
MCTI-TV GROUP,SOPPENG, SULAWESI SELATAN — 17 Agustus 2026 — Kelangkaan elpiji bersubsidi ukuran 3 kilogram di Kabupaten Soppeng kembali menjadi sorotan. Di tengah kebutuhan masyarakat terhadap energi bersubsidi, distribusi elpiji dari agen, pangkalan hingga pengecer dipertanyakan.
Pakar Hukum Internasional,Ekonom Naskonal Profesor Doktor Sutan Nasomal SH MH, mendesak Pemerintah Kabupaten Soppeng dan aparat penegak hukum (APH) turun langsung mengevaluasi rantai distribusi elpiji 3 kilogram.

Menurut Prof Sutan Nasomal SH MH, persoalan tersebut tidak cukup dilihat dari ada atau tidaknya pasokan. Yang perlu dipastikan adalah bagaimana pasokan bergerak dari hulu hingga sampai kepada masyarakat sebagai konsumen.
“Kalau elpiji 3 kilogram sulit diperoleh masyarakat, Pemda dan APH harus turun langsung. Periksa alur distribusinya dari agen, pangkalan sampai pengecer. Jangan biarkan masyarakat terus kesulitan mendapatkan barang bersubsidi,” kata Prof Sutan Nasomal SH MH
pasokan masuk, mengapa masyarakat masih kesulitan?
Pertanyaan mengenai distribusi menjadi penting ketika masyarakat mengeluhkan sulitnya memperoleh elpiji bersubsidi.
Prof Sutan Nasomal SH MH,meminta pemerintah mencocokkan data pasokan dengan kondisi faktual di lapangan. Menurut dia, data distribusi harus dapat menjawab berapa jumlah pasokan yang masuk dan ke mana saja barang tersebut disalurkan.
“Kalau pasokan masuk tetapi di lapangan langka, pertanyaannya: elpiji itu ke mana? Ini yang harus ditelusuri. Jangan hanya berhenti pada alasan stok terbatas,” tegasnya.
Ia meminta penelusuran dilakukan berbasis data, bukan asumsi. Pemerintah dapat memeriksa jumlah pasokan yang diterima agen, volume yang disalurkan kepada pangkalan, jadwal distribusi, kondisi stok, hingga penjualan kepada konsumen.
Dari pemeriksaan tersebut, pemerintah dapat memetakan penyebab persoalan secara lebih objektif: apakah terjadi karena pasokan memang terbatas, hambatan distribusi, peningkatan kebutuhan masyarakat, atau faktor lain.
Prof Sutan Nasomal SH MH, menegaskan, setiap dugaan mengenai distribusi harus diverifikasi melalui dokumen, data penyaluran dan pemeriksaan lapangan sebelum ditarik menjadi kesimpulan.
pangkalan dan pengecer diminta dievaluasi
Rantai distribusi di tingkat pangkalan dan pengecer menjadi salah satu titik yang diminta untuk dievaluasi.
Evaluasi, kata Prof Sutan Nasomal SH MH, diperlukan untuk memastikan elpiji bersubsidi disalurkan sesuai ketentuan dan benar-benar diterima masyarakat yang berhak.
Namun, ia mengingatkan agar pemeriksaan tidak berubah menjadi tuduhan terhadap seluruh pelaku usaha.
“Yang menjalankan aturan jangan diganggu. Tetapi kalau ditemukan pelanggaran, tindak sesuai hukum. Subsidi negara harus sampai kepada masyarakat yang memang berhak,” ujarnya.
Menurut dia, terdapat perbedaan antara persoalan teknis distribusi dengan dugaan pelanggaran. Karena itu, keduanya harus dibedakan melalui pemeriksaan yang objektif.
Jika ditemukan ketidaksesuaian, pihak berwenang diminta menindaklanjutinya berdasarkan bukti dan ketentuan hukum. Sebaliknya, apabila tidak ditemukan pelanggaran, hasil evaluasi juga perlu disampaikan agar tidak muncul prasangka terhadap pihak yang menjalankan aturan.
masyarakat berhak mendapat kepastian
Kelangkaan barang bersubsidi pada akhirnya paling dirasakan masyarakat. Karena itu, pemerintah dinilai perlu memberikan penjelasan terbuka mengenai kondisi pasokan elpiji 3 kilogram di Kabupaten Soppeng.
“Masyarakat berhak mendapatkan kepastian. Kalau stok memang terbatas, jelaskan penyebabnya. Kalau stok tersedia tetapi masyarakat sulit mendapatkan, itu juga harus dijelaskan,” kata Prof Sutan Nasomal SH MH Pakar Ekonom
Menurut dia, transparansi diperlukan untuk mencegah berkembangnya spekulasi di tengah masyarakat.
Pemerintah diharapkan menjelaskan kondisi pasokan, mekanisme distribusi, serta langkah yang dilakukan apabila terjadi kekurangan di tingkat konsumen.
Pengawasan, kata Prof Sutan Nasomal SH MH, , juga tidak semestinya hanya dilakukan ketika keluhan masyarakat sudah mencuat. Pemeriksaan berkala diperlukan untuk memastikan distribusi tetap berjalan sesuai aturan.
jangan berhenti pada pemeriksaan administratif
Prof Sutan Nasomal, SH MH, meminta Pemkab Soppeng dan APH tidak hanya mengandalkan laporan administratif.
Menurut dia, data di atas kertas harus dapat dibandingkan dengan kondisi nyata di lapangan. Pemeriksaan langsung menjadi penting untuk memastikan kesesuaian antara jumlah pasokan, penyaluran dan ketersediaan barang bagi masyarakat.
“Kita tidak boleh langsung menyimpulkan ada pelanggaran. Tetapi kita juga tidak boleh menutup mata ketika masyarakat mengeluhkan kesulitan mendapatkan elpiji bersubsidi. Periksa, cocokkan datanya, lalu simpulkan berdasarkan fakta,” ujarnya.
Pendekatan tersebut dinilai penting agar pengawasan tidak menghasilkan tuduhan tanpa dasar, tetapi juga tidak mengabaikan keluhan masyarakat.
distribusi dari hulu hingga hilir perlu ditelusuri
Jika evaluasi dilakukan, pemeriksaan idealnya melihat rantai distribusi secara utuh.
Tidak hanya mengecek pengecer, tetapi juga menelusuri ketersediaan pasokan dan pola penyaluran sesuai kewenangan instansi terkait.
Data jumlah pasokan, jadwal penyaluran, volume yang diterima masing-masing pangkalan, serta kondisi stok di lapangan perlu dibandingkan.
Dengan demikian, titik persoalan dapat diketahui secara lebih jelas.
Apabila persoalan berada pada aspek pasokan, pemerintah dapat mengambil langkah sesuai kewenangan. Jika hambatan terjadi pada distribusi, jalurnya perlu diperbaiki. Sementara apabila pemeriksaan menemukan indikasi pelanggaran, penanganannya menjadi kewenangan aparat dan instansi terkait berdasarkan bukti.
bukan sekadar soal tabung kosong
Persoalan elpiji 3 kilogram bukan hanya mengenai tersedia atau tidaknya tabung di tingkat konsumen. Di balik itu terdapat rantai distribusi barang bersubsidi yang harus dapat dipertanggungjawabkan.
Ketika masyarakat kesulitan mendapatkan elpiji, pertanyaan mengenai pasokan dan distribusi menjadi wajar untuk diajukan.
Namun, pertanyaan tersebut tidak boleh berubah menjadi tuduhan sebelum terdapat bukti.
Karena itu, evaluasi yang terbuka dan berbasis data menjadi jalan untuk menjawab persoalan: apakah kelangkaan terjadi karena pasokan terbatas, distribusi tersendat, kebutuhan meningkat, atau terdapat faktor lain.
menunggu penjelasan pihak terkait
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada kesimpulan bahwa kelangkaan elpiji 3 kilogram di Soppeng disebabkan oleh pelanggaran atau penyimpangan distribusi.
Kesimpulan tersebut harus didasarkan pada pemeriksaan dan data resmi.
Karena itu, penjelasan dari Pemerintah Kabupaten Soppeng, instansi teknis, agen, pangkalan, dan pengecer menjadi penting untuk mengetahui kondisi sebenarnya di lapangan.
Pemerintah dan APH diharapkan segera memastikan akar persoalan sekaligus memberikan kepastian kepada masyarakat.
Jika ditemukan pelanggaran, tindakan harus dilakukan berdasarkan bukti dan ketentuan hukum. Jika tidak ditemukan pelanggaran, hasil evaluasi juga perlu disampaikan secara terbuka.
Yang paling penting, subsidi negara harus benar-benar sampai kepada masyarakat yang menjadi sasaran, sementara seluruh pihak dalam rantai distribusi tetap mendapatkan perlakuan yang adil berdasarkan fakta dan aturan.
Hak jawab Pemerintah Kabupaten Soppeng, instansi terkait, agen, pangkalan, maupun pengecer tetap terbuka sebagai bagian dari prinsip akurasi, independensi, dan keberimbangan pemberitaan. Nara Sumber Prof Sutan Nasomal SH MH Pakar Hukum Internasional Ekonom Nasional.

MCTI-TV -LUWU — Suasana khidmat menyelimuti Lapangan Andi Djemma, Belopa, Kabupaten Luwu, saat Pemerintah Kabupaten Luwu bersama jajaran Forkopimda melaksanakan Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi dan Pengibaran Sang Merah Putih dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (17/8/2026).

Mengusung tema “Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur”, upacara dipimpin Bupati Luwu H. Patahudding, S.Ag. selaku Inspektur Upacara. Hadir dalam kegiatan tersebut Kapolres Luwu AKBP Andrias Nurcahyo Wibowo, S.H., S.I.K., M.Si., jajaran Forkopimda, TNI-Polri, pemerintah daerah, veteran, tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda, pelajar serta berbagai elemen masyarakat.

Pengibaran Sang Merah Putih berlangsung penuh khidmat, disaksikan seluruh peserta upacara. Momentum tersebut menjadi pengingat bahwa kemerdekaan yang dinikmati hari ini lahir dari perjuangan dan pengorbanan para pahlawan.
Kapolres Luwu AKBP Andrias Nurcahyo Wibowo mengatakan, peringatan kemerdekaan harus menjadi momentum untuk memperkuat persatuan sekaligus meningkatkan semangat pengabdian kepada masyarakat.
“Kemerdekaan bukan hanya untuk diperingati, tetapi harus kita isi dengan kerja nyata, menjaga persatuan, memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan bersama-sama menjaga keamanan serta ketertiban,” ujar Kapolres Luwu.
Usai upacara, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan penghargaan kepada atlet dan pelajar berprestasi serta bantuan Pemerintah Kabupaten Luwu kepada Tim Sepak Bola U-15 Luwu.
Rangkaian peringatan kemudian berlanjut dengan Ziarah Nasional dan Tabur Bunga di Taman Makam Pahlawan, Jalan Pahlawan, Belopa. Kapolres Luwu bertindak sebagai pimpinan upacara.
Ziarah dan tabur bunga menjadi bentuk penghormatan jajaran Forkopimda dan seluruh peserta kepada para pahlawan yang telah mengorbankan jiwa dan raga demi kemerdekaan Indonesia.
“Pengorbanan para pahlawan harus menjadi teladan bagi kita semua. Tugas generasi saat ini adalah melanjutkan perjuangan melalui pengabdian, persatuan dan kontribusi nyata bagi bangsa dan daerah,” kata AKBP Andrias.
Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kabupaten Luwu ditutup dengan ramah tamah bersama para veteran dan pejuang kemerdekaan.
Nasrullah Kaperwil Sul-Sel

MCTI-TV GROUP,LUWU — Suasana khidmat menyelimuti Lapangan Andi Djemma, Belopa, Kabupaten Luwu, saat Pemerintah Kabupaten Luwu bersama jajaran Forkopimda melaksanakan Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi dan Pengibaran Sang Merah Putih dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (17/8/2026).

Mengusung tema “Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur”, upacara dipimpin Bupati Luwu H. Patahudding, S.Ag. selaku Inspektur Upacara. Hadir dalam kegiatan tersebut Kapolres Luwu AKBP Andrias Nurcahyo Wibowo, S.H., S.I.K., M.Si., jajaran Forkopimda, TNI-Polri, pemerintah daerah, veteran, tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda, pelajar serta berbagai elemen masyarakat.

Pengibaran Sang Merah Putih berlangsung penuh khidmat, disaksikan seluruh peserta upacara. Momentum tersebut menjadi pengingat bahwa kemerdekaan yang dinikmati hari ini lahir dari perjuangan dan pengorbanan para pahlawan.

Kapolres Luwu AKBP Andrias Nurcahyo Wibowo mengatakan, peringatan kemerdekaan harus menjadi momentum untuk memperkuat persatuan sekaligus meningkatkan semangat pengabdian kepada masyarakat.
“Kemerdekaan bukan hanya untuk diperingati, tetapi harus kita isi dengan kerja nyata, menjaga persatuan, memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan bersama-sama menjaga keamanan serta ketertiban,” ujar Kapolres Luwu.
Usai upacara, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan penghargaan kepada atlet dan pelajar berprestasi serta bantuan Pemerintah Kabupaten Luwu kepada Tim Sepak Bola U-15 Luwu.
Rangkaian peringatan kemudian berlanjut dengan Ziarah Nasional dan Tabur Bunga di Taman Makam Pahlawan, Jalan Pahlawan, Belopa. Kapolres Luwu bertindak sebagai pimpinan upacara.
Ziarah dan tabur bunga menjadi bentuk penghormatan jajaran Forkopimda dan seluruh peserta kepada para pahlawan yang telah mengorbankan jiwa dan raga demi kemerdekaan Indonesia.
“Pengorbanan para pahlawan harus menjadi teladan bagi kita semua. Tugas generasi saat ini adalah melanjutkan perjuangan melalui pengabdian, persatuan dan kontribusi nyata bagi bangsa dan daerah,” kata AKBP Andrias.
Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kabupaten Luwu ditutup dengan ramah tamah bersama para veteran dan pejuang kemerdekaan.
Nasrullah Kaperwil Sul-Sel
MCTI- TV GROUP BOGOR-
Peringatan HUT RI ke-81 di Parungpanjang: Dua Putra Terbaik Desa Lumpang dan Gintung Cilejet Raih Penghargaan Warga Inovatif
Camat Parungpanjang Anugerahi Penghargaan untuk Sekwil FWJI Dedi Irianto
Sekwil FWJI Dedi Irianto Raih Penghargaan Warga Inovatif
PARUNGPANJANG,-Momen Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 menjadi catatan sejarah penting bagi masyarakat Perumahan Sekar Tanjung. Dua putra terbaik dari Desa Lumpang dan Desa Gintung Cilejet, yakni Ir. Mistur AB dan Dedi Iryanto, resmi menerima penghargaan sebagai Warga Inovatif dari Pemerintah Kecamatan Parungpanjang atas dedikasi mereka memperjuangkan kepastian hukum lahan Prasarana, Sarana, dan Utilitas (PSU/Fasos-Fasum).

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Camat Parungpanjang, Drs. Chairuka Judhyanto, M.Si., seusai upacara pengibaran bendera di Lapangan Mohamad Toha, Parungpanjang, Senin (17/8/2026).
Prosesi penyerahan disaksikan langsung oleh jajaran Muspika Parungpanjang, antara lain Kapolsek Parungpanjang Kompol Taufik, S.H., M.H., Danramil 0621-23 Parungpanjang Kapten Inf. Junaedi, S.Sos., M.I.P., Kepala Desa Lumpang Moh. Rodis Faisal, serta Kepala Desa Gintung Cilejet Mu’min.
Perjuangan panjang yang dipimpin oleh Ir. Mistur AB (Ketua Forum Perumahan Sekar Tanjung) dan Dedi Iryanto (Wakil Ketua Forum sekaligus Sekretaris Wilayah DPC Forum Wartawan Jaya Indonesia/FWJI Korwil Bogor Raya) resmi membuahkan hasil nyata. Lahan PSU yang terbengkalai selama puluhan tahun kini memiliki kepastian hukum melalui penerbitan Keputusan Bupati Kabupaten Bogor Nomor: 600.2/290/kota/per-UU/2026 tentang Pengambilalihan Prasarana, Sarana, dan Utilitas Terlantar.
Dalam keterangannya, Dedi Iryanto menyampaikan rasa syukur dan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang telah mendukung pergerakan forum warga.
”Pencapaian ini adalah kemenangan bersama seluruh warga Perumahan Sekar Tanjung. Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada jajaran Muspika dan Pemerintah Kabupaten Bogor. Perjuangan tidak berhenti di sini; kami akan terus mengawal peningkatan dan perbaikan infrastruktur jalan di kawasan perumahan demi kenyamanan masyarakat,” ujar Dedi.
Apresiasi senada disampaikan oleh Ketua Forum Wartawan Jaya Indonesia (FWJI) DPC Korwil Bogor Raya, Anwar Achmad sapaan akrab Awang,Ia mengaku bangga atas prestasi dan kontribusi nyata yang ditunjukkan oleh jajarannya bersama pengurus forum warga.
”Selamat kepada Bapak Ir. Mistur AB dan Sdr. Dedi Iryanto. Ini bukti konkret bahwa FWJI selalu mengedepankan prestasi dan aksi positif bagi warga Bogor Raya. Kami juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bupati Bogor Bapak Rudy Susmanto dan Bapak Chairuka Judhyanto Camat Parungpanjang atas terbitnya SK Pengambilalihan ini demi mewujudkan Bogor Istimewa,” pungkas Awang.
Dengan terbitnya Keputusan Bupati ini, pengelolaan infrastruktur serta fasilitas umum di Perumahan Sekar Tanjung dipastikan segera diambil alih dan ditingkatkan oleh pemerintah daerah agar memberikan manfaat optimal bagi seluruh masyarakat.[]
(ADI SAPUTRA/SAMBO)
SETU, BEKASI —MCTI-TV GROUP Semangat nasionalisme dan kebersamaan mewarnai pelaksanaan Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 Tahun 2026 tingkat Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, Senin (17/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Stadion Mini Cijengkol, Jalan Grand Residence Boulevard, Desa Cijengkol, Kecamatan Setu, tersebut dimulai pukul 07.00 WIB dan diikuti sekitar 800 peserta dari berbagai unsur masyarakat serta instansi pemerintahan.
Upacara dipimpin Camat Setu Drs. Djoko Dwijatmoko, M.Si. selaku Inspektur Upacara. Sementara itu, Komandan Upacara dipercayakan kepada Ipda Nursalim dari Polsek Setu. Hadir pula Kapolsek Setu AKP Usep Aramsyah, S.H., M.H., unsur Koramil 06 Setu, jajaran pemerintahan kecamatan dan desa, anggota DPRD Kabupaten Bekasi, PGRI, Linmas, Pokdar Kamtibmas, organisasi masyarakat, serta para pelajar.
Prosesi pengibaran Sang Merah Putih berlangsung khidmat diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya. Rangkaian upacara kemudian dilanjutkan dengan mengheningkan cipta, pembacaan Pancasila, Pembukaan UUD 1945, teks Proklamasi Kemerdekaan, amanat Inspektur Upacara, Andika Bhayangkari, doa, serta persembahan lagu-lagu wajib nasional.
Pelaksanaan upacara selesai sekitar pukul 09.15 WIB. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan karnaval dan devile yang diikuti perwakilan dari masing-masing desa di wilayah Kecamatan Setu. Rangkaian tersebut menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan, menumbuhkan semangat persatuan, serta menghidupkan nilai-nilai nasionalisme masyarakat dalam memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-81.
MCTI-TV GROUP
PEMIMPIN UMUM
(Adi Saputra SH)
MCTI- TV GROUP -JAKARTA, Pemilik sepeda motor dengan tekhnologi keyless kini perlu meningkatkan kewaspada’an. Sistem tanpa anak kunci konvensional yang selama ini dianggap lebih praktis dan aman ternyata tetap di duga memiliki potensi menjadi sasaran kejahatan apabila pelaku menggunakan perangkat elektronik tertentu.
Perhatian terhadap modus tersebut mencuat setelah aparat kepolisian di Thailand mengungkap kasus pencurian yang menyasar sepeda motor Honda Giorno+ 125. Dalam rekonstruksi yang beredar, pelaku memperlihatkan bagaimana sistem elektronik kendaraan dapat diakses tanpa harus merusak kunci kontak seperti pada modus pencurian konvensional.
Kasus ini menjadi sorotan karena pelaku tidak terlihat menggunakan cara paksa dengan merusak bagian kunci kendaraan. Akses dilakukan melalui bagian tertentu pada sistem elektronik sepeda motor, kemudian melibatkan perangkat elektronik dan smartphone.

Setelah proses tersebut dilakukan, sistem kendaraan disebut dapat kembali aktif sehingga sepeda motor dapat dihidupkan meski remote keyless asli tidak berada di tangan pelaku.
Meski demikian, metode yang diperagakan dalam kasus tersebut tidak dapat langsung disimpulkan berlaku terhadap seluruh sepeda motor berteknologi keyless. Setiap kendaraan memiliki rancangan sistem keamanan, perangkat elektronik, serta mekanisme perlindungan yang berbeda.
Kasus tersebut lebih tepat menjadi peringatan bagi pemilik kendaraan agar tidak menganggap teknologi keyless sebagai satu-satunya lapisan pengamanan.
Langkah tambahan seperti memasang kunci pengaman, alarm, dan GPS tracker dapat dipertimbangkan untuk memperbesar tingkat perlindungan kendaraan. Kebiasaan memarkir kendaraan di tempat terang, memiliki kamera pengawas, atau berada dalam pengawasan petugas juga penting untuk mengurangi peluang terjadinya pencurian.Seperti dalam unggahan konten akun FB-Koran Harian pada Senin(17/8/2026). Beberapa jam lalu, dan sudah di like 76 kali,dikomentari 6 pengunjung dan telah dishare ulang sebanyak 8 kali.
Pemilik kendara’an juga disarankan mengikuti petunjuk keamanan dari produsen serta memperhatikan informasi mengenai pembaruan sistem apabila tersedia.
Atas fenomena tersebut membuat seorang pakar terkemuka yakni Profesor Sutan Nasomal angkat bicara. ” Himbau Pabrik Jangan Coba – Coba Ciptakan Kendera’an Konci Elektrik Nonsen Manual Lebih Aman !! Thailand,Kendera’an Konci manual lebih aman ketimbang konci elektrik sekalipun karena bisa saja pemilik lupa dia (Pemilik – Red) mengoncinya, sedangkan manual masyarakat sudah terbiasa diseluruh dunia baik diluar negeri maupun dalan negeri di Indonesia “,ujar tegas Profesor Sutan Nasomal SH MH Pakar Hukum Internasional,Ekonomi menanggapi kerawanan pencurian Kendera’an elektrik di Thailand sa’at ini sebagai mana viral di medsos diberitakan media cetak onlen saat ini menjawab pertanya’an sejumlah pemimpin redaksi media massa cetak dan online dalam luar negeri dikantornya Markas Pusat Pusat Partai Oposisi Merdeka dibilangan Cijantung Jakarta 17/8/2026 via Telphone selullarnya.
Untuk mengingatkan, informasi mengenai modus tersebut sebaiknya menjadi bahan kewaspadaan, bukan kepanikan. Pengungkapan kasus di Thailand tidak berarti seluruh kendaraan keyless memiliki kelemahan yang sama.
Masyarakat yang melihat aktivitas mencurigakan terhadap kendara’an sebaiknya segera menghubungi aparat kepolisian dan tidak mengambil tindakan sendiri yang berpotensi membahayakan.
Nara Sumber Profesor Sutan Nasomal SH MH Pakar Hukum Internasional,Ekonomi Presiden Partai Oposisi Merdeka Jenderal Kompii Ketua Umum Perkumpulan Advokat Muda Indonesian (PAMID)
Ketua Umum YPLBH Profesor Sutan Nasomal SH MH Pendiri Pengasuh Ponpes ASS SAQWA PLUS Rektor Universitas STIA STIH Pronass.
(Adi Chintya)

MCTI-TV Group, Bekasi — Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, Polsek Pebayuran.
menyampaikan ucapan selamat serta penghormatan kepada para pahlawan nasional yang telah berjasa memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.
Kanit Reskrim Polsek Pebayuran, Aipda Iim Nurahim, S.H., M.H., menyampaikan bahwa perjuangan dan pengorbanan para pahlawan merupakan bagian penting dari sejarah bangsa yang harus terus dikenang oleh seluruh masyarakat Indonesia.
“Selamat Dirgahayu Republik Indonesia ke-81. Semoga perjuangan dan pengorbanan para pahlawan nasional menjadi sejarah sepanjang masa serta menjadi inspirasi bagi generasi penerus bangsa,” ujar Iim Nurahim, Kanit Reskrim Polsek Pebayuran.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk mengisi kemerdekaan dengan menjaga persatuan dan kesatuan, menciptakan situasi keamanan dan ketertiban yang kondusif, serta terus berkontribusi positif bagi bangsa dan negara.
Dirgahayu Republik Indonesia ke-81.
Terus Melaju, Indonesia! 🇮🇩
Pemimpin Umum media. MCTI-tv
(Adi Saputra SH)

MCTI- TV GROUP BEKASI-Polsek Setu Polres Metro Bekasi beserta seluruh jajaran mengucapkan:
“Selamat Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.”
Kapolsek Setu. Alamsyah, S.H., M.H.
Mari kita terus mengenang dan menghormati jasa para Pahlawan Nasional yang telah berjuang demi kemerdekaan Indonesia.
Semangat perjuangan, persatuan, dan gotong royong menjadi inspirasi bagi kita semua untuk terus menjaga keamanan, ketertiban, serta membangun Indonesia yang lebih maju.
Kapolsek Setu, Polres Metro Bekasi
Usep Alamsyah, S.H., M.H.
🇮🇩 MERDEKA! MERDEKA! MERDEKA! 🇮🇩
MCTI-TV GROUP – BEKASI
17 Agustus 2026
MCTI-TV GROUP
Pemimpin Umum
(Adi Saputra SH)

MCTI-TV GROUP Baturaja 15 Agustus 2026 Dalam rangka memeriahkan peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81, Srikandi Pemuda Pancasila Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) mengadakan kegiatan lomba karaoke Acara Berlangsung meriah penuh semangat dan keceriaan ini digelar sebagai wujud rasa syukur atas kemerdekaan serta sarana mempererat persaudaraan dan kebersamaan di kalangan anggota dan masyarakat luas.

Kegiatan ini dilaksanakan di REDANTE spot center Baturaja (Oku) dihadiri oleh Ketua Srikandi Pemuda Pancasila SUSI MARTINI di Dampingi oleh Sekretaris ANITA APRIL YANA .SH Dan bendahara SULI AYU Srikandi pemuda Pancasila Kabupaten OKU beserta seluruh jajaran pengurus dan anggota, Ketua Majelis Pimpinan Cabang Pemuda Pancasila Kabupaten OKU, perwakilan organisasi kemasyarakatan, serta warga sekitar yang turut memadati lokasi acara.
Lomba karaoke yang diangkat sebagai tema kegiatan kali ini dipilih untuk mengajak seluruh elemen, khususnya kaum perempuan dan generasi muda, menumpahkan rasa cinta tanah air melalui lagu-lagu perjuangan, lagu daerah, maupun lagu-lagu nasional yang membangkitkan semangat. Selain sebagai ajang hiburan, kegiatan ini juga bertujuan untuk menghilangkan sekat-sekat perbedaan, menumbuhkan rasa percaya diri, serta mempererat ikatan kekeluargaan yang selama ini telah terjalin dengan baik.
Dalam sambutannya, Ketua Srikandi Pemuda Pancasila Kabupaten OKU SUSI MARTINI yang di dampingi sekretaris ANITA APRIL YANA.SH dan Bendahara SULI AYU menyampaikan bahwa peringatan kemerdekaan bukan hanya milik satu golongan, melainkan tanggung jawab seluruh rakyat Indonesia, termasuk peran aktif perempuan dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.
“Momen HUT RI ke-81 ini sangat berharga bagi kita semua. Melalui lomba karaoke ini, kami ingin menunjukkan bahwa Srikandi Pemuda Pancasila hadir untuk berkarya, bersenang hati, dan terus menjaga semangat nasionalisme. Lewat nyanyian, kita kenang kembali perjuangan para pahlawan dan kita bangun optimisme untuk kemajuan daerah dan bangsa ke depannya. Kegiatan ini juga menjadi wadah silaturahmi agar kita semakin kompak dan solid dalam berkontribusi bagi masyarakat OKU,” ujar Ketua Srikandi Pemuda Pancasila.
Suasana acara terasa sangat meriah dan hangat. Para peserta tampil dengan penuh percaya diri membawakan lagu pilihan, diiringi sorak-sorai dan dukungan yang antusias dari para penonton dan pendukung. Lagu-lagu yang dibawakan tidak hanya menghibur, tetapi juga mengandung pesan.Aprilia
(KAMAL)

MCTI-TV
KOTA DEPOK, JAWA BARAT – MCTI-TV — Pimpinan Umum MCTI-TV Adi Saputra, S.H. (Sambo) bersama Pimpinan Redaksi dan seluruh jajaran menyampaikan Selamat Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus 2026.
Dalam momentum peringatan kemerdekaan tahun ini, Adi Saputra mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan HUT ke-81 sebagai momentum memperkuat persatuan, menjaga semangat kebangsaan, serta mengenang jasa para pejuang yang telah berkorban demi kemerdekaan Indonesia.

“Setiap tahun HUT Kemerdekaan Republik Indonesia selalu kita meriahkan. Tahun ini kita memperingati 81 tahun kemerdekaan. Momentum ini hendaknya menjadi pengingat bagi kita semua untuk menghargai jasa para pahlawan dan para pejuang bangsa yang telah memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia,” ujar Adi Saputra.
Menurutnya, semangat kemerdekaan tidak hanya diwujudkan melalui perayaan, tetapi juga melalui kontribusi nyata dalam menjaga persatuan, membangun daerah, serta memberikan informasi yang positif dan mencerdaskan masyarakat.
Adi Saputra, S.H. (Sambo) bersama Pimpinan Redaksi Chintya Ajie palupi SH MH.dan jajaran MCTI-TV mengucapkan:
🇮🇩 DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE-81 🇮🇩