
MCTI- GROUP Bogor, Putra Bhayangkara id, Minggu 30 Agustus 2026 – kelurga Besar putra putri polri ( KBPP POLRI ) Sektor Rumpin Menggelar Peringatan hari ulangtahun ke 3, dengan penuh khidmat dan Semngat kebersamaan Acara dipastikan di markas sektor KBPP polri Rumpin kabupaten Bogor,
Acara ini menjadi momentum untuk Memperkuat Solidatas anatara anggota serta Sinergitas dengan instritusi polri dan masyarakat,

Rangkaiyan kegitan HUT ke 3 KBPP polri Sektor Rumpin, 1 upacara & pembacaan sejarah , 2 Pemotongan tumpeng & Do,a Bersama untuk kesalmetan Anggota dan Bangsa, 3 Sambutan ketua KBPP POLRI ,sektor Rumpin, 4 Santunan anak Yatim & Bakti sosial, 5 Hiburan & Ramah tamah antara Anggota dan tamu undangan,
Acara ini di hadiri oleh Kapolsek Rumpin Berserta jajaran ketua sektor KBPP POLRi Bogor ,Ketua Resor Bogor nining Kartini, ketua SIBHARA,OKK ,Sekertaris, serta seluruh Anggota KBPP POLRI RESOR BOGOR,

Dalam sambutan ketua KBPP POLRI RESOR BOGOR ,nining Kartini menyampaikan apresiasi setinggi -tingginya, selamat ulang tahun ke 3 untuk KBPP POLRI , sektor Rumpin, semuga di usia ke 3 ini kBPP POLRI semakin solid Semakin Bermanfaat untuk Masyarakat dan terus menjadi garda terdepan dalam Membantu tugas polri serta Menjaga NKRI,
Kapolsek Rumpin mengapresiasi peran KBPP PORI, ‘ KBPP POLRi adalah mitra strategis polri, terimakasih atas dukungan dan pengabdian Selma ini,mari terus kita Jaga sinergitas untuk Rumpin yang aman dan kondusif,
Ketua KBPP POLRI sektor Rumpin dalam sambutannya Menegaskan Komitmen organisasi, Di usia ke -3 ini kami Berkomitmen untuk terus Berkarya Berbakti kepada masyarakat dan mendukung penuh pelorgaram pergram polri,Bersama kita Kuwat Bersama kita Hebat,
Reporter Haerudin Bogor
(ADI SAPUTRA SH)

MCTI- GROUP -Mamberamo Tengah – Kehadiran Polri di tengah masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui pelaksanaan tugas menjaga keamanan, tetapi juga melalui pendekatan keagamaan dan silaturahmi. Hal tersebut ditunjukkan Wakapolres Mamberamo Tengah Kompol Daniel Pangala, S.H., M.H., bersama Ibu Wakapolres Yuliana Mery Lasut Pangala, saat menghadiri ibadah bersama Jemaat Gereja Katolik St. Yusuf Kobakma, Kabupaten Mamberamo Tengah, Minggu (30/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung pukul 09.10 WIT hingga 12.00 WIT tersebut bertempat di Gereja Katolik St. Yusuf, Jalan Warabuke, Desa Seralema, Distrik Kobakma, dan diikuti sekitar 100 jemaat. Ibadah dipimpin oleh Majelis/Pengantar Bapak Yanuarius Marian.
Suasana ibadah berlangsung khidmat dan penuh kekeluargaan. Kehadiran Wakapolres bersama Ibu Wakapolres mendapat sambutan hangat dari seluruh jemaat. Di sela-sela ibadah, Wakapolres diberikan kesempatan untuk memperkenalkan diri sekaligus menyampaikan pesan-pesan Kamtibmas kepada masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Wakapolres mengajak seluruh jemaat untuk terus menjaga persaudaraan, meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, serta bersama-sama menciptakan situasi keamanan dan ketertiban yang kondusif.
“Mari kita bersama-sama menjaga keamanan dan kedamaian di lingkungan kita. Polri tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat. Sinergi dan komunikasi yang baik menjadi kunci terciptanya situasi Kamtibmas yang aman dan kondusif,” pesan Wakapolres.
Setelah ibadah selesai, kebersamaan berlanjut melalui ramah tamah dan makan bersama. Wakapolres dan Ibu Wakapolres berbaur langsung dengan jemaat, membangun komunikasi dalam suasana penuh keakraban tanpa sekat.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap pelayanan gereja, Wakapolres Mamberamo Tengah juga memberikan bantuan berupa uang kepada ibu-ibu jemaat untuk menunjang kegiatan pelayanan dan kerohanian.
Bagi Polres Mamberamo Tengah, kegiatan tersebut bukan sekadar agenda keagamaan, melainkan bagian dari upaya membangun hubungan emosional dan kemitraan yang kuat dengan masyarakat.
Melalui kegiatan keagamaan, sosial, dan silaturahmi, Polri terus berupaya menghadirkan sosok polisi yang dekat, peduli, dan responsif terhadap masyarakat. Hubungan yang harmonis antara Polri dan masyarakat diharapkan menjadi kekuatan bersama dalam menjaga keamanan dan kedamaian di Kabupaten Mamberamo Tengah.
Kehadiran Wakapolres bersama Ibu Wakapolres pun mendapat respons positif dari jemaat. Antusiasme masyarakat menunjukkan bahwa komunikasi yang dibangun secara langsung mampu memperkuat kepercayaan dan kebersamaan antara Polri dan masyarakat.
Polri hadir bukan hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga untuk membangun persaudaraan, mendengar masyarakat, dan tumbuh bersama masyarakat.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dalam keadaan aman, tertib, lancar, dan kondusif.
(ADI SAPUTRA SH)

Kaltim-MCTI TV -GROUP.
Berau – Menghadapi kondisi musim kemarau yang semakin panjang dan berdampak pada ketersediaan air bersih serta meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Pemerintah Kabupaten Berau bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan masyarakat menggelar Salat Istisqa, Minggu (30/8/2026) pagi.
Salat sunah yang menjadi bentuk ikhtiar dan doa memohon turunnya hujan tersebut berlangsung di Lapangan Graha Pemuda, Jalan Mangga I, Kelurahan Tanjung Redeb, Kecamatan Tanjung Redeb. Sekitar 500 jamaah dari berbagai unsur mengikuti kegiatan dengan penuh kekhusyukan.
Sejak pukul 08.00 WITA, lapangan telah dipenuhi jamaah yang berasal dari unsur pemerintah daerah, TNI-Polri, pelajar, serta masyarakat. Pelaksanaan Salat Istisqa terdiri dari dua rakaat dengan Ustaz Burhanuddin Harahap sebagai imam. Sementara itu, khotbah disampaikan oleh Ustaz Jamiruddin.
Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai tindak lanjut Surat Undangan Bupati Berau Nomor 400/276/Kesra/VIII/2026. Salat Istisqa menjadi salah satu bentuk ikhtiar spiritual pemerintah bersama masyarakat untuk memohon kepada Allah SWT agar Kabupaten Berau segera mendapatkan curah hujan yang cukup dan membawa manfaat bagi kehidupan masyarakat.
Sejumlah pejabat turut hadir dan mengikuti salat bersama masyarakat. Di antaranya Bupati Berau Sri Juniarsih Mas, Wakil Bupati Berau Gamalis, Dandim 0902/BRU Letkol Inf Muhammad Faisal Idris, Sekda Berau Muhammad Said, Ketua MUI Berau Syarifuddin Israil, Kepala Kemenag Berau Kabul Budino, Kapolsek Tanjung Redeb AKP Amin Maulani, serta jajaran pejabat Pemerintah Kabupaten Berau dan perwira Polres Berau.
Kapolres Berau AKBP Ridho Tri Putranto mengatakan, keterlibatan kepolisian dalam pelaksanaan Salat Istisqa merupakan bagian dari sinergi bersama pemerintah daerah, TNI, tokoh agama, dan masyarakat dalam menghadapi dampak musim kemarau.
Menurutnya, kondisi cuaca yang panas dan kering berpotensi menimbulkan berbagai persoalan, mulai dari keterbatasan air bersih hingga meningkatnya ancaman karhutla. Karena itu, upaya penanganan tidak hanya dilakukan melalui kesiapsiagaan dan langkah pencegahan di lapangan, tetapi juga diiringi dengan ikhtiar spiritual melalui doa bersama.
“Kondisi cuaca di Kabupaten Berau saat ini sangat panas dan kering, yang tidak hanya berdampak pada berkurangnya pasokan air tetapi juga meningkatkan risiko bahaya karhutla. Selain memaksimalkan kesiapsiagaan personel di lapangan dalam pencegahan dan penanggulangan bencana, kita imbangi dengan doa bersama memohon agar Allah SWT melimpahkan berkah berupa hujan yang bermanfaat,” ujar AKBP Ridho Tri Putranto.
Pelaksanaan kegiatan diawali dengan penjelasan mengenai tata cara Salat Istisqa. Jamaah kemudian melaksanakan salat berjamaah, dilanjutkan dengan khotbah yang mengajak seluruh umat untuk meningkatkan keimanan, memperbanyak istighfar, melakukan introspeksi diri, serta memohon ampunan kepada Allah SWT.
Rangkaian Salat Istisqa kemudian ditutup dengan doa bersama. Melalui kegiatan tersebut, seluruh jamaah berharap hujan segera turun di wilayah Kabupaten Berau sehingga dapat membantu memenuhi kebutuhan air masyarakat sekaligus mengurangi potensi terjadinya karhutla akibat kondisi lahan yang kering.
Humas Polda Kaltim / 4bay
(BUDI ) MCTI- GROUP

Kaltim-MCTI -,Tv GROUP
Kutim – Ditbinmas Polda Kaltim menggelar sosialisasi Peraturan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Perpol) Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pengamanan Swakarsa dan implementasinya, di Orchid Meeting Room Q Hotel, Kecamatan Sangatta Utara, Kabupaten Kutai Timur, Minggu (30/8/2026).
Kegiatan tersebut dipimpin Direktur Binmas Polda Kaltim Kombes Pol. Arman, S.I.K., M.Si., serta dihadiri Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kutai Timur dan Ketua DPC Asosiasi Profesi Satpam Indonesia (APSI) Kabupaten Kutai Timur.
Dalam kegiatan itu, Ditbinmas Polda Kaltim menekankan pentingnya pemahaman dan penerapan Perpol Nomor 4 Tahun 2020 sebagai landasan dalam meningkatkan profesionalisme satuan pengamanan (Satpam) di berbagai lingkungan kerja.
Dirbinmas Polda Kaltim Kombes Pol. Arman mengatakan, diterbitkannya Perpol Nomor 4 Tahun 2020 merupakan salah satu bentuk komitmen Polri dalam memuliakan profesi Satpam sekaligus memperkuat perannya dalam mendukung terciptanya keamanan dan ketertiban masyarakat.
Menurutnya, Satpam tidak lagi dipandang sekadar sebagai petugas penjaga pintu masuk atau aset perusahaan. Satpam merupakan pengemban fungsi kepolisian terbatas yang dalam pelaksanaan tugasnya dituntut memiliki legalitas, kompetensi sesuai standar nasional, serta integritas yang tinggi.
“Satpam bukan sekadar penjaga gerbang, tetapi merupakan bagian dari pengemban fungsi kepolisian terbatas. Karena itu, aspek legalitas, kompetensi dan integritas harus menjadi perhatian bersama,” tegasnya.
Dalam sosialisasi tersebut, Dirbinmas juga menyoroti pentingnya pemenuhan legalitas dan standarisasi kompetensi bagi seluruh personel Satpam. Setiap anggota diwajibkan memiliki registrasi, Kartu Tanda Anggota (KTA) yang masih aktif serta mengikuti dan dinyatakan lulus dalam pelatihan sesuai jenjang kompetensi yang dipersyaratkan.
Kombes Arman menegaskan, personel Satpam yang bertugas tanpa kualifikasi resmi tidak dapat lagi ditoleransi. Hal tersebut dinilai penting untuk memastikan setiap petugas yang menjalankan fungsi pengamanan benar-benar memiliki kemampuan dan pengetahuan yang memadai.
Selain itu, Badan Usaha Jasa Pengamanan (BUJP) juga diminta mengambil peran aktif dalam menciptakan tata kelola pengamanan yang profesional. BUJP harus memastikan kepatuhan terhadap perizinan operasional serta melakukan peningkatan pembinaan teknis maupun kemampuan fisik bagi para personel Satpam secara berkelanjutan.
Ditbinmas Polda Kaltim juga mengimbau seluruh perusahaan pengguna jasa Satpam agar selektif dalam memilih mitra pengamanan. Perusahaan diharapkan hanya menggunakan jasa BUJP yang memiliki legalitas dan perizinan resmi serta mendukung peningkatan kualifikasi dan kompetensi personel Satpam yang ditempatkan di lingkungan kerjanya.
“Pengguna jasa memiliki tanggung jawab untuk memastikan tenaga pengamanan yang digunakan berasal dari BUJP yang legal dan memenuhi ketentuan. Kompetensi personel juga harus menjadi perhatian, bukan hanya kebutuhan tenaga pengamanan semata,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, BUJP dan perusahaan pengguna jasa turut menjadi perhatian. Kehadiran Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kutai Timur dinilai menjadi bagian penting dalam memastikan profesi Satpam tidak hanya dituntut profesional dalam menjalankan tugas, tetapi juga mendapatkan perlindungan terhadap hak-hak ketenagakerjaannya.
Perlindungan tersebut mencakup pemenuhan hak normatif, upah yang layak, jaminan sosial ketenagakerjaan hingga aspek keselamatan dan kesehatan kerja.
Dengan adanya sosialisasi ini, Ditbinmas Polda Kaltim berharap seluruh pemangku kepentingan memiliki pemahaman yang sama terhadap implementasi Perpol Nomor 4 Tahun 2020, sehingga penyelenggaraan pengamanan swakarsa di wilayah Kalimantan Timur dapat berjalan semakin tertib, profesional dan sesuai ketentuan.
Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya Polri dalam membangun ekosistem pengamanan swakarsa yang berkualitas, sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap profesi Satpam sebagai salah satu unsur pendukung terciptanya situasi keamanan dan ketertiban yang kondusif.
Humas Polda Kaltim m 4bay
(BUDI ) -MCTI GROUP

MCTI- GROUP _PASURUAN – Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Drs. Nanang Avianto, M.Si. secara resmi membuka Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Bhayangkara Sprint Rally 2026 Putaran ke-3 di Sirkuit Horse Racing Ki Ageng Astro Joyo, Kejayan, Kabupaten Pasuruan, Sabtu (29/8/2026).
Ajang otomotif berskala nasional tersebut diikuti sekitar 100 pembalap yang terbagi dalam 15 kelas kompetisi dan berasal dari berbagai daerah di Indonesia.

Dalam sambutannya, Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto mengatakan, kepercayaan kepada Jawa Timur sebagai tuan rumah Kejurnas Bhayangkara Sprint Rally 2026 Putaran ke-3 merupakan sebuah kehormatan sekaligus amanah.
Menurut Irjen Nanang, kejuaraan tersebut bukan sekadar kompetisi untuk menguji kemampuan dan ketangkasan para pembalap, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun sportivitas, disiplin dan budaya keselamatan.
“Para pembalap yang hadir dari berbagai daerah membawa semangat kompetisi dan sportivitas. Saya berharap seluruh peserta dapat memberikan kemampuan terbaiknya dengan tetap menjunjung tinggi fair play dan mengutamakan keselamatan,” ujar Irjen Nanang.
Kapolda Jatim mengatakan, penyelenggaraan Kejurnas Bhayangkara Sprint Rally juga diharapkan memberikan multiplier effect bagi masyarakat dan perekonomian daerah.
Kehadiran peserta, tim, ofisial maupun masyarakat yang menyaksikan kejuaraan turut mendorong aktivitas sektor perhotelan, pelaku UMKM, kuliner serta pariwisata di Pasuruan dan sekitarnya.
“Event olahraga seperti ini kita harapkan tidak hanya melahirkan prestasi, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat serta ikut menggerakkan perekonomian daerah,” kata Irjen Nanang.
Lebih lanjut, Kapolda Jatim berharap Kejurnas Bhayangkara Sprint Rally dapat semakin memperkuat sinergi positif antara Polri, komunitas otomotif, pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat.
Momentum tersebut juga diharapkan menjadi sarana untuk terus menggelorakan budaya tertib dan keselamatan berlalu lintas, khususnya kepada komunitas otomotif dan generasi muda.
“Kepada seluruh peserta, saya ucapkan selamat bertanding. Junjung tinggi fair play, utamakan keselamatan, dan jadilah pelopor keselamatan berlalu lintas,” tegasnya.
Irjen Nanang mengingatkan bahwa kemampuan dan keberanian seorang pembalap harus ditempatkan pada ruang yang tepat, yakni di arena kompetisi, bukan di jalan raya.
“Pembalap sejati adalah mereka yang tangguh dan kencang di sirkuit, namun tetap patuh, santun dan taat aturan saat berada di jalan raya,” pungkas Kapolda Jatim. (*)
(BUDI MCTI-)

ACEH MCTI- GROUP Singkil Nanggroe Aceh Darussalan, Sebagai Dewan Pakar sekaligus Ketua Advokasi Hukum PD PGRI Kab Aceh Singkil Ptofesor Sutan Nasomal SH MH dalam ajang sisen kegiatan Konferensi Kerja PD PGRI Aceh Singkil sepakat bersama sama.

pengurus satu hati dan dan perusahaan keinginan yang sama dari dalam lubuk hati yang dalam seluruh pengurus komponen pengurus akan berjuang bersama sama memajukan organisasi profesi Guru dan mengupayakan meningkatkan pengetahuan wawasan dan status pendidikan maupun kesejahteraan dan sekaligus berkeinginan PD PGRI Aceh Singkil Barometer iKON organisasi profesi Guru khususnya PGRI Provinsi Nanggroeaceh Darussalam “, ujar Profesor Sutan Nasomal SH MH Pakar Hukum Internasional, Ekonom
Yang juga dipercaya menjadi Dewan Pakar dan Ketua Advokasi Hukum PGRI Aceh Singkil menjawab pertanyaan sejumlah pemimpin redaksi Media cetak onlen dikantornya Markas Pusat Perkumpulan Advokat Muda Indonesia Assotion Of Young Indonesian Advicates dibilangan Cijantung Jakarta 29/8/2026 via telpon selulernya.
Tujuh (7) Agenda Strategis Hasil Konferensi Kerja
Dalam Konferensi Kerja tersebut, disepakati sejumlah agenda strategis sebagai arah program organisasi PGRI Kabupaten Aceh Singkil ke depan, yaitu:
1.Pembentukan Pengurus Baru PGRI Cabang Kecamatan se-Kabupaten Aceh Singkil, yang dilaksanakan mulai 29 Agustus hingga 5 September 2026.
2.Penetapan pelaksanaan Hari Guru Nasional (HGN) Tahun 2026, yang akan dilaksanakan pada 25 November 2026 di Kecamatan Singkil, sebagai ibu kota Kabupaten Aceh Singkil.
3.Penguatan program advokasi dan pendampingan hukum melalui LBH PGRI Aceh Singkil, sebagai bentuk perlindungan dan pendampingan bagi anggota PGRI. Program advokasi hukum tersebut berada di bawah koordinasi Prof. Dr. K.H. Sutan Nasomal, S.H., M.H., LL.B., LL.M., Ph.D., Pakar Hukum Internasional sekaligus Dewan Pakar PGRI Kabupaten Aceh Singkil.
4.Pendataan seluruh pengurus dan anggota PGRI Aceh Singkil serta penerapan Kartu Digitalisasi Elektronik Guru se-Kabupaten Aceh Singkil, sebagai bagian dari modernisasi dan penguatan layanan organisasi.
5.Pendataan anggota PGRI yang belum menyelesaikan pendidikan S1 serta anggota yang berminat melanjutkan pendidikan ke jenjang S2, sebagai bagian dari upaya peningkatan kompetensi dan kualitas sumber daya manusia guru.
6.Penguatan kegiatan sosial dan kemanusiaan, khususnya dalam membantu anggota dan keluarga besar PGRI yang mengalami kemalangan, bencana alam, musibah, maupun kondisi sosial lainnya.
7.Mendirikan Koperasi Guru Aceh Singkil
diharapkan menjadi wadah kebersamaan dan kemandirian ekonomi para guru, dengan manfaat:
a.Meningkatkan kesejahteraan dan ekonomi anggota.
b.Menyediakan layanan simpan pinjam yang mudah dan terpercaya.
c.Membuka peluang usaha bersama yang produktif.
d.Membangun budaya gotong royong dan solidaritas antar-guru.
e.Memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi anggota dan keluarga.
InsyaAllah Menuju PGRI yang Solid, Profesional dan Berdaya
Konferensi Kerja PGRI Kabupaten Aceh Singkil Tahun 2026 diharapkan tidak berhenti pada forum musyawarah semata, tetapi mampu melahirkan langkah nyata dan program yang memberikan manfaat langsung bagi guru, anggota organisasi, serta kemajuan dunia pendidikan.
Seluruh jajaran PGRI Kabupaten Aceh Singkil diharapkan mampu menjalankan hasil konferensi dengan penuh tanggung jawab, kebersamaan, dan semangat pengabdian.
Dengan semangat solidaritas, profesionalisme, dan kolaborasi, PGRI Aceh Singkil berkomitmen untuk terus hadir sebagai organisasi profesi yang kuat, bermartabat, dan bermanfaat dalam meningkatkan kualitas guru serta memajukan pendidikan di Kabupaten Aceh Singkil.
Hidup Guru! Hidup PyGRI! Solidaritas!
(ADI SAPUTRA SH)

MCTI-GROUP _BEKASI – Polsek Setu Polres Metro Bekasi menggelar Patroli Biru Cipta Kondusif pada malam hari sebagai langkah preventif untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (guantibmas) di wilayah hukum Polsek Setu.
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 23.30 WIB hingga selesai tersebut dipimpin langsung Kapolsek Setu AKP Usep Aramsyah, S.H., M.H., dengan melibatkan 18 personel gabungan yang terdiri dari unsur TNI, Polri, Pokdar Kamtibmas dan ojol.

Patroli menyasar sejumlah lokasi, di antaranya kawasan Perum Grand Residence di perbatasan Setu–Bantar Gebang, Desa Cijengkol, serta SPBU di Jalan Raya MT. Haryono, Desa Lubangbuaya, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi.
Dalam pelaksanaannya, personel melakukan patroli mobile dengan menyisir sentra ekonomi, kawasan pemukiman masyarakat dan sejumlah titik yang dinilai rawan terjadinya gangguan kamtibmas.
Selain mengantisipasi tindak pidana 3C, yakni pencurian dengan kekerasan, pencurian dengan pemberatan dan pencurian kendaraan bermotor, patroli juga difokuskan untuk mencegah tawuran, begal, balap liar serta kejahatan jalanan lainnya.
Kapolsek Setu bersama personel gabungan turut memastikan situasi di sejumlah titik tetap aman sekaligus memberikan rasa nyaman kepada masyarakat yang masih beraktivitas pada malam hari.
Hasil patroli menunjukkan situasi wilayah hukum Polsek Setu dalam keadaan aman, lancar dan kondusif. Selama kegiatan berlangsung, tidak ditemukan adanya kejadian menonjol maupun gangguan kamtibmas.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Polsek Setu dalam memperkuat kehadiran aparat keamanan di tengah masyarakat sekaligus membangun sinergi bersama TNI dan unsur masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.
Adi /Memet
MCTI-GROUP _BEKASI – Polsek Setu Polres Metro Bekasi menggelar Patroli Biru Cipta Kondusif pada malam hari sebagai langkah preventif untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (guantibmas) di wilayah hukum Polsek Setu.
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 23.30 WIB hingga selesai tersebut dipimpin langsung Kapolsek Setu AKP Usep Aramsyah, S.H., M.H., dengan melibatkan 18 personel gabungan yang terdiri dari unsur TNI, Polri, Pokdar Kamtibmas dan ojol.
Patroli menyasar sejumlah lokasi, di antaranya kawasan Perum Grand Residence di perbatasan Setu–Bantar Gebang, Desa Cijengkol, serta SPBU di Jalan Raya MT. Haryono, Desa Lubangbuaya, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi.

Dalam pelaksanaannya, personel melakukan patroli mobile dengan menyisir sentra ekonomi, kawasan pemukiman masyarakat dan sejumlah titik yang dinilai rawan terjadinya gangguan kamtibmas.
Selain mengantisipasi tindak pidana 3C, yakni pencurian dengan kekerasan, pencurian dengan pemberatan dan pencurian kendaraan bermotor, patroli juga difokuskan untuk mencegah tawuran, begal, balap liar serta kejahatan jalanan lainnya.
Kapolsek Setu bersama personel gabungan turut memastikan situasi di sejumlah titik tetap aman sekaligus memberikan rasa nyaman kepada masyarakat yang masih beraktivitas pada malam hari.
Hasil patroli menunjukkan situasi wilayah hukum Polsek Setu dalam keadaan aman, lancar dan kondusif. Selama kegiatan berlangsung, tidak ditemukan adanya kejadian menonjol maupun gangguan kamtibmas.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Polsek Setu dalam memperkuat kehadiran aparat keamanan di tengah masyarakat sekaligus membangun sinergi bersama TNI dan unsur masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.
Adi /Memet

TANGERANG —MCTI-GROUP – Pelarian S (40), tersangka pencurian rumah kosong (rumsong) di wilayah Sepatan, Kabupaten Tangerang, berakhir setelah berhasil ditangkap Unit Reskrim Polsek Sepatan.
Tersangka yang sebelumnya masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) tersebut diamankan saat bersembunyi di kawasan Perumahan Villa Regency 1, Gebang Raya, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang, pada Minggu (23/8/2026) sekitar pukul 00.14 WIB.
S merupakan tersangka dalam kasus pencurian yang terjadi di Kampung Sarakan, Desa Pisangan Jaya, Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang, pada 18 Juli 2026.
Kasus tersebut bermula ketika korban, Sri Tanti, bersama keluarganya meninggalkan rumah dalam keadaan kosong. Saat kembali, korban mendapati pintu belakang rumah dalam kondisi terbuka dan bagian dalam kamar berantakan.
Setelah dilakukan pemeriksaan, korban mengetahui sejumlah barang miliknya telah hilang. Barang yang dicuri di antaranya satu unit telepon seluler (HP) Vivo Y03T dan perhiasan emas seberat 30 gram.
Atas kejadian tersebut, korban kemudian melaporkannya ke Polsek Sepatan.
Kapolsek Sepatan AKP Fahyani mengatakan, setelah menerima laporan korban, Kanit Reskrim Polsek Sepatan Ipda Arqi Afiandi bersama tim langsung melakukan penyelidikan untuk mengungkap keberadaan pelaku.
Dari hasil penyelidikan, polisi akhirnya memperoleh informasi mengenai keberadaan S dan langsung melakukan penangkapan.
“Pelaku kami amankan di tempat persembunyiannya. Saat dilakukan pemeriksaan awal, pelaku S mengakui bahwa dirinya melakukan pencurian bersama ST yang saat ini sudah ditahan,” ujar AKP Fahyani.
Dalam menjalankan aksinya, kedua pelaku memiliki peran berbeda. ST bertugas memantau situasi sekitar, sedangkan S berperan sebagai eksekutor yang masuk ke dalam rumah korban.
TANGERANG-MCTI-GROUP –
Polisi masih terus mengembangkan kasus tersebut, termasuk mencari barang bukti lainnya serta mendalami kemungkinan adanya pelaku atau jaringan lain yang terlibat.
Plh Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol. Eko Bagus Riyadi mengimbau masyarakat agar tidak meninggalkan rumah dalam kondisi tanpa pengawasan, terutama apabila bepergian dalam waktu yang cukup lama.
Masyarakat juga diminta memastikan seluruh pintu, jendela, dan akses masuk rumah telah terkunci dengan baik sebelum meninggalkan kediaman.
“Jika harus meninggalkan rumah, masyarakat dapat berkoordinasi dengan tetangga atau lingkungan sekitar untuk ikut melakukan pengawasan. Kami mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan,” kata Eko.
Ia juga meminta warga segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila menemukan aktivitas yang mencurigakan.
“Apabila menemukan aktivitas yang mencurigakan, segera laporkan kepada kepolisian melalui call center 110 atau datang langsung ke Polsek terdekat. Jangan mengambil tindakan sendiri,” ujarnya.
Kombes Pol. Eko Bagus juga mengingatkan masyarakat untuk kembali mengaktifkan sistem keamanan lingkungan serta meningkatkan kepedulian dan kewaspadaan antarwarga.
“Keamanan bukan hanya tanggung jawab polisi. Peran aktif masyarakat sangat penting untuk mencegah terjadinya tindak pidana,” pungkasnya.
pemimpin Umum
media MCTI- TV GROUP
(ADI SAPUTRA SH)
MCTI- TV GROUP Jakarta, 30 – 8 – 2026,
Prof DR Sutan Nasomal SH,MH menganalisa bahwa Jutaan Pedagang Dengan modal kecil mengalami krisis dan bangkrut dampak dari sebuah kebijakan program Pemerintah RI di sektor ekonomi lumpuh.
Mas No pedagang bakso mengkisahkan pengalaman pahit getirnya setelah Program MBG di laksanakan. Omsetnya menurun 80% akibat menurunnya daya beli masyarakat. Dari tahun 1994 berdagang bakso solo di kabupaten Bogor sampai tahun 2024 tidak pernah mengalami penurunan daya beli pelanggan sampai 80%.
Menurut Mas No. Ribuan warung makanan dan pedagang didekat sekolah juga mengalami kebangkrutan. Sumber pendapatan orang kecil padam dan hilang. Menjadi ruang luas terbuka jutaan penduduk menjadi pengangguran serta semakin miskin. Yang menikmati Program MBG hanya pengusaha bermodal besar. Karena untuk bisa bermitra membangun dapur SPPG itu harus ada modal diatas 2 milyar

Merasa semakin tergerus modal kecilnya mas no tidak lama lagi tidak bisa usaha dagang bakso lagi, dampak situasi usaha semakin sepi. Dagang bakso dengan mengontrak kios pertahun 35 juta ukuran 5 meter x 10 meter di dekat pasar cikreteg caringin Bogor selama 24 tahun ini telah di tekuni mas no.
Begitu juga dengan jutaan masyarakat pemodal kecil lainnya seluruh Indonesia. Merasakan menurunnya daya beli masyarakat saat ini, sehingga di ambang krisis besar atau di ambang kebangkrutan.
Para pedagang gorengan tempe tahu juga menyampaikan hal yang sama bahwa daya beli masyarakat sangat menurun drastis selama setahun lebih.
Persoalan ini menjadi perhatian Prof DR Sutan Nasomal SH,MH. Kemiskinan semakin meluas di masyarakat Indonesia. Mencari penghasilan untuk menopang kehidupan agar bisa punya uang empat juta perbulan saja sudah tidak mungkin. Setiap keluarga yang kurang mampu umumnya mengontrak rumah petakan dengan nilai satu juta lima ratus ribu atau dua juta perbulan. Biaya untuk makan sehari hari saat ini hanya seketemunya. Yang penting bisa masak nasi setiap hari dari dua liter beras yang di masak.
Kondisi masyarakat saat ini tidak sedikit yang harus makan sehari hanya sekali karena tidak ada biaya untuk membeli. Juga banyak masyarakat yang bisa makan dengan melakukan pekerjaan mengemis. Kalau tidak begitu pada kelaparan.
Prof DR Sutan Nasomal SH,MH meminta Presiden RI Prabowo Subianto mencopot para menterinya yang tidak becus bekerja atau tidak paham bahwa rakyat sudah mulai tidak bisa makan. Masyarakat tidak ada penghasilan dampak turunnya daya beli.
Presiden RI harus tegas kepada semua menterinya karena rakyat kalau kelaparan dan kebangkrutan dimana mana terjadi. Pasti mati kelaparan rakyat Indonesia. Maka nama baik Presiden yang menjadi buruk. Kepercayaan dan dukungan masyarakat hilang kepada Presiden. Bisa prahara perang terjadi.
Begitu sedihnya masyarakat karena merasakan semakin sulitnya mendapatkan penghasilan untuk makan sehari hari. Tidak semua orang bisa bertahan dengan situasi ekonomi parah seperti ini. Hal ini disampaikan Prof DR Sutan Nasomal SH,MH kepada para awak media. Ini sudah darurat lapar.
Prof DR Sutan Nasomal SH,MH menilai laporan yang datang di meja Presiden RI dari para mentrinya tidak sesuai dengan fakta di masyarakat. Sehingga tidak ada gebrakan mengenai ekonomi agar masyarakat pemodal kecil bisa merasakan manfaatnya dan mampu bertahan untuk kehidupannya.
Prof DR Sutan Nasomal SH,MH menyampaikan kepada awak media. Majunya sebuah negara bisa di lihat dari masyarakat pemodal kecil bisa mendapatkan penghasilan yang sehat dan mampu bertahan guna mencukupi kebutuhannya. Bila semakin banyak yang bangkrut maka negara tersebut sakit parah akibat banyak oknum tidak waras menduduki jabatan di pemerintahan. Hanya memperkaya diri dan para kelompoknya saja dan tidak perduli dengan nasib masyarakat.
Narasumber : Prof DR Sutan Nasomal SH,MH Pakar Hukum Internasional, Ketua Umum, Perkumpulan Advokat Muda Indonesia Assotion Of Young Indonesian Advocates Ketua Umum YPLBH Profesor s
Sutan Nasomal SH MH Rektor Univ STIA STIH Probass Pendiri Pengasuh Ponpes ASS SAQWA PLUS.
(ADI SAPUTRA SH)