleh informasi mengenai keberadaan pelaku pada Jumat malam, tim yang dipimpin IPDA Hirsul langsung bergerak menuju lokasi persembunyian dan berhasil mengamankan pelaku tanpa perlawanan. Sejumlah barang bukti turut diamankan untuk kepentingan proses penyidikan.
Dalam pemeriksaan awal, pelaku mengakui telah melempar batu ke arah Bus Sinar Muda usai pulang bermain biliar di Kota Belopa bersama rekan-rekannya. Kepada penyidik, ia mengaku nekat melakukan aksinya karena merasa kesal terhadap bus-bus yang menurutnya sering melaju dengan kecepatan tinggi saat melintas di wilayah tersebut.
Kanit Jatanras Satreskrim Polres Luwu, IPDA Hirsul, S.H., menegaskan bahwa keberhasilan pengungkapan ini merupakan wujud komitmen Polres Luwu dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat, termasuk para pengguna jalan.
“Begitu laporan diterima, tim langsung bergerak melakukan penyelidikan secara maksimal hingga identitas pelaku berhasil kami kantongi. Kami tidak memberikan ruang bagi pelaku kejahatan yang membahayakan keselamatan masyarakat. Meski perkara ini merupakan non target operasi, tetap menjadi prioritas kami untuk segera diungkap,” tegas IPDA Hirsul.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Luwu AKP Muhammad Ibnu Robbani, S.Tr.K., S.I.K., menyampaikan bahwa penanganan perkara dilakukan secara profesional dan tuntas sebagai bentuk perlindungan terhadap masyarakat.
“Keselamatan pengguna jalan merupakan prioritas kami. Tindakan pelemparan terhadap kendaraan yang sedang melaju memiliki potensi membahayakan nyawa banyak orang. Oleh karena itu, setiap laporan yang masuk akan kami tindaklanjuti secara cepat, profesional, dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” ujarnya.
Di tempat terpisah, Kapolres Luwu AKBP Adnan Pandibu, S.H., S.I.K., memberikan apresiasi atas respons cepat personel Satreskrim yang berhasil mengungkap kasus tersebut dalam waktu singkat.
“Saya mengapresiasi kerja keras Tim Resmob Satreskrim Polres Luwu yang berhasil mengungkap kasus ini. Operasi Pekat Lipu bukan hanya berfokus pada target operasi, tetapi juga menjadi momentum untuk menindak setiap bentuk tindak pidana yang meresahkan masyarakat. Kami mengimbau seluruh masyarakat agar tidak melakukan tindakan yang dapat membahayakan keselamatan orang lain serta segera melaporkan apabila mengetahui adanya tindak pidana di lingkungan sekitarnya,” ungkap AKBP Adnan Pandibu.
Saat ini, pelaku telah diamankan di Mapolres Luwu guna menjalani proses penyidikan lebih lanjut. Polisi juga terus mendalami kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam peristiwa tersebut serta melengkapi berkas perkara sesuai prosedur hukum yang berlaku.
Melalui pengungkapan ini, Polres Luwu kembali menegaskan komitmennya untuk menghadirkan rasa aman di tengah masyarakat melalui penegakan hukum yang cepat, tegas, dan berkeadilan, sekaligus mendukung terciptanya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif selama pelaksanaan Operasi Pekat Lipu 2026.
Nasrullah Kaperwil Sul-Sel
Polres Luwu kembali membuahkan hasil. Seorang pria berinisial S (27) berhasil diamankan setelah diduga menjadi pelaku pelemparan batu terhadap Bus Sinar Muda yang menyebabkan sopir mengalami luka robek di bagian bibir serta merusak kaca depan bus.

Penangkapan tersebut dilakukan dalam rangka Operasi Kepolisian Kewilayahan Pekat Lipu 2026, meski perkara ini merupakan non target operasi (Non T.O.).
Pelaku diamankan Tim Resmob Polres Luwu yang dipimpin langsung Kanit Jatanras Satreskrim Polres Luwu sekaligus Kasatgas Tindak Ops Pekat Lipu 2026, IPDA Hirsul, S.H., pada Jumat (24/7/2026) sekitar pukul 22.30 WITA di Dusun To’bolong, Desa Buntu Barana, Kecamatan Suli Barat, Kabupaten Luwu.
Pengungkapan kasus tersebut merupakan tindak lanjut atas laporan polisi terkait dugaan tindak pidana penganiayaan yang mengakibatkan luka dan perusakan, sebagaimana dilaporkan pada (19/7/2026).
Peristiwa bermula pada Kamis malam (16/7/2026) ketika Bus Sinar Muda melayani rute Makassar–Sorowako. Saat melintas di Jalan Trans Sulawesi, tepatnya di Desa Cimpu, Kecamatan Suli, sekitar pukul 02.30 WITA, bus berpapasan dengan tiga sepeda motor yang masing-masing berboncengan.
Diduga tanpa alasan yang dapat dibenarkan, salah seorang pengendara yang belakangan diketahui berinisial S melemparkan batu ke arah bagian depan bus. Batu tersebut menghantam kaca depan hingga pecah dan menembus masuk ke dalam kabin, mengenai wajah pengemudi Jerianto Rantepulung sehingga mengalami luka robek pada bagian bibir.
Aksi berbahaya tersebut tidak hanya mengancam keselamatan pengemudi, tetapi juga seluruh penumpang yang berada di dalam bus.
Berbekal laporan korban, Tim Resmob Satreskrim Polres Luwu bergerak melakukan penyelidikan intensif. Sejumlah saksi dimintai keterangan, olah tempat kejadian perkara dilakukan, serta berbagai informasi lapangan dihimpun hingga identitas terduga pelaku berhasil diketahui.
Setelah memperoleh informasi mengenai keberadaan pelaku pada Jumat malam, tim yang dipimpin IPDA Hirsul langsung bergerak menuju lokasi persembunyian dan berhasil mengamankan pelaku tanpa perlawanan. Sejumlah barang bukti turut diamankan untuk kepentingan proses penyidikan.
Dalam pemeriksaan awal, pelaku mengakui telah melempar batu ke arah Bus Sinar Muda usai pulang bermain biliar di Kota Belopa bersama rekan-rekannya. Kepada penyidik, ia mengaku nekat melakukan aksinya karena merasa kesal terhadap bus-bus yang menurutnya sering melaju dengan kecepatan tinggi saat melintas di wilayah tersebut.
Kanit Jatanras Satreskrim Polres Luwu, IPDA Hirsul, S.H., menegaskan bahwa keberhasilan pengungkapan ini merupakan wujud komitmen Polres Luwu dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat, termasuk para pengguna jalan.
“Begitu laporan diterima, tim langsung bergerak melakukan penyelidikan secara maksimal hingga identitas pelaku berhasil kami kantongi. Kami tidak memberikan ruang bagi pelaku kejahatan yang membahayakan keselamatan masyarakat. Meski perkara ini merupakan non target operasi, tetap menjadi prioritas kami untuk segera diungkap,” tegas IPDA Hirsul.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Luwu AKP Muhammad Ibnu Robbani, S.Tr.K., S.I.K., menyampaikan bahwa penanganan perkara dilakukan secara profesional dan tuntas sebagai bentuk perlindungan terhadap masyarakat.
“Keselamatan pengguna jalan merupakan prioritas kami. Tindakan pelemparan terhadap kendaraan yang sedang melaju memiliki potensi membahayakan nyawa banyak orang. Oleh karena itu, setiap laporan yang masuk akan kami tindaklanjuti secara cepat, profesional, dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” ujarnya.
Di tempat terpisah, Kapolres Luwu AKBP Adnan Pandibu, S.H., S.I.K., memberikan apresiasi atas respons cepat personel Satreskrim yang berhasil mengungkap kasus tersebut dalam waktu singkat.
“Saya mengapresiasi kerja keras Tim Resmob Satreskrim Polres Luwu yang berhasil mengungkap kasus ini. Operasi Pekat Lipu bukan hanya berfokus pada target operasi, tetapi juga menjadi momentum untuk menindak setiap bentuk tindak pidana yang meresahkan masyarakat. Kami mengimbau seluruh masyarakat agar tidak melakukan tindakan yang dapat membahayakan keselamatan orang lain serta segera melaporkan apabila mengetahui adanya tindak pidana di lingkungan sekitarnya,” ungkap AKBP Adnan Pandibu.
Saat ini, pelaku telah diamankan di Mapolres Luwu guna menjalani proses penyidikan lebih lanjut. Polisi juga terus mendalami kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam peristiwa tersebut serta melengkapi berkas perkara sesuai prosedur hukum yang berlaku.
Melalui pengungkapan ini, Polres Luwu kembali menegaskan komitmennya untuk menghadirkan rasa aman di tengah masyarakat melalui penegakan hukum yang cepat, tegas, dan berkeadilan, sekaligus mendukung terciptanya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif selama pelaksanaan Operasi Pekat Lipu 2026.
Nasrullah Kaperwil Sul-Sel

Jakarta, Bukti nyata perang terhadap para koruptor mulai ditabuh Presidenku presidenmu. Presiden kita semua yth Bapak Jenderal Haji Prabowo Subianto dengan tertangkapnya koruptor paus Pejabat tinggi Dilingkungan Kejagung RI. masyarakat mulai percaya pemerintah Indonesia dibawah kepemimpinan Bapak Prabowo Subianto perang terhadap koruptor yang dibayang bayangi hukuman mati menanti para koruptor ini sejarah baru dalam negeri kita”, ujar Prof Sutan Nasomal SH MH Pakar Hukum Internasional, Ekonom Nasional Ketua Umum Perkumpulan Advokat Muda Indonesia (PAMID) menjawab pertanyaan para pemimpin Redaksi media cetak onlen dalam luar negeri dikantornya Markas Pusat Partai Oposisi Merdeka dibilangan Cijantung Jakarta 24/7/2026 via telpon selulernya.
Sebuah kekaguman yang luar biasa dan ucapan terimakasih kepada Presiden RI Prabowo Subianto bersama jajarannya telah membongkar Korupsi di jampidsus yang telah jelas bahwa Presiden RI sangat serius akan menelusuri semua Korupsi di lembaga pemerintahan pusat sampai ke akarnya pemerintahan.
Memang tak boleh di biarkan oknum tikus berbaju lembaga pemerintah memperkaya diri dan memiskinkan Negara Indonesia. Pesan Prof Sutan Nasomal SH,MH agar jangan kasih kendor dan gass terus bongkar semua permainan korupsi di semua alur yang saat ini telah terdeteksi.Rasa Cinta yang sangat luas masyarakat Indonesia kepada Pak Presiden RI Prabowo Subianto dengan dukungan besar agar pengawasan Korupsi terus di laksanakan.
Maka perlu ketegasan yang kuat agar bisa mengalahkan para oknum tikus berbaju pemerintahan yang memperkaya diri korupsi serta berkelompok kelompok merusak masa depan IndonesiaProf Sutan Nasomal SH,MH menyampaikan kepada media : Para oknum tikus yang berkhianat pada Negara Indonesia memang telah merasa sangat mampu menipu hukum atau merasa menang karena saling terlibat dengan cara cara oknum sang atasan menekan bawahannya agar korupsi dan kalau tidak menurut di pindahkan.
Padahal bila di audit kemana uang negara Indonesia ini di gunakan atau korupsi maka pasti terungkap. “Maka sangat masyarakat Indonesia Koruptor di hukum mati.” Perlu pengawasan luar biasa dari kantor kelurahan kecamatan pemda kabupaten atau kantor walikota dan gubernur untuk selalu di audit. Begitu juga lembaga yang mengaudit uang negara harus di periksa.
Bukan rahasia lagi oknum tikus koruptor ada dibanyak posisi dan jabatan. Istilah dari daerah mengungkapkan “Dapat Jabatan tentu dapat peluang memperkaya diri menghalalkan semua cara agar bisa korupsi”Prof DR Sutan Nasomal bersama masyarakat Indonesia mendoakan semoga Pak Prabowo Subianto sehat selalu dan semangat membela masyarakat yang lemah.Narasumber : Prof DR Sutan Nasomal SH,MHPakar Hukum Internasional, Ekonom Nasional Presiden Partai Oposisi Merdeka Ketua Umum Perkumpulan Advokat Muda Indonesia (PAMID), Ketua Umum YPLBH Profesor Sutan Nasomal SH MH Pengasuh Ponpes ASS SAQWA PLUS Jenderal Kompi.
Luwu – Iuran Korpri bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Luwu patut diduga diselewengkan oleh pihak pengurus Korpri, pasalnya tidak pernah dilakukan audit secara transparan. Hal ini membuat sejumlah ASN menilai adanya penyelewengan kewenangan dalam pengelolaan dana tersebut.
Sementara itu, LSM INTAI menyikapi hal ini melalui rilis yang diterima media ini pada hari Selasa (21/7/2026). Berdasarkan data statistik tahun 2019, jumlah ASN di Kabupaten Luwu mencapai 5.834 orang.
Lebih lanjut, Ketua LSM INTAI Syaripudin Temba menguraikan bahwa besaran iuran Korpri yang dipungut adalah sebagai berikut: Golongan II sebesar Rp10.000 per bulan, Golongan III sebesar Rp15.000 per bulan, dan Golongan IV sebesar Rp20.000 per bulan. Potongan iuran ini di debet langsung melalui Bank BPD Sulsel Cabang Belopa, sehingga total iuran Korpri per bulan diperkirakan mencapai kisaran Rp 70 juta. Jika dihitung selama satu tahun, total dana iuran Korpri mencapai angka fantastis yaitu Rp850 juta.
“Kita menduga adanya penyalahgunaan kewenangan dalam pengelolaan dana ini, sehingga dapat masuk dalam kategori pungutan liar (pungli). Oleh karena itu, kami meminta agar aparat penegak hukum (APH) dapat melakukan penyelidikan dan penyidikan terhadap kasus ini sesegera mungkin,” ungkap Syaripudin Temba.
Menurutnya, ASN berharap agar dapat di publikasikan laporan penggunaan dan pertanggung jawaban minimal setiap satu semester/ Enam bulan sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana Korpri sangat penting, mengingat jumlahnya yang tidak sedikit dan seharusnya dapat memberikan manfaat nyata bagi para anggota Korpri melalui program-program yang produktif.(Red )
Kabupaten Bekasi, Jumat (24/7/2026) – LSM HARIMAU DPC Kabupaten Bekasi menghadiri undangan kegiatan Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Mandiri Kewilayahan “Wibawa Mukti Jaya 2026” yang diselenggarakan di Polres Kabupaten Bekasi pada Jumat (24/7/2026).
Kehadiran LSM HARIMAU DPC Kabupaten Bekasi merupakan bentuk dukungan terhadap upaya Kepolisian dalam menjaga keamanan, ketertiban masyarakat (kamtibmas), serta memperkuat sinergi antara aparat penegak hukum dan elemen masyarakat.Apel Gelar Pasukan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan personel serta sarana dan prasarana dalam pelaksanaan Operasi Kepolisian Mandiri Kewilayahan Wibawa Mukti Jaya 2026, sehingga pelaksanaan operasi dapat berjalan secara optimal, profesional, dan humanis dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Perwakilan LSM HARIMAU DPC Kabupaten Bekasi menyampaikan apresiasi kepada Polres Kabupaten Bekasi atas undangan yang diberikan. Menurutnya, kolaborasi antara kepolisian dan organisasi kemasyarakatan merupakan langkah positif dalam menciptakan situasi yang aman, tertib, dan kondusif di wilayah Kabupaten Bekasi.
Melalui kegiatan ini diharapkan sinergitas antara Polri, pemerintah, dan seluruh elemen masyarakat dapat terus terjalin dengan baik demi mendukung terciptanya keamanan serta ketertiban di Kabupaten Bekasi.
Staf Redaksi : Thisna R Mulyadi/ memet