ACEH MCTI- GROUP Singkil Nanggroe Aceh Darussalan, Sebagai Dewan Pakar sekaligus Ketua Advokasi Hukum PD PGRI Kab Aceh Singkil Ptofesor Sutan Nasomal SH MH dalam ajang sisen kegiatan Konferensi Kerja PD PGRI Aceh Singkil sepakat bersama sama.

pengurus satu hati dan dan perusahaan keinginan yang sama dari dalam lubuk hati yang dalam seluruh pengurus komponen pengurus akan berjuang bersama sama memajukan organisasi profesi Guru dan mengupayakan meningkatkan pengetahuan wawasan dan status pendidikan maupun kesejahteraan dan sekaligus berkeinginan PD PGRI Aceh Singkil Barometer iKON organisasi profesi Guru khususnya PGRI Provinsi Nanggroeaceh Darussalam “, ujar Profesor Sutan Nasomal SH MH Pakar Hukum Internasional, Ekonom
Yang juga dipercaya menjadi Dewan Pakar dan Ketua Advokasi Hukum PGRI Aceh Singkil menjawab pertanyaan sejumlah pemimpin redaksi Media cetak onlen dikantornya Markas Pusat Perkumpulan Advokat Muda Indonesia Assotion Of Young Indonesian Advicates dibilangan Cijantung Jakarta 29/8/2026 via telpon selulernya.
Tujuh (7) Agenda Strategis Hasil Konferensi Kerja
Dalam Konferensi Kerja tersebut, disepakati sejumlah agenda strategis sebagai arah program organisasi PGRI Kabupaten Aceh Singkil ke depan, yaitu:

1.Pembentukan Pengurus Baru PGRI Cabang Kecamatan se-Kabupaten Aceh Singkil, yang dilaksanakan mulai 29 Agustus hingga 5 September 2026.

2.Penetapan pelaksanaan Hari Guru Nasional (HGN) Tahun 2026, yang akan dilaksanakan pada 25 November 2026 di Kecamatan Singkil, sebagai ibu kota Kabupaten Aceh Singkil.

3.Penguatan program advokasi dan pendampingan hukum melalui LBH PGRI Aceh Singkil, sebagai bentuk perlindungan dan pendampingan bagi anggota PGRI. Program advokasi hukum tersebut berada di bawah koordinasi Prof. Dr. K.H. Sutan Nasomal, S.H., M.H., LL.B., LL.M., Ph.D., Pakar Hukum Internasional sekaligus Dewan Pakar PGRI Kabupaten Aceh Singkil.

4.Pendataan seluruh pengurus dan anggota PGRI Aceh Singkil serta penerapan Kartu Digitalisasi Elektronik Guru se-Kabupaten Aceh Singkil, sebagai bagian dari modernisasi dan penguatan layanan organisasi.

5.Pendataan anggota PGRI yang belum menyelesaikan pendidikan S1 serta anggota yang berminat melanjutkan pendidikan ke jenjang S2, sebagai bagian dari upaya peningkatan kompetensi dan kualitas sumber daya manusia guru.

6.Penguatan kegiatan sosial dan kemanusiaan, khususnya dalam membantu anggota dan keluarga besar PGRI yang mengalami kemalangan, bencana alam, musibah, maupun kondisi sosial lainnya.

7.Mendirikan Koperasi Guru Aceh Singkil
diharapkan menjadi wadah kebersamaan dan kemandirian ekonomi para guru, dengan manfaat:
a.Meningkatkan kesejahteraan dan ekonomi anggota.
b.Menyediakan layanan simpan pinjam yang mudah dan terpercaya.
c.Membuka peluang usaha bersama yang produktif.
d.Membangun budaya gotong royong dan solidaritas antar-guru.
e.Memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi anggota dan keluarga.

InsyaAllah Menuju PGRI yang Solid, Profesional dan Berdaya
Konferensi Kerja PGRI Kabupaten Aceh Singkil Tahun 2026 diharapkan tidak berhenti pada forum musyawarah semata, tetapi mampu melahirkan langkah nyata dan program yang memberikan manfaat langsung bagi guru, anggota organisasi, serta kemajuan dunia pendidikan.
Seluruh jajaran PGRI Kabupaten Aceh Singkil diharapkan mampu menjalankan hasil konferensi dengan penuh tanggung jawab, kebersamaan, dan semangat pengabdian.
Dengan semangat solidaritas, profesionalisme, dan kolaborasi, PGRI Aceh Singkil berkomitmen untuk terus hadir sebagai organisasi profesi yang kuat, bermartabat, dan bermanfaat dalam meningkatkan kualitas guru serta memajukan pendidikan di Kabupaten Aceh Singkil.

Hidup Guru! Hidup PyGRI! Solidaritas!

(ADI SAPUTRA SH)

MCTI-GROUP _BEKASI – Polsek Setu Polres Metro Bekasi menggelar Patroli Biru Cipta Kondusif pada malam hari sebagai langkah preventif untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (guantibmas) di wilayah hukum Polsek Setu.

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 23.30 WIB hingga selesai tersebut dipimpin langsung Kapolsek Setu AKP Usep Aramsyah, S.H., M.H., dengan melibatkan 18 personel gabungan yang terdiri dari unsur TNI, Polri, Pokdar Kamtibmas dan ojol.

Patroli menyasar sejumlah lokasi, di antaranya kawasan Perum Grand Residence di perbatasan Setu–Bantar Gebang, Desa Cijengkol, serta SPBU di Jalan Raya MT. Haryono, Desa Lubangbuaya, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi.

Dalam pelaksanaannya, personel melakukan patroli mobile dengan menyisir sentra ekonomi, kawasan pemukiman masyarakat dan sejumlah titik yang dinilai rawan terjadinya gangguan kamtibmas.

Selain mengantisipasi tindak pidana 3C, yakni pencurian dengan kekerasan, pencurian dengan pemberatan dan pencurian kendaraan bermotor, patroli juga difokuskan untuk mencegah tawuran, begal, balap liar serta kejahatan jalanan lainnya.

Kapolsek Setu bersama personel gabungan turut memastikan situasi di sejumlah titik tetap aman sekaligus memberikan rasa nyaman kepada masyarakat yang masih beraktivitas pada malam hari.

Hasil patroli menunjukkan situasi wilayah hukum Polsek Setu dalam keadaan aman, lancar dan kondusif. Selama kegiatan berlangsung, tidak ditemukan adanya kejadian menonjol maupun gangguan kamtibmas.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Polsek Setu dalam memperkuat kehadiran aparat keamanan di tengah masyarakat sekaligus membangun sinergi bersama TNI dan unsur masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.

Adi /Memet

MCTI-GROUP _BEKASI – Polsek Setu Polres Metro Bekasi menggelar Patroli Biru Cipta Kondusif pada malam hari sebagai langkah preventif untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (guantibmas) di wilayah hukum Polsek Setu.

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 23.30 WIB hingga selesai tersebut dipimpin langsung Kapolsek Setu AKP Usep Aramsyah, S.H., M.H., dengan melibatkan 18 personel gabungan yang terdiri dari unsur TNI, Polri, Pokdar Kamtibmas dan ojol.

Patroli menyasar sejumlah lokasi, di antaranya kawasan Perum Grand Residence di perbatasan Setu–Bantar Gebang, Desa Cijengkol, serta SPBU di Jalan Raya MT. Haryono, Desa Lubangbuaya, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi.

Dalam pelaksanaannya, personel melakukan patroli mobile dengan menyisir sentra ekonomi, kawasan pemukiman masyarakat dan sejumlah titik yang dinilai rawan terjadinya gangguan kamtibmas.

Selain mengantisipasi tindak pidana 3C, yakni pencurian dengan kekerasan, pencurian dengan pemberatan dan pencurian kendaraan bermotor, patroli juga difokuskan untuk mencegah tawuran, begal, balap liar serta kejahatan jalanan lainnya.

Kapolsek Setu bersama personel gabungan turut memastikan situasi di sejumlah titik tetap aman sekaligus memberikan rasa nyaman kepada masyarakat yang masih beraktivitas pada malam hari.

Hasil patroli menunjukkan situasi wilayah hukum Polsek Setu dalam keadaan aman, lancar dan kondusif. Selama kegiatan berlangsung, tidak ditemukan adanya kejadian menonjol maupun gangguan kamtibmas.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Polsek Setu dalam memperkuat kehadiran aparat keamanan di tengah masyarakat sekaligus membangun sinergi bersama TNI dan unsur masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.

Adi /Memet

TANGERANG —MCTI-GROUP – Pelarian S (40), tersangka pencurian rumah kosong (rumsong) di wilayah Sepatan, Kabupaten Tangerang, berakhir setelah berhasil ditangkap Unit Reskrim Polsek Sepatan.

Tersangka yang sebelumnya masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) tersebut diamankan saat bersembunyi di kawasan Perumahan Villa Regency 1, Gebang Raya, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang, pada Minggu (23/8/2026) sekitar pukul 00.14 WIB.

S merupakan tersangka dalam kasus pencurian yang terjadi di Kampung Sarakan, Desa Pisangan Jaya, Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang, pada 18 Juli 2026.

Kasus tersebut bermula ketika korban, Sri Tanti, bersama keluarganya meninggalkan rumah dalam keadaan kosong. Saat kembali, korban mendapati pintu belakang rumah dalam kondisi terbuka dan bagian dalam kamar berantakan.

Setelah dilakukan pemeriksaan, korban mengetahui sejumlah barang miliknya telah hilang. Barang yang dicuri di antaranya satu unit telepon seluler (HP) Vivo Y03T dan perhiasan emas seberat 30 gram.

Atas kejadian tersebut, korban kemudian melaporkannya ke Polsek Sepatan.

Kapolsek Sepatan AKP Fahyani mengatakan, setelah menerima laporan korban, Kanit Reskrim Polsek Sepatan Ipda Arqi Afiandi bersama tim langsung melakukan penyelidikan untuk mengungkap keberadaan pelaku.

Dari hasil penyelidikan, polisi akhirnya memperoleh informasi mengenai keberadaan S dan langsung melakukan penangkapan.

“Pelaku kami amankan di tempat persembunyiannya. Saat dilakukan pemeriksaan awal, pelaku S mengakui bahwa dirinya melakukan pencurian bersama ST yang saat ini sudah ditahan,” ujar AKP Fahyani.

Dalam menjalankan aksinya, kedua pelaku memiliki peran berbeda. ST bertugas memantau situasi sekitar, sedangkan S berperan sebagai eksekutor yang masuk ke dalam rumah korban.

TANGERANG-MCTI-GROUP –
Polisi masih terus mengembangkan kasus tersebut, termasuk mencari barang bukti lainnya serta mendalami kemungkinan adanya pelaku atau jaringan lain yang terlibat.

Plh Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol. Eko Bagus Riyadi mengimbau masyarakat agar tidak meninggalkan rumah dalam kondisi tanpa pengawasan, terutama apabila bepergian dalam waktu yang cukup lama.

Masyarakat juga diminta memastikan seluruh pintu, jendela, dan akses masuk rumah telah terkunci dengan baik sebelum meninggalkan kediaman.

“Jika harus meninggalkan rumah, masyarakat dapat berkoordinasi dengan tetangga atau lingkungan sekitar untuk ikut melakukan pengawasan. Kami mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan,” kata Eko.

Ia juga meminta warga segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila menemukan aktivitas yang mencurigakan.

“Apabila menemukan aktivitas yang mencurigakan, segera laporkan kepada kepolisian melalui call center 110 atau datang langsung ke Polsek terdekat. Jangan mengambil tindakan sendiri,” ujarnya.

Kombes Pol. Eko Bagus juga mengingatkan masyarakat untuk kembali mengaktifkan sistem keamanan lingkungan serta meningkatkan kepedulian dan kewaspadaan antarwarga.

“Keamanan bukan hanya tanggung jawab polisi. Peran aktif masyarakat sangat penting untuk mencegah terjadinya tindak pidana,” pungkasnya.

pemimpin Umum

media MCTI- TV GROUP

(ADI SAPUTRA SH)

MCTI- TV GROUP Jakarta, 30 – 8 – 2026,
Prof DR Sutan Nasomal SH,MH menganalisa bahwa Jutaan Pedagang Dengan modal kecil mengalami krisis dan bangkrut dampak dari sebuah kebijakan program Pemerintah RI di sektor ekonomi lumpuh.

Mas No pedagang bakso mengkisahkan pengalaman pahit getirnya setelah Program MBG di laksanakan. Omsetnya menurun 80% akibat menurunnya daya beli masyarakat. Dari tahun 1994 berdagang bakso solo di kabupaten Bogor sampai tahun 2024 tidak pernah mengalami penurunan daya beli pelanggan sampai 80%.

Menurut Mas No. Ribuan warung makanan dan pedagang didekat sekolah juga mengalami kebangkrutan. Sumber pendapatan orang kecil padam dan hilang. Menjadi ruang luas terbuka jutaan penduduk menjadi pengangguran serta semakin miskin. Yang menikmati Program MBG hanya pengusaha bermodal besar. Karena untuk bisa bermitra membangun dapur SPPG itu harus ada modal diatas 2 milyar

Merasa semakin tergerus modal kecilnya mas no tidak lama lagi tidak bisa usaha dagang bakso lagi, dampak situasi usaha semakin sepi. Dagang bakso dengan mengontrak kios pertahun 35 juta ukuran 5 meter x 10 meter di dekat pasar cikreteg caringin Bogor selama 24 tahun ini telah di tekuni mas no.

Begitu juga dengan jutaan masyarakat pemodal kecil lainnya seluruh Indonesia. Merasakan menurunnya daya beli masyarakat saat ini, sehingga di ambang krisis besar atau di ambang kebangkrutan.
Para pedagang gorengan tempe tahu juga menyampaikan hal yang sama bahwa daya beli masyarakat sangat menurun drastis selama setahun lebih.

Persoalan ini menjadi perhatian Prof DR Sutan Nasomal SH,MH. Kemiskinan semakin meluas di masyarakat Indonesia. Mencari penghasilan untuk menopang kehidupan agar bisa punya uang empat juta perbulan saja sudah tidak mungkin. Setiap keluarga yang kurang mampu umumnya mengontrak rumah petakan dengan nilai satu juta lima ratus ribu atau dua juta perbulan. Biaya untuk makan sehari hari saat ini hanya seketemunya. Yang penting bisa masak nasi setiap hari dari dua liter beras yang di masak.

Kondisi masyarakat saat ini tidak sedikit yang harus makan sehari hanya sekali karena tidak ada biaya untuk membeli. Juga banyak masyarakat yang bisa makan dengan melakukan pekerjaan mengemis. Kalau tidak begitu pada kelaparan.

Prof DR Sutan Nasomal SH,MH meminta Presiden RI Prabowo Subianto mencopot para menterinya yang tidak becus bekerja atau tidak paham bahwa rakyat sudah mulai tidak bisa makan. Masyarakat tidak ada penghasilan dampak turunnya daya beli.

Presiden RI harus tegas kepada semua menterinya karena rakyat kalau kelaparan dan kebangkrutan dimana mana terjadi. Pasti mati kelaparan rakyat Indonesia. Maka nama baik Presiden yang menjadi buruk. Kepercayaan dan dukungan masyarakat hilang kepada Presiden. Bisa prahara perang terjadi.

Begitu sedihnya masyarakat karena merasakan semakin sulitnya mendapatkan penghasilan untuk makan sehari hari. Tidak semua orang bisa bertahan dengan situasi ekonomi parah seperti ini. Hal ini disampaikan Prof DR Sutan Nasomal SH,MH kepada para awak media. Ini sudah darurat lapar.

Prof DR Sutan Nasomal SH,MH menilai laporan yang datang di meja Presiden RI dari para mentrinya tidak sesuai dengan fakta di masyarakat. Sehingga tidak ada gebrakan mengenai ekonomi agar masyarakat pemodal kecil bisa merasakan manfaatnya dan mampu bertahan untuk kehidupannya.

Prof DR Sutan Nasomal SH,MH menyampaikan kepada awak media. Majunya sebuah negara bisa di lihat dari masyarakat pemodal kecil bisa mendapatkan penghasilan yang sehat dan mampu bertahan guna mencukupi kebutuhannya. Bila semakin banyak yang bangkrut maka negara tersebut sakit parah akibat banyak oknum tidak waras menduduki jabatan di pemerintahan. Hanya memperkaya diri dan para kelompoknya saja dan tidak perduli dengan nasib masyarakat.

Narasumber : Prof DR Sutan Nasomal SH,MH Pakar Hukum Internasional, Ketua Umum, Perkumpulan Advokat Muda Indonesia Assotion Of Young Indonesian Advocates Ketua Umum YPLBH Profesor s
Sutan Nasomal SH MH Rektor Univ STIA STIH Probass Pendiri Pengasuh Ponpes ASS SAQWA PLUS.

(ADI SAPUTRA SH)

MCTI- GROUP -BOGOR – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita sejumlah dokumen terkait pengadaan setelah menggeledah Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat.

“Dalam penggeledahan hari ini, penyidik menyita beberapa dokumen yang terkait dengan pengadaan-pengadaan di Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor,” kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo di Jakarta, Jumat.

Budi mengatakan penggeledahan dan penyitaan dilakukan untuk mencari alat bukti dan petunjuk yang relevan dalam penyidikan dugaan korupsi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bogor.

Dokumen yang disita selanjutnya akan ditelaah dan dianalisis oleh penyidik KPK untuk membantu mengungkap perkara tersebut.

“Untuk membantu mengungkap perkara menjadi terang,” ujarnya.

Sebelumnya, beredar informasi mengenai operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK di Kabupaten Bogor pada 20 Agustus 2026.

KPK kemudian meluruskan informasi tersebut dengan menyatakan tidak melakukan OTT di Kabupaten Bogor.

Namun, pada 21 Agustus 2026, KPK mengakui telah mengamankan barang bukti berupa uang Rp1,5 miliar dalam penyelidikan dugaan korupsi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bogor.

Penyelidikan tersebut kemudian ditingkatkan ke tahap penyidikan melalui penerbitan surat perintah penyidikan (sprindik) umum terkait dugaan penerimaan uang oleh penyelenggara negara di Pemerintah Kabupaten Bogor.

Penerimaan uang tersebut diduga berasal dari pemotongan upah pungut di Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (Bappenda) Kabupaten Bogor.

Selain perkara tersebut, KPK juga mengungkapkan sedang melakukan penyidikan dugaan korupsi terkait pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bogor.

Dalam penyidikan dengan sprindik umum tersebut, KPK belum menetapkan pihak mana pun sebagai tersangka.

Pada 27 Agustus 2026, KPK juga menggeledah Bappenda serta Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Bogor.

(pimpinan umum)

ADI SAPUTRA SH

Jakarta, Pengangguran Sarjana yang membengkak jumlahnya tiap tahun cukup satu kata Presiden perintahkan Kementerian mendata lalu menmbantu penyaluran ke berbagai perusahaan maupun BUMN dan bahkan ditempatkan di semua Kementerian yang ada di negara NKRI sesuai dengan klasifikasi masing masing Sarjana pengungguran ini.

Langkah jitu yang perlu dibuktikan diwujudkan Yth Bapak H.Prabowo Subianto Presidenku Presidenku Presiden kita semua warga negara Indonesia”, jelas Profesor Doktor Sutan Nasomal Pakar Hukum Internasional, Ekonom Ketua Perkumpulan advokat Muda Indonesia Assotion Of Young Indonesian Advocates menjawab pertanyaan sejumlah pemimpin Redaksi Media cetak onlen dalam luar negeri berkaitan meningkatnya jumlah Sarjana berbagai disiplin ilmu masuk ling pengangguraan ditiap daerah dari sabang hingga meureuke dari tahun ketahunnya diabaikan pemerintah Indonesia Dikantornya Pusat Markas Partai Oposisi Merdeka Dibilangan Cujantung Jakarta 28/8/2026 via telpon selulernya,

Situasi ekonomi yang belum membaik selama mendekati dua tahun Presiden RI Prabowo Subianto bekerja menjadi nakoda NKRI. Hal ini menjadi pertanyaan dan di tagih oleh rakyat luas KAPAN INDONESIA MEMBAIK.

Begitu banyaknya Sarjana menjadi pengangguran menjadi catatan khusus oleh semua para pendidik tingkat tinggi terutama Prof DR Sutan Nasomal SH,MH.
Sulitnya lapangan pekerjaan ditengah badai PHK.

Migrasinya perusahaan perusahaan dan pabrik dari Indonesia ke negara lain juga menjadi pangkal persoalan yang harus di kupas.

Menjadi tugas besar Presiden RI Prabowo Subianto menurut Prof DR Sutan Nasomal SH,MH agar para pengusaha besar perusahaan dunia agar mau membangun perusahaan industri di NKRI. Sehingga para Sarjana bisa terserap menjadi tenaga kerja handal.

Kondisi sulit di Indonesia bisa 20 tahun baru selesai dengan catatan besar sistem dan mekanisme yang tidak sehat di Indonesia harus di matikan.

Tidak mungkin pohon padi ditanam di atas gurun yang tandus dan keras seperti batu.
Itulah istilah dari sesepuh Nusantara di masalalu.

Begitu sistem dan mekanisme yang berlaku saat ini merusak semua kepercayaan pengusaha dunia untuk membawa uangnya untuk di tanamkan di Indonesia.

Solusi lain menurut Prof DR Sutan Nasomal SH,MH. Para Sarjana di Indonesia harus mampu mandiri dan berkarya. Menjadi pendiri perusahaan dan pencipta lapangan pekerjaan baru. Bukan menjadi pencari lapangan pekerjaan dan jadi BABU di kantor orang dengan upah rendah dan jauh dari kesejahteraan.

Para Sarjana lulusan di Indonesia semua sangat cerdas. Maka perlu kerjasama membangun dunia usaha mandiri padat karya. Sarjana harus bisa membentuk kelompok kerja disetiap wilayahnya dan mendirikan wadah baru dibanyak bidang.

Prof DR Sutan Nasomal SH,MH menyampaikan kepada media. Peluang pertanian atau peluang industri mesin serta peluang di bidang IT adalah satu bentuk seperti badan manusia di lengkapi jiwa dan ruh. Para sarjana pasti paham agar masing masing menggeluti menciptakan lapangan usaha lokal dan nasional. Menciptakan lapangan usaha di jaringan pasar Indonesia dan International.

Para Sarjana dengarlah nasehat ini : Jangan menunggu hujan dari langit dan air di tempayan di buang sia sia.
Jangan menunggu belaskasihan orang lain untuk belajar berdiri padahal sangat mampu berdiri dan berlari dengan mandiri. Semua perlu proses. Maka ciptakan kelompok karya kerja sarjana Indonesia.

Bila mendapatkan kendala. Silahkan hubungi Prof DR Sutan Nasomal SH,MH. Mungkin pengalaman dan ilmu yang bermanfaat Prof DR Sutan Nasomal bisa membantu. Hubungi Prof di wa/hp +62 811-8419-260
Bentuklah jaringan kerja karya kelompok untuk berkarya dan membangun usaha.

Narasumber : Prof DR Sutan Nasomal SH,MH Pakar Hukum Internasional,Ekonom Presiden Partai Oposisi Merdeka Jenderal Kompii Pendiri Pengasuh Ponpes ASS SAQWA PLUS Rektor Univ STIA STIH Pronass Ketua Umum Perkumpulan Advokat Muda Indonesia Assotion Of Young Indonesian Advocate .

(Adi Saputra )

| LUWU – Menjelang pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Selatan Tahun 2026 yang akan digelar di Kabupaten Bone dan Wajo, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Luwu melakukan audiensi dengan Kapolres Luwu AKBP Andrias Nurcahyo Wibowo, S.H., S.I.K., M.Si., Jumat (28/8/2026).

Audiensi yang berlangsung di ruang kerja Kapolres Luwu tersebut menjadi wadah silaturahmi sekaligus upaya membangun sinergi dan dukungan lintas institusi dalam mempersiapkan kontingen Kabupaten Luwu menghadapi salah satu ajang olahraga terbesar di Sulawesi Selatan.

Ketua KONI Luwu Suryanto hadir bersama Wakil Ketua II Imho Kaimuddin, S.P., Bendahara KONI Luwu Gunawan, Wakil Ketua Bidang Organisasi Herianto, serta Ketua Bidang Humas KONI Luwu Irwan Musa.

Dalam pertemuan tersebut, Suryanto menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kapolres Luwu yang telah menerima jajaran pengurus KONI Luwu.

“Terima kasih atas waktunya terkait kedatangan kami pengurus KONI Luwu. Kami memohon bimbingan dan support, Pak,” ujar Suryanto.

Ia menjelaskan, KONI Luwu saat ini terus mematangkan berbagai persiapan, termasuk proses validasi data atlet sebagai salah satu persyaratan untuk mengikuti pertandingan pada Porprov Sulsel 2026.

“Kami sampaikan bahwa validasi atlet sedang berlangsung. KONI Luwu mengutus 25 cabang olahraga dengan jumlah 213 atlet yang akan berlaga di ajang Porprov nanti,” jelasnya.

Selain menyampaikan perkembangan persiapan kontingen, Suryanto juga melaporkan kondisi salah satu cabang olahraga, yakni Persatuan Menembak Indonesia (Perbakin) Luwu. Kepengurusan Perbakin Luwu saat ini telah demisioner, sementara cabang olahraga tersebut selama ini berada di bawah binaan Polres Luwu.

Menanggapi hal tersebut, Kapolres Luwu AKBP Andrias Nurcahyo Wibowo menyambut baik audiensi dan silaturahmi yang dilakukan jajaran pengurus KONI Luwu.

Menurutnya, keberhasilan atlet dalam sebuah kompetisi tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis dan kekuatan fisik. Kondisi kesehatan, pola pikir, serta kesiapan mental juga menjadi faktor penting yang harus mendapat perhatian serius.

“Saran saya, lakukan pembinaan prestasi atlet secara kontinu. Paling penting soal kesehatan, daya pikir dan mental juara harus menjadi skala prioritas,” tegas Kapolres.

Kapolres menilai, mental juara merupakan salah satu modal utama bagi atlet dalam menghadapi persaingan dan tekanan selama pertandingan. Oleh karena itu, pembinaan atlet perlu dilakukan secara menyeluruh dengan memperhatikan kesiapan fisik maupun psikologis.

“Perlu dilengkapi dengan tim psikolog untuk membangun daya pikir dan mental juara bagi para atlet. Tentu ini menjadi pekerjaan rumah bagi pengurus KONI Luwu untuk memikirkan kondisi tubuh, kesehatan maupun pola pikir dan mental atlet,” ujarnya.

Menurut AKBP Andrias, atlet dengan kemampuan teknis yang baik harus didukung kondisi tubuh yang prima dan mental yang kuat agar mampu mengeluarkan kemampuan terbaiknya saat berada di arena pertandingan.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Luwu juga menyampaikan dukungan kepada seluruh jajaran KONI Luwu dan para atlet yang akan membawa nama Kabupaten Luwu pada Porprov Sulsel 2026.

Menjelang berakhirnya audiensi, suasana pertemuan berlangsung hangat dengan diskusi mengenai persiapan kontingen hingga target prestasi yang ingin dicapai Kabupaten Luwu.

Kapolres berharap seluruh atlet dapat tampil maksimal, memberikan prestasi terbaik serta mengharumkan nama Kabupaten Luwu di tingkat Provinsi Sulawesi Selatan.

“Terima kasih sudah berkunjung ke Polres Luwu. Saya turut mendoakan kesuksesan para atlet Luwu untuk meraih medali emas hingga masuk 10 besar tingkat Sulsel di ajang Porprov Sulsel 2026 mendatang,” tandasnya.

Saat menerima jajaran pengurus KONI Luwu, Kapolres Luwu didampingi Kasat Intelkam AKP Sumarre Usman dan Kasat Binmas AKP Petrus Sandalle.

Dukungan tersebut diharapkan menjadi motivasi tambahan bagi KONI Luwu untuk terus mematangkan persiapan kontingen, sehingga para atlet tidak hanya siap secara fisik dan teknis, tetapi juga memiliki pola pikir serta mental juara dalam membawa nama Kabupaten Luwu di panggung olahraga Sulawesi Selatan.

Nasrullah Kaperwil Sul-Sel

MCTI- BEKASI – Kapolsek Setu AKP Usep Aramsyah, S.H., M.H., bersama jajaran melaksanakan Safari Jumat dengan salat Jumat berjamaah sekaligus memberikan bantuan sembako kepada masyarakat di Masjid Al-Mujahidin, Kampung Lubang Buaya, Desa Cijengkol, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, Jumat (28/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi antara kepolisian dengan tokoh agama dan masyarakat.

Kapolsek Setu bersama personel juga menyampaikan pesan-pesan Kamtibmas sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah hukum Polsek Setu.

Dalam kesempatan tersebut, AKP Usep Aramsyah mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi lingkungan tetap aman dan kondusif.

Warga juga diimbau tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi serta tetap menjaga persatuan dan kerukunan di tengah perkembangan situasi keamanan.

Selain memperkuat komunikasi dengan masyarakat, pemberian bantuan sembako merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap warga.

Melalui kegiatan Safari Jumat, Polsek Setu berharap hubungan kemitraan dengan masyarakat semakin erat sehingga tercipta lingkungan yang aman, nyaman, dan kondusif.

Kegiatan yang turut dihadiri Kanit Binmas Polsek Setu Iptu Budiawan, Bhabinkamtibmas Desa Cijengkol Aipda Asfar dan personel Polsek Setu tersebut berakhir sekitar pukul 12.41 WIB.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan kondusif.

(ADI SAPUTRA SH)

| LUWU – Kapolres Luwu AKBP Andrias Nurcahyo Wibowo, S.H., S.I.K., M.Si., melepas peserta Bhayangkara Off Road (BOR) Seri V asal Kabupaten Luwu di halaman Mapolres Luwu, Kamis (27/8/2026).

Pelepasan tersebut turut didampingi Wakapolres Luwu Kompol Misbahuddin, S.H., Kasat Lantas Polres Luwu AKP H. Alwi, Ketua IOF Kabupaten Luwu Jamal Hidayat, serta diikuti para peserta off road asal Kabupaten Luwu yang akan mengikuti rangkaian Bhayangkara Off Road Seri V pada 28 hingga 30 Agustus 2026.

Sebelum melepas para peserta, Kapolres Luwu memberikan arahan dan sejumlah penekanan sebagai bekal selama perjalanan maupun pelaksanaan kegiatan. Dalam arahannya, AKBP Andrias Nurcahyo Wibowo menekankan pentingnya kesiapan kendaraan, keselamatan berlalu lintas, serta kepedulian terhadap lingkungan.

Para peserta diminta untuk terlebih dahulu memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan baik dan layak digunakan sebelum memulai perjalanan. Selain itu, seluruh kebutuhan, bekal, dan peralatan pendukung juga diharapkan telah dipersiapkan dengan baik.

“Pastikan kondisi kendaraan dalam keadaan siap sebelum berangkat. Persiapkan seluruh bekal dan peralatan yang diperlukan agar perjalanan dapat berlangsung dengan aman dan lancar,” ujar Kapolres Luwu.

Kapolres juga mengingatkan seluruh peserta agar senantiasa menunjukkan sikap tertib dalam berlalu lintas dan mengutamakan keselamatan, baik bagi peserta sendiri maupun masyarakat yang berada di sepanjang jalur perjalanan.

“Selama perjalanan, tetap patuhi aturan lalu lintas dan utamakan keselamatan. Jadilah pelopor keselamatan berlalu lintas serta tetap memperhatikan masyarakat yang berada di jalur yang dilalui,” pesannya.

Selain keselamatan, perhatian terhadap kelestarian lingkungan turut menjadi salah satu penekanan dalam arahan tersebut. Mengingat saat ini wilayah Sulawesi Selatan tengah menghadapi musim kemarau dengan kondisi rumput dan lahan yang mengering, para peserta diingatkan untuk tidak membuang puntung rokok sembarangan yang berpotensi memicu terjadinya kebakaran.

Peserta juga diminta untuk tidak menggunakan jalur di luar rute yang telah ditentukan. Hal tersebut penting dilakukan untuk menghindari kerusakan terhadap lahan, tanaman, maupun area milik masyarakat.

Setelah menerima arahan, para peserta Bhayangkara Off Road asal Kabupaten Luwu secara resmi dilepas langsung oleh Kapolres Luwu AKBP Andrias Nurcahyo Wibowo, S.H., S.I.K., M.Si., dari Mapolres Luwu untuk mengikuti rangkaian kegiatan Bhayangkara Off Road Seri V.

Rombongan peserta direncanakan akan menempuh perjalanan menuju lokasi kegiatan dengan melintasi sejumlah daerah, di antaranya Makassar, Barru, Parepare, hingga Sidrap.

Pelepasan peserta Bhayangkara Off Road Seri V ini menjadi bentuk dukungan Polres Luwu terhadap kegiatan otomotif yang dilaksanakan secara positif dengan tetap mengedepankan keselamatan, ketertiban, disiplin, dan kepedulian terhadap lingkungan.

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan seluruh peserta asal Kabupaten Luwu dapat mengikuti Bhayangkara Off Road Seri V dengan penuh semangat dan tanggung jawab, sekaligus membawa nama baik Kabupaten Luwu serta kembali dalam keadaan aman dan selamat.

Nasrullah Kaperwil Sul-Sel

WA 1: 085821299762 WA 2: 085183189279