Kabupaten Serang, – Kondisi memprihatinkan terlihat di SD Negeri Sukanegara 02, Kampung Kademangan Besar Desa Sukajaya, Kecamatan Pontang, Kabupaten Serang.

Pagar sekolah ambruk dan belum ada perbaikan, membuat pihak sekolah khawatir akan keamanan dan kenyamanan siswa.

Pantauan awak media di lokasi, pada Senin (24/08/2026) terlihat jelas pagar sekolah yang terbuat dari tembok itu roboh di beberapa bagian.

Material bangunan berserakan di sekitar lokasi
sangat prihatin dengan kondisi ini.

Pagar yang ambruk tentu mengganggu keamanan dan kenyamanan siswa saat belajar

Diduga, ambruknya pagar tersebut akibat ada pergeseran tanah beberapa waktu lalu.

Semoga Dinas Pendidikan kabupaten Serang segera memberikan bantuan untuk perbaikan pagar ini. Karena keamanan siswa adalah prioritas utama

‎Tanggamus – Cabang Kejaksaan Negeri Tanggamus di Talang Padang melaksanakan kegiatan Penyuluhan Hukum Program Jaksa Masuk Sekolah (JMS) Tahun 2026 yang bertempat di SMP Negeri 2 Talang Padang.senin 24/08/2026
‎
‎Dalam kegiatan tersebut,Kepala Cabang Kejaksaan Negeri Tanggamus di Talang Padang, Mohammad Kemal Pasha Zahrie, S.H., M.H., bertindak sebagai Pembina Upacara pada pelaksanaan upacara di SMP Negeri 2 Talang Padang.


‎
‎Setelah pelaksanaan upacara,kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi penyuluhan hukum dalam rangka memberikan pemahaman dan edukasi hukum kepada para siswa.Materi yang disampaikan meliputi pengenalan hukum,pentingnya menaati aturan serta peran dan tanggung jawab generasi muda dalam menciptakan lingkungan yang sadar dan taat hukum.
‎
‎Program Jaksa Masuk Sekolah (JMS) merupakan salah satu bentuk upaya Kejaksaan dalam memberikan penerangan dan penyuluhan hukum kepada para pelajar sejak dini.Melalui kegiatan tersebut,diharapkan para siswa dapat memahami hukum secara sederhana,mengetahui hak dan kewajibannya,serta mampu menghindari berbagai perbuatan yang dapat berhadapan dengan hukum.


‎
‎Kepala Cabang Kejaksaan Negeri Tanggamus di Talang Padang,Mohammad Kemal Pasha Zahrie,S.H., M.H., menyampaikan bahwa kegiatan Jaksa Masuk Sekolah merupakan bentuk nyata kehadiran Kejaksaan di tengah masyarakat,khususnya di lingkungan pendidikan.
‎
‎“Melalui program Jaksa Masuk Sekolah,kami berharap para pelajar dapat lebih mengenal dan memahami hukum sejak dini,sehingga dapat menjadi generasi muda yang sadar hukum,disiplin,serta mampu menjauhi berbagai bentuk pelanggaran hukum.”
‎
‎Kegiatan penyuluhan hukum tersebut berlangsung dengan tertib dan mendapat antusiasme dari para siswa dan pihak sekolah.
‎
‎H.suwandi selaku kepala sekolah SMPN2 Talangpadang Tanggamus
‎Mengatakan,jika pihak sekolah merasa sangat senang dengan ada penyuluhan hukum ini “.Suatu kehormatan bagi kami jajaran dewan guru karena sekolah kita menjadi tempat penyuluhan hukum dari kejaksaan negeri Tanggamus di  talangpadang,tentunya. Ini sangat bermanfaat,bukan saja bagi para siswa tapi juga bagi kami dewan guru” ujar nya
‎Sementara itu terpisah ketua komite SMPN2 Talang Padang H.Muhhamad Rizal.SE berharap,kegiatan semacam ini bersifat continue agar sasaran atau target  sadar hukum di lingkungan sekolah dapat tercapai.

Yayasan Alamanda menyalurkan bantuan berupa tas sekolah dan perlengkapan alat tulis kepada para siswa-siswi SDN 1 Talang Lebar, Kecamatan Pugung, Kabupaten Tanggamus, pada bulan Juli 2026. Kegiatan sosial ini memprioritaskan penerima bantuan kepada anak-anak yatim dan yatim piatu di sekolah tersebut.‎

‎Penyerahan bantuan berlangsung secara sederhana namun penuh kehangatan di lingkungan sekolah. Penyerahan diwakili oleh Ibu Roswati, S.Pd. didampingi oleh para guru SDN 1 Talang Lebar.serta para pendidik dan tenaga kependidikan sekolah.‎ ‎Dalam sambutannya,Ibu Roswati, S.Pd. selaku perwakilan Yayasan Alamanda menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud kepedulian yayasan terhadap dunia pendidikan, khususnya bagi anak-anak yang membutuhkan perhatian lebih.‎

‎”Bantuan ini kami tujukan terutama kepada anak-anak yatim dan yatim piatu. Semoga apa yang kami berikan dapat meringankan beban mereka dan memotivasi semangat belajar mereka ke depan,” ujar Ibu Roswati.‎ ‎Roswati s.pd,menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam kepada Yayasan Alamanda atas perhatian dan dukungan yang diberikan kepada para siswanya.‎ ‎

“Kami sangat berterima kasih kepada Yayasan Alamanda. Bantuan tas dan alat tulis ini sangat bermanfaat, terutama bagi anak-anak yatim piatu di sekolah kami.

Semoga kemitraan ini terus terjalin demi kemajuan pendidikan di SDN 1 Talang Lebar,” ungkap Ibu Sasmiah.‎ ‎Para guru yang hadir juga menyambut baik kegiatan ini dan berharap bantuan tersebut dapat memberikan semangat baru bagi para siswa dalam menempuh pendidikan. Kegiatan ini diharapkan dapat terus berlanjut di masa mendatang untuk mendukung kesejahteraan dan prestasi siswa.

| LUWU — Kebebasan mereka memang untuk sementara dibatasi karena harus menjalani proses hukum. Namun, hak untuk mendapatkan perhatian dan pelayanan kesehatan tetap menjadi bagian yang tidak boleh diabaikan.

Pesan kemanusiaan itu ditunjukkan jajaran Polres Luwu melalui pemeriksaan kesehatan terhadap seluruh tahanan yang berada di Rutan Polres Luwu, Senin (24/8/2026).

Kegiatan tersebut dilaksanakan bersamaan dengan pengecekan dan pengawasan tahanan sebagai bentuk tanggung jawab kepolisian dalam memastikan keamanan sekaligus kondisi kesehatan setiap orang yang berada dalam ruang tahanan.

Petugas melakukan pengecekan jumlah dan identitas tahanan pada masing-masing ruang, memantau kondisi kesehatan mereka serta memastikan ruang tahanan dalam keadaan aman dan layak. Pemeriksaan juga mencakup kondisi pintu, teralis, ventilasi dan sarana pendukung keamanan.

Secara umum, kondisi kesehatan para tahanan berada dalam keadaan baik dan tetap terpantau. Namun, terhadap tahanan yang menyampaikan keluhan kesehatan, petugas memberikan perhatian dan penanganan sesuai kebutuhan dengan berkoordinasi bersama dokter dan tenaga kesehatan Polres Luwu.

Di antaranya tahanan kasus narkoba, Lel. Asril yang memiliki keluhan sakit usus buntu serta Lel. Wahyu Pratama yang mengalami sakit gigi berlubang. Keduanya mendapatkan penanganan sesuai kondisi kesehatan yang dialami.

Bagi Polres Luwu, pemeriksaan tersebut bukan sekadar rutinitas.

Ada sisi kemanusiaan yang ingin terus dijaga.

Sebab mereka yang berada di balik jeruji tetaplah manusia. Mereka mungkin sedang mempertanggungjawabkan dugaan perbuatannya melalui proses hukum, tetapi mereka tetap bisa merasakan sakit, membutuhkan pertolongan dan berhak mendapatkan pelayanan kesehatan sebagaimana mestinya.

Kapolres Luwu AKBP Andrias Nurcahyo Wibowo menegaskan bahwa ketegasan dalam penegakan hukum harus berjalan beriringan dengan sikap humanis.

“Walaupun mereka berstatus tahanan dan sedang menjalani proses hukum, mereka tetap manusia yang harus kita perlakukan sebagaimana mestinya. Kesehatan dan keselamatan mereka menjadi tanggung jawab kita selama berada dalam pengawasan Polri.”

Kapolres juga mengingatkan personel agar tidak hanya fokus pada aspek keamanan, tetapi turut memperhatikan kondisi kesehatan dan kebersihan para tahanan.

“Kita harus tegas dalam menjalankan hukum, tetapi jangan kehilangan rasa kemanusiaan. Jika ada tahanan yang sakit atau memiliki keluhan, segera berikan penanganan dan koordinasikan dengan tenaga kesehatan,” tegasnya.

Selain pemeriksaan kesehatan, kebersihan ruang tahanan, kebersihan diri serta sanitasi turut menjadi perhatian guna mencegah timbulnya penyakit.

Sementara itu, personel jaga terus melaksanakan pengawasan secara berkala dan kontrol rutin terhadap seluruh ruang tahanan. Dari hasil pengecekan, seluruh tahanan dalam keadaan lengkap dan situasi keamanan Rutan Polres Luwu berjalan aman serta terkendali.

Karena bagi Polres Luwu, penegakan hukum bukan hanya tentang bagaimana seseorang diproses karena perbuatannya, tetapi juga tentang bagaimana negara tetap memperlakukan manusia dengan layak selama proses itu berlangsung.

Kebebasan mereka mungkin sementara tertahan. Namun kepedulian tidak boleh ikut terkurung di balik jeruji.

Nasrullah Kaperwil Sul-Sel

| LUWU — Kapolres Luwu AKBP Andrias Nurcahyo Wibowo, S.H., S.I.K., M.Si., terus memperkuat komunikasi dan kemitraan dengan seluruh elemen masyarakat. Salah satunya melalui kegiatan silaturahmi bersama tokoh masyarakat Kerukunan Keluarga Jawa (KKJ) di Kelurahan Sabe, Kecamatan Belopa Utara, Kabupaten Luwu, Senin (24/8/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Kapolres Luwu didampingi Kasat Binmas Polres Luwu AKP Petrus Sandalle, Kasat Intelkam Polres Luwu AKP Sumarre Usman R., S.H., serta Kapolsek Belopa AKP Ralim, S.H., M.H.

Kedatangan Kapolres Luwu bersama rombongan disambut Ketua Kerukunan Keluarga Jawa (KKJ) Kabupaten Luwu Drs. Hari Purnomo, M.Pd., bersama para tokoh masyarakat KKJ.

Kegiatan silaturahmi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan AKBP Andrias Nurcahyo Wibowo sebagai Kapolres Luwu yang baru, sekaligus mempererat hubungan kemitraan dan komunikasi antara Polri dengan tokoh masyarakat dalam rangka memperkuat sinergitas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Kapolres Luwu menekankan pentingnya peran serta seluruh elemen masyarakat, khususnya para tokoh masyarakat, dalam membantu Polri menciptakan dan memelihara situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.

Menurutnya, komunikasi yang baik serta penyampaian informasi secara dini menjadi bagian penting dalam mencegah berbagai potensi gangguan kamtibmas agar tidak berkembang di tengah masyarakat.

“Keamanan dan ketertiban merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, kami berharap komunikasi dan kerja sama yang selama ini terjalin dapat terus diperkuat. Apabila terdapat informasi maupun potensi gangguan kamtibmas, kami mengharapkan masyarakat dapat segera berkoordinasi dengan pihak kepolisian,” ujar Kapolres Luwu.

Kapolres juga mengajak seluruh tokoh masyarakat untuk terus menjadi mitra Polri dalam menjaga persatuan, memperkuat kerukunan, serta mendukung pelaksanaan tugas kepolisian yang profesional, transparan, dan berorientasi pada pelayanan kepada masyarakat.

Kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari jajaran Kerukunan Keluarga Jawa. Pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan itu diharapkan semakin memperkuat kolaborasi antara Polri dan masyarakat dalam mewujudkan Kabupaten Luwu yang aman, damai, dan kondusif.

Nasrullah Kaperwil Sul-Sel

‎
MCTI-TV GROUP-//‎Tangerang [] Rumah seorang warga di perumahan Pondok Makmur dibobol maling. Korban yang diketahui bernama Muhamad Refi Nur Hidaya baru mengetahui kebobolan setelah melihat jendela kamarnya rusak dan tidak tertutup rapat.
‎
‎Peristiwa tersebut diketahui korban pada Minggu (23/8/2026). Saat memeriksa rumah dan mendapati jendela kamar terlihat dalam kondisi rusak tidak terkunci. Sejumlah barang di dalam rumah juga dilaporkan hilang.

Diketahui, korban kehilangan satu keping emas batangan seberat 2 gram yang ditaksir mengalami kerugian materi sebesar Rp, 5.098.000, (Lima juta sembilan puluh Delapan ribu rupian).

‎Korban kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Jatiuwung, Kota Tangerang. Laporan tercatat dengan nomor LP/B/662/VIII/Res/2026/PMJ/RetroTng/Sek Jtu.
‎


‎Muhamad Refi Nur Hidaya berharap kepolisian segera mengungkap kasus tersebut dan menangkap terduga pelaku.
‎
‎“Saya berharap terduga pelaku segera tertangkap dan barang-barang yang hilang dapat diketahui keberadaannya,” ujar Muhamad Refi Nur Hidaya.
‎
‎Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap kronologi kejadian serta mengidentifikasi terduga pelaku.Peristiwa ini juga menjadi perhatian warga Perumahan Pondok Makmur.
‎
‎Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan dengan memastikan pintu dan jendela rumah terkunci serta memperkuat keamanan lingkungan.
‎
Salah satu kakak korban, ‎Moh Rudolf dari Wakil Kabid Humas DPP Forum Wartawan Jaya (FWJ) Indonesia akan mengawal Kasus ini sampai selesai dan berharap pelaku dapat segera ditangkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku di Indonesia.[]

(Adi/Sambo)

MCTI-TV-GROUP-Sibolga,Sumut,Sibolga,23/08/2026-Dari awak media mendengar keluhan para pedagang Sibolga,Provinsi Sumut.Konfirmasi kepada Ketua APPS,sudah terlalu banyak persoalan yang terjadi di Pasar Nauli Sibolga.Dan hari ini,semakin banyak pedagang mempertanyakan,sampai kapan Kepala Pasar tetap dipertahankan,ucap ketua APPS (Sabtu,22/08/2026).

Mulai dari kebakaran pasar, lemahnya sistem keamanan, kejadian pencurian yang berulang,hingga munculnya dugaan pungutan liar yang meresahkan pedagang.

Kini persoalannya semakin serius.Kios pedagang di lantai dua sampai dibobol.

Ini bukan lagi persoalan kecil.Pasar adalah tempat masyarakat mencari nafkah.Ketika keamanan tidak mampu memberikan rasa aman kepada pedagang,maka fungsi pengelolaan pasar patut di dipertanyakan.

Kami tidak sedang meminta seseorang dihukum tanpa proses ucap pedagang yang tidak mau disebutkan namanya.Kami meminta Wali Kota Sibolga melakukan evaluasi secara serius dan terbuka terhadap kinerja Kepala Pasar Nauli Sibolga.

Kalau hasil evaluasi menunjukkan bahwa pengelolaan selama ini memang gagal,maka jangan dipertahankan orang hanya karena jabatan,pungkasnya.

Kami meyakini masih banyak orang di lingkungan Pemerintah Kota Sibolga yang memiliki kapasitas, integritas dan kemampuan manajerial yang lebih baik untuk mengelola Pasar Nauli Sibolga.

Pak Wali Kota, ini saatnya mengambil keputusan.

Pedagang membutuhkan pasar yang aman, tertib dan dikelola secara profesional bukan pasar yang terus dihantui kebakaran, pencurian, dugaan pungutan liar dan lemahnya pengawasan.

Evaluasi. Bila gagal,copot!!!
Pasar Nauli membutuhkan pembenahan,bukan pembiaran.

Awak media,menyangyangkan keluhan para pedagang tersebut.Mendesak Pak Walikota Sibolga keras.Agar di copot jabatan Kepala Pasar.

Jangan sampai kesan ketidakpercayaan masyrakat terhadap Pemerintah Kota Sibolga,demi kepentingan umum masyarakat banyak.Pasar urat nadi para pedagang dan pembeli/konsumen,pungkas Ketua APPS.

Penulis Berita : Augustine Steven Sitorus,SE (KAPERWIL SUMUT)

MCTI-TV-GROUP-Sibolga,Sumut,Sibolga,23/08/2026-Dari awak media mendengar keluhan para pedagang Sibolga,Provinsi Sumut.Konfirmasi kepada Ketua APPS,sudah terlalu banyak persoalan yang terjadi di Pasar Nauli Sibolga.Dan hari ini,semakin banyak pedagang mempertanyakan,sampai kapan Kepala Pasar tetap dipertahankan,ucap ketua APPS (Sabtu,22/08/2026).

Mulai dari kebakaran pasar, lemahnya sistem keamanan, kejadian pencurian yang berulang,hingga munculnya dugaan pungutan liar yang meresahkan pedagang.

Kini persoalannya semakin serius.Kios pedagang di lantai dua sampai dibobol.

Ini bukan lagi persoalan kecil.Pasar adalah tempat masyarakat mencari nafkah.Ketika keamanan tidak mampu memberikan rasa aman kepada pedagang,maka fungsi pengelolaan pasar patut di dipertanyakan.

Kami tidak sedang meminta seseorang dihukum tanpa proses ucap pedagang yang tidak mau disebutkan namanya.Kami meminta Wali Kota Sibolga melakukan evaluasi secara serius dan terbuka terhadap kinerja Kepala Pasar Nauli Sibolga.

Kalau hasil evaluasi menunjukkan bahwa pengelolaan selama ini memang gagal,maka jangan dipertahankan orang hanya karena jabatan,pungkasnya.

Kami meyakini masih banyak orang di lingkungan Pemerintah Kota Sibolga yang memiliki kapasitas, integritas dan kemampuan manajerial yang lebih baik untuk mengelola Pasar Nauli Sibolga.

Pak Wali Kota, ini saatnya mengambil keputusan.

Pedagang membutuhkan pasar yang aman, tertib dan dikelola secara profesional bukan pasar yang terus dihantui kebakaran, pencurian, dugaan pungutan liar dan lemahnya pengawasan.

Evaluasi. Bila gagal,copot!!!
Pasar Nauli membutuhkan pembenahan,bukan pembiaran.

Awak media,menyangyangkan keluhan para pedagang tersebut.Mendesak Pak Walikota Sibolga keras.Agar di copot jabatan Kepala Pasar.

Jangan sampai kesan ketidakpercayaan masyrakat terhadap Pemerintah Kota Sibolga,demi kepentingan umum masyarakat banyak.Pasar urat nadi para pedagang dan pembeli/konsumen,pungkas Ketua APPS.

Penulis Berita : Augustine Steven Sitorus,SE (KAPERWIL SUMUT)

MCTI-TV-GROUP-Sibolga,Sumut,Sibolga,23/08/2026-Dari awak media mendengar keluhan para pedagang Sibolga,Provinsi Sumut.Konfirmasi kepada Ketua APPS,sudah terlalu banyak persoalan yang terjadi di Pasar Nauli Sibolga.Dan hari ini,semakin banyak pedagang mempertanyakan,sampai kapan Kepala Pasar tetap dipertahankan,ucap ketua APPS (Sabtu,22/08/2026).

Mulai dari kebakaran pasar, lemahnya sistem keamanan, kejadian pencurian yang berulang,hingga munculnya dugaan pungutan liar yang meresahkan pedagang.

Kini persoalannya semakin serius.Kios pedagang di lantai dua sampai dibobol.

Ini bukan lagi persoalan kecil.Pasar adalah tempat masyarakat mencari nafkah.Ketika keamanan tidak mampu memberikan rasa aman kepada pedagang,maka fungsi pengelolaan pasar patut di dipertanyakan.

Kami tidak sedang meminta seseorang dihukum tanpa proses ucap pedagang yang tidak mau disebutkan namanya.Kami meminta Wali Kota Sibolga melakukan evaluasi secara serius dan terbuka terhadap kinerja Kepala Pasar Nauli Sibolga.

Kalau hasil evaluasi menunjukkan bahwa pengelolaan selama ini memang gagal,maka jangan dipertahankan orang hanya karena jabatan,pungkasnya.

Kami meyakini masih banyak orang di lingkungan Pemerintah Kota Sibolga yang memiliki kapasitas, integritas dan kemampuan manajerial yang lebih baik untuk mengelola Pasar Nauli Sibolga.

Pak Wali Kota, ini saatnya mengambil keputusan.

Pedagang membutuhkan pasar yang aman, tertib dan dikelola secara profesional bukan pasar yang terus dihantui kebakaran, pencurian, dugaan pungutan liar dan lemahnya pengawasan.

Evaluasi. Bila gagal,copot!!!
Pasar Nauli membutuhkan pembenahan,bukan pembiaran.

Awak media,menyangyangkan keluhan para pedagang tersebut.Mendesak Pak Walikota Sibolga keras.Agar di copot jabatan Kepala Pasar.

Jangan sampai kesan ketidakpercayaan masyrakat terhadap Pemerintah Kota Sibolga,demi kepentingan umum masyarakat banyak.Pasar urat nadi para pedagang dan pembeli/konsumen,pungkas Ketua APPS.

Penulis Berita : Augustine Steven Sitorus,SE (KAPERWIL SUMUT)

MCTI- GROUP NTT-Rumah tidak Layak Huni di Benteng Jawa, Kec. Lamba Leda Kabupaten Manggarai Timur
Nagekeo Nusa Tenggara Timur (NTT),Belakangan ini di Sebahagian Daerah Indonesia terjadi berbagai yang namanya peristiwa bencana alam yang sangat merugikan meresahkan dan mengancam korban luka luka bahkan jiwa sangat

mengenaskan memang Saya berharap kiranya yth Bapak Haji Prabowo Subianto urgen memerintahkan seluruh pimpinan tinggi negara maupun kepala daerah Gubernur Bupati Walikota jangan lengah bila didaershnya terjadu bencana apapun itu gunakan dana yang tidak terduga untuk mengantisipasi menolong membantu masyarakat yang terkena ditimpa musibah bencana alam jangan lalai para pemimpin negara Menteri Gubernur Bupati Walikota karena selama ini anda lalai dan janganlah bantuan kemanusian malah andai tilep korupsi “, ujar Prof Sutan Nasomal SH MH Pakar Hukum, Ekonom Pemerhati nasib kemanusiaan internasional memberikan tanggapannya atas kejadian musibah bencana yang terjadi di Kab Nagekeo Provinsi Nusa Tenggara Timur dikantornya Markas Pusat Partai Oposisi Merdeka dibilangan Cijantung Jakarta 23 /8/2026 via telpon selulernya.

Bernadus melaporkan dari Manggarai Timur bahwa puluhan ribu rumah rusak dan tak layak huni sehingga masyarakat tidur di luar rumah tidak memiliki Tenda.

Aliran Listrik juga masih banyak yang padam. Sehingga untuk berkomunikasi sangat sulit untuk memberikan informasi yang akurat.

Masyarakat yang tertimpa bangunan sehingga mengalami luka luka dan patah tulang hanya mendapatkan bantuan kesehatan seadanya di Puskesmas. Menurut pak Bernadus di Manggarai bahwa harus gerak cepat bantuan datang dari Pusat Pemerintah atau dari wilayah pemerintah NTT

Jembatan Dampek kec. Lamba leda Utara, kab. Manggarai Timur
Bernadus. menyampaikan kondisi saat ini sebanyak 6.541 rumah di Manggarai Barat rusak akibat gempa
Kerusakan rumah di Manggarai Barat terdiri atas 2.539 rumah rusak berat, 1.039 rusak sedang dan 2.963 rusak ringan,

sebanyak 4.914 rumah di Kabupaten Ngada rusak akibat gempa
Sebanyak 11.862 warga Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengungsi setelah gempa berkekuatan M 7,7 mengguncang wilayah Mbay-Nagekeo, Sabtu (15/8). Gempa tersebut juga menyebabkan 2.560 rumah warga rusak.

Data sementara yang didapatkan dari para relawan BNPB
Anak anak yang membutuhkan makanan khusus harus di perhatikan bari dari usia satu bulan sampai usia 5 tahun. Tidur di alam terbuka akibat rumah yang rusak tidak mungkin di tempati lagi. Begitu pula para orang tua lansia yang mudah terserang penyakit.

Banyak gereja juga rusak parah. Masjid rusak parah. Sekolah rusak parah. Tempat gedung pemerintahan juga rusak parah. Sehingga hanya tenda yang aman untuk di gunakan saat ini. Bernadus yang berusia 60 tahun tidak bisa berbuat apa apa. Semua jalan juga rusak sehingga kendaraan tak mungkin bisa mudah melewatinya membawa para pengungsi

Nara Sumber Prof Sutan Nasomal SH MH Pakar Hukum Internasional, Ekonom Presiden Partai Oposisi Merdeka Jenderal Kompii Pendiri Pengasuh Ponpes ASS SAQWA PLUS Ketua Umum Perkumpulan Advokat Muda. Indonesia(PAMID) Ketua Umum YPLBH Profesor Sutan Nasomal SH MH Rektor Univ STIA STIH Pronass.

(ADI SAPUTRA SH)

WA 1: 085821299762 WA 2: 085183189279