MCTI-TV.GROUP-Tangerang | Dalam kegiatan bhakti sosial (baksos) Jum’at Berkah rutin kali ini, kolaborasi FWJ Indonesia dengan beberapa media online, seperti Gakorpan, GaptaTV, Dan Radar Warta Nasional mengarah pada 2 titik. Hal itu dikatakan Kadiv Sosial FWJ Indonesia Iin Warsinah paska bantuan sosial jum’at berkah di Tangerang Kota (14/8/2026).
Penyaluran puluhan nasi kotak dan air mineral, kata dia disalurkan ke Yayasan Intifa Al-Rohwaniyah yang terletak di Jalan Raya Raden Fatah, Tangerang Kota.
“Kegiatan sosial berupa paket nasi kotak lengkap plus air mineral bukan hanya diberikan kepada yayasan Intifa Al-Rohwaniyah, akan tetapi juga diberikan kepada pengguna jalan di wilayah Tangerang kota terkhusus ojol dan kaum dhuafa. “Kata Iin.
Kegiatan sosial jum’at berkah ini terselenggara berkat koordinasi Kadiv Sosial FWJ Indonesia Iin Warsinah, Wabendum FWJ Indonesia Patar Haholongan serta kawan kawan media dan tentunya para donatur sehingga rutinitas sosial jum’at berkah berjalan dengan lancar.

Ditempat yang sama, Wabendum FWJ Indonesia Patar Haholongan juga menyampaikan apresiasi atas dukungan para pihak, sehingga terlaksananya kegiatan sosial ini.
“terlaksananya kegiatan ini tidak lepas dari dukungan kawan-kawan media yang telah turut berpartisifasi, baik dalam bentuk materi, donasi maupun lainnya, selain itu juga dari para donatur sehingga kegiatan ini dapat berjalan dengan baik dan lancar, semoga menjadi amanah bagi kami sebagai petugas pelaksana di lapangan untuk menyalurkannya kepada masyarakat yang membutuhkan. “Beber Patar.[]
(ADI CHINTYA)

MCTI- GROUP -BEKASI — Peringatan Hari Pramuka ke-65 menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun generasi muda yang berkarakter, tangguh dan memiliki masa depan yang cerah. Ketua Umum FORTAL (Forum Masyarakat Anti Obat Terlarang) Nusantara, Kang Edo, menyampaikan ucapan selamat Hari Pramuka sekaligus mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat gerakan pencegahan penyalahgunaan obat terlarang.
Mengusung tema “Pramuka Berjiwa Pancasila, Menjaga NKRI, Membangun Generasi”, Kang Edo menilai nilai-nilai kepramukaan memiliki relevansi kuat dengan upaya membentuk generasi muda yang disiplin, mandiri, bertanggung jawab, peduli terhadap sesama dan memiliki keteguhan moral dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.
“Selamat Hari Pramuka ke-65. Semoga semangat pengabdian, persaudaraan dan kepedulian yang menjadi nilai luhur Gerakan Pramuka terus menjadi energi positif untuk membangun generasi muda Indonesia,” ujar Kang Edo.
Menurutnya, membangun generasi tidak cukup hanya melalui pendidikan formal. Anak-anak muda juga membutuhkan lingkungan sosial yang sehat, ruang kreativitas yang produktif serta keteladanan dari orang-orang di sekitarnya.
Apresiasi Gerakan KDM Tingkatkan Kesadaran Masyarakat
Dalam kesempatan tersebut, Kang Edo memberikan apresiasi terhadap gerakan dan perhatian yang terus digaungkan Kang Dedi Mulyadi (KDM) dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai bahaya obat terlarang dan berbagai perilaku yang dapat mengancam masa depan generasi muda.
Menurut Kang Edo, semakin kuat pesan edukasi yang disampaikan kepada masyarakat, semakin besar pula peluang terbentuknya kesadaran kolektif untuk melindungi anak-anak dan remaja dari lingkungan yang berisiko.
“Kami mengapresiasi gerakan yang dilakukan Kang Dedi Mulyadi dalam mengedukasi masyarakat tentang bahaya obat terlarang. Ketika pesan tentang bahaya narkoba dan obat terlarang terus disampaikan secara luas, masyarakat menjadi semakin sadar bahwa persoalan ini bukan hanya masalah hukum, tetapi juga ancaman serius terhadap masa depan generasi,” ungkapnya.
Kang Edo menilai pendekatan yang membangun kesadaran publik sangat penting karena pencegahan harus dimulai dari lingkungan terkecil, yakni keluarga. Orang tua, sekolah, tokoh masyarakat, organisasi kepemudaan dan seluruh elemen sosial memiliki peran yang sama pentingnya dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi anak-anak.
Pramuka sebagai Benteng Karakter Generasi
Menurut Kang Edo, Gerakan Pramuka dapat menjadi salah satu kekuatan sosial dalam membangun ketahanan generasi muda. Nilai disiplin, kemandirian, kepemimpinan, gotong royong dan kecintaan terhadap tanah air merupakan modal penting untuk membentuk anak muda yang mampu mengambil keputusan secara bertanggung jawab.
“Generasi muda harus dibekali karakter yang kuat. Mereka harus mampu membedakan mana yang baik dan mana yang dapat menghancurkan masa depan. Di sinilah pendidikan karakter seperti yang ditanamkan dalam Pramuka menjadi sangat penting,” katanya.
Ia menambahkan, upaya mencegah penyalahgunaan obat terlarang tidak boleh hanya mengandalkan penindakan. Edukasi, pencegahan, pendampingan dan penciptaan lingkungan yang sehat harus berjalan secara beriringan.
Pemuda Harus Menjadi Pelopor
Kang Edo mengajak generasi muda tidak hanya menjadi penerima pesan kampanye antinarkoba, tetapi turut menjadi pelopor dalam membangun lingkungan yang sehat dan produktif.
“Pemuda harus menjadi bagian dari solusi. Jangan hanya menunggu orang lain bergerak. Mulailah dari diri sendiri, keluarga, sekolah, komunitas dan lingkungan masing-masing. Bangun pergaulan yang sehat dan saling mengingatkan,” tegasnya.
Menurutnya, semakin banyak anak muda yang terlibat dalam kegiatan positif seperti olahraga, pendidikan, kewirausahaan, kegiatan sosial, seni dan kepemudaan, semakin besar pula ruang yang tersedia untuk mengembangkan potensi tanpa terjebak pada perilaku yang merugikan.
Satyaku Kudarmakan, Darmaku Kubaktikan
Kang Edo juga mengajak seluruh anggota Pramuka dan generasi muda memaknai “Satyaku Kudarmakan, Darmaku Kubaktikan” sebagai panggilan untuk memberikan manfaat bagi lingkungan dan bangsa.
Baginya, pengabdian dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana namun konsisten: menjaga diri, menghormati orang lain, membantu sesama, menjaga lingkungan, mengembangkan potensi dan berani mengingatkan ketika melihat perilaku yang berisiko.
“Ketika seorang pemuda mampu menjaga dirinya, menjaga teman-temannya dan mengajak lingkungan untuk hidup sehat serta produktif, sesungguhnya dia sedang melakukan pengabdian kepada bangsa,” ujarnya.
Menjaga Generasi, Menjaga Masa Depan
Kang Edo menegaskan bahwa perjuangan melindungi generasi muda dari bahaya obat terlarang membutuhkan gerakan bersama dan berkelanjutan. Pemerintah, aparat penegak hukum, lembaga pendidikan, keluarga, organisasi masyarakat dan komunitas kepemudaan harus membangun kolaborasi yang semakin kuat.
Ia berharap kesadaran masyarakat yang semakin tumbuh dapat menjadi kekuatan sosial untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi anak-anak dan remaja.
“Jangan sampai masa depan anak-anak kita ditentukan oleh lingkungan yang salah. Mereka berhak mendapatkan ruang untuk belajar, tumbuh, berkarya dan mengejar cita-cita. Karena menjaga generasi hari ini berarti sedang menjaga wajah Indonesia di masa depan,” tutur Kang Edo.
Menutup pesannya, Kang Edo kembali menyampaikan ucapan selamat Hari Pramuka ke-65 sekaligus mengajak seluruh masyarakat menjadikan momentum tersebut sebagai pengingat bahwa membangun bangsa harus dimulai dari membangun manusianya.
“Selamat Hari Pramuka ke-65. Pramuka Berjiwa Pancasila, Menjaga NKRI, Membangun Generasi. Satyaku Kudarmakan, Darmaku Kubaktikan. Mari bersama-sama membangun generasi yang berkarakter, sehat, berprestasi dan memiliki masa depan. Jaga generasi, jauhkan mereka dari obat terlarang, dan jadikan pemuda sebagai kekuatan utama Indonesia menuju masa depan yang lebih baik,” pungkas Kang Edo.
(Thisna/Memet)
Cyber Tribrata Indonesia
MEDAN//14 Agustus 2026//Ucapan selamat dan sukses disampaikan Robby R. Rambi, Wakil Redaksi Bratanews, atas dilantiknya Kombes Pol Dr. Josua N.A.M. Tampubolon, S.H., M.H. sebagai Kepala Bidang Pemberantasan dan Intelijen Badan Narkotika Nasional Provinsi Sumatera Utara.
Pengalaman panjang Kombes Pol Dr. Josua Tampubolon dalam penanganan berbagai persoalan narkotika dinilai menjadi modal penting untuk memperkuat langkah-langkah pencegahan, pemberantasan, serta pengungkapan jaringan peredaran gelap narkotika di wilayah Sumatera Utara.
“Sumatera Utara membutuhkan kerja pemberantasan narkotika yang kuat, profesional, terukur dan berbasis informasi. Fungsi pemberantasan dan intelijen memiliki posisi yang sangat penting dalam membaca pola peredaran narkotika sekaligus mengungkap jaringan di baliknya,” tegas Robby R.
Sinergi Seluruh Elemen Masyarakat Kunci Keberhasilan
Robby juga berharap Kombes Pol Dr. Josua Tampubolon dapat memperkuat sinergi antara BNNP Sumut dengan Kepolisian, TNI, Bea Cukai, Pemerintah Daerah, aparat penegak hukum lainnya, dunia pendidikan, organisasi kemasyarakatan, insan pers, serta seluruh elemen masyarakat.
Sinergi tersebut dinilai sangat penting agar program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) tidak hanya berhenti pada kegiatan seremonial, melainkan benar-benar menyentuh akar persoalan yang dihadapi masyarakat.
“Kami siap bersinergi dan mendukung langkah-langkah positif BNNP Sumut, sepanjang semuanya diarahkan untuk kepentingan masyarakat dan perang nyata terhadap narkotika. Pers juga memiliki tanggung jawab untuk mengawal kebijakan sekaligus menyampaikan informasi yang faktual kepada publik,” ujar Robby R.
Bukan Sekadar Menangkap, Melainkan Membongkar Jaringan
Lebih jauh, publik membutuhkan pengungkapan menyeluruh mengenai alur masuk narkotika, pihak-pihak yang mengendalikannya, cara kerja jaringan, serta sebaran wilayah peredarannya. Oleh karena itu, fungsi pemberantasan dan intelijen diharapkan menjadi ujung tombak dalam memutus mata rantai peredaran narkotika secara berkelanjutan.
“Kami berharap penindakan tidak hanya berhenti pada pelaku di lapangan. Jika ditemukan jaringan yang lebih besar di baliknya, harus ditelusuri secara profesional berdasarkan bukti-bukti dan aturan hukum yang berlaku. Prinsipnya jelas: bongkar jaringan, lindungi masyarakat, dan jangan tebang pilih,” tegas Robby.
Bekal Pengalaman dari BNNK Deli Serdang
Sebelum menjabat jabatan strategis ini, Kombes Pol Dr. Josua Tampubolon diketahui pernah menjabat sebagai Kepala BNN Kabupaten Deli Serdang. Pengalaman tersebut diharapkan menjadi bekal berharga dalam memahami karakteristik persoalan narkotika di Sumatera Utara, termasuk dinamika jaringan peredaran serta beragam modus yang berkembang di tengah masyarakat.
“Selamat bertugas, Abangda Kombes Pol Dr. Josua Tampubolon. Semoga senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, serta kemudahan dalam menjalankan amanah yang dipercayakan. Kami berharap kehadiran Abangda membawa energi baru bagi pemberantasan narkotika di Sumatera Utara,” ucap Robby.
“Kami tidak ingin pers hanya hadir saat ada persoalan. Ketika aparat bekerja dengan baik, sudah selayaknya diapresiasi. Dan ketika ada hal yang perlu dikritisi, pers juga harus berani menyampaikannya. Semua harus berlandaskan fakta, data, dan kepentingan publik,” pungkas Robby R.
Sumber: Bratanews
Penulis: Robby R
Kapolsek Talang Padang Hadiri Peresmian Jembatan Garuda di Pekon Darussalam
Tanggamus – Mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Rahmad Sujatmiko, S.I.K., M.H., Kapolsek Talang Padang Iptu Harunur Rasyid, S.H., M.H., menghadiri peresmian Jembatan Garuda Kodim 0424/Tanggamus di Pekon Darussalam, Kecamatan Gunung Alip, Kabupaten Tanggamus, Kamis (13/8/2026).
Peresmian tersebut merupakan bagian dari peresmian dan launching pembangunan 2.500 Jembatan Garuda serta 3.000 titik air bersih yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia. Kegiatan di Tanggamus digelar secara daring melalui Zoom dan dipimpin langsung Presiden RI Prabowo Subianto.
Sejumlah pejabat dan unsur terkait hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Asisten II Pemkab Tanggamus Hendra Wijaya Mega, S.T., M.T., M.M., Kepala Dinas PMD Tanggamus, Dandim 0424/Tanggamus Letkol Inf Dwi Djunaidi Mulyono, S.E., M.I.P., Camat Gunung Alip Derius Putrawan, S.P., M.M., para kepala pekon se-Kecamatan Gunung Alip, mahasiswa KKN Universitas Darmajaya serta masyarakat Pekon Darussalam.
Dalam sambutannya secara daring, Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan apresiasi kepada jajaran TNI, Polri, pemerintah daerah dan masyarakat yang telah mendukung pembangunan Jembatan Garuda di berbagai wilayah Indonesia. Presiden Prabowo menegaskan bahwa pembangunan jembatan bukan sekadar membangun sarana penghubung antarwilayah, tetapi menjadi bagian dari upaya pemerintah membuka akses dan meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat.

“Jembatan bukan hanya sekadar bangunan yang menghubungkan satu wilayah dengan wilayah lainnya. Jembatan adalah penghubung harapan, penghubung kehidupan, dan penghubung masa depan masyarakat,” kata Presiden Prabowo dalam sambutannya.
Menurut Presiden, keberadaan jembatan diharapkan dapat membuat aktivitas masyarakat berlangsung lebih aman dan mudah. Infrastruktur tersebut juga diharapkan memperlancar akses anak-anak menuju sekolah, petani membawa hasil pertanian, pedagang menjalankan kegiatan ekonomi, serta masyarakat mendapatkan pelayanan pemerintahan, kesehatan dan pendidikan.
“Dengan adanya jembatan ini, kita ingin memastikan bahwa masyarakat dapat beraktivitas dengan lebih aman dan mudah. Anak-anak dapat pergi ke sekolah dengan lebih baik, para petani dapat membawa hasil pertaniannya, para pedagang dapat menjalankan kegiatan ekonominya, dan masyarakat dapat memperoleh akses pelayanan pemerintahan, kesehatan, maupun pendidikan dengan lebih mudah,” jelasnya.
Presiden Prabowo juga memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan Jembatan Garuda, mulai dari prajurit TNI, pemerintah daerah hingga masyarakat yang turut bergotong royong.
“Saya memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh prajurit TNI, pemerintah daerah, serta masyarakat yang telah bergotong royong dalam pembangunan Jembatan Garuda ini,” ucapnya.
Presiden menilai program tersebut menjadi salah satu bentuk nyata kehadiran negara, khususnya bagi masyarakat di daerah yang selama ini menghadapi keterbatasan akses infrastruktur.

“Program ini merupakan wujud nyata kehadiran negara di tengah-tengah rakyat. Negara harus hadir, terutama di daerah-daerah yang selama ini menghadapi keterbatasan akses dan infrastruktur,” tegas Presiden Prabowo.
Sementara itu, Dandim 0424/Tanggamus Letkol Inf Dwi Djunaidi Mulyono mengatakan pembangunan jembatan dan penyediaan sarana air bersih memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama dalam menunjang mobilitas serta memenuhi kebutuhan dasar warga.
“Program pembangunan jembatan dan penyediaan air bersih ini tentunya sangat bermanfaat bagi masyarakat. Infrastruktur yang baik akan mempermudah mobilitas warga, sementara ketersediaan air bersih merupakan kebutuhan dasar yang harus mendapatkan perhatian,” kata Letkol Dwi Djunaidi.
Dandim juga menegaskan TNI melalui jajaran kewilayahan akan terus mendukung program pemerintah yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Sinergi antara pemerintah daerah, TNI-Polri dan masyarakat dinilai menjadi salah satu kunci keberhasilan pembangunan.
Ia berharap keberadaan Jembatan Garuda dapat memperlancar aktivitas masyarakat, baik dalam bidang ekonomi, pendidikan, pelayanan sosial maupun kegiatan sehari-hari.
“Kami berharap fasilitas yang telah dibangun ini dapat dijaga dan dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh masyarakat. Mari bersama-sama merawat infrastruktur yang ada sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang,” pungkasnya.
Sementara itu, Kapolsek Talang Padang Iptu Harunur Rasyid mengatakan Polres Tanggamus mendukung pembangunan dan pemanfaatan Jembatan Garuda sebagai salah satu upaya meningkatkan akses serta mobilitas masyarakat.
“Polres Tanggamus mendukung penuh pembangunan Jembatan Garuda ini. Kami berharap keberadaan jembatan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam memperlancar mobilitas, aktivitas ekonomi, pendidikan, pelayanan kesehatan, dan kegiatan masyarakat lainnya,” kata Iptu Harunur.
Ia juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan merawat fasilitas tersebut serta menggunakannya sesuai ketentuan. “Kami juga mengimbau masyarakat untuk menjaga keamanan dan ketertiban serta bersama-sama merawat fasilitas yang telah dibangun,” pungkasnya. (*)
Kota Agung, 13 Agustus 2026
Kasi Humas Polres Tanggamus
AKP Sofyansyah, S.H.
CP: 081211639389

MCTI-TV GROUP -LUWU — Dugaan insiden antara seorang guru dan sekitar 10 siswa di salah satu MTsN di Kabupaten Luwu menjadi sorotan. Persoalan tersebut disebut berkaitan dengan dugaan tindakan fisik terhadap sejumlah siswa serta persoalan uang yang masih membutuhkan penjelasan lebih lanjut.

Informasi yang beredar pada Rabu, 12 Agustus 2026, menyebut sejumlah siswa diduga mendapat tindakan berupa tempeleng dari seorang oknum guru. Namun, kronologi lengkap, penyebab kejadian, serta kaitannya dengan persoalan uang belum terkonfirmasi secara resmi.
Pakar hukum internasional dan ekonomi, Prof. Sutan Nasomal, S.H., M.H., meminta Kantor Kementerian Agama Kabupaten Luwu bersama pihak yang membidangi pendidikan madrasah melakukan klarifikasi secara menyeluruh.

Menurut Prof Sutan Nasomal SH MH persoalan tersebut perlu dilihat dari seluruh sisi dan tidak seharusnya langsung menghasilkan kesimpulan bahwa guru bersangkutan telah bersalah.

«“Permasalahan guru dan 10 siswa di MTsN Luwu ini perlu diklarifikasi oleh Kakandepag Luwu bersama Mapenda. Jangan langsung mengambil kesimpulan bahwa guru salah. Kurang elok kalau persoalan disimpulkan hanya dari satu sisi. Bisa saja ada penyebab atau persoalan yang melatarbelakangi insiden tersebut,” ujar Prof Sutan Nasomal SH MH saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Kamis (14/8/2026).»
Pernyataan tersebut disampaikan Sutan dari kantornya di kawasan Cijantung, Jakarta.
Dugaan Kekerasan Tetap Harus Diperiksa
Prof Sutan Nasomal SH MH menegaskan, sikap berimbang bukan berarti mengabaikan dugaan tindakan terhadap siswa.
Jika hasil klarifikasi membuktikan adanya tindakan fisik yang tidak dibenarkan, menurutnya, persoalan tersebut harus ditangani sesuai ketentuan yang berlaku.
Namun sebelum sampai pada kesimpulan, seluruh pihak yang mengetahui kejadian perlu dimintai keterangan, termasuk siswa, guru, pihak sekolah, orang tua, serta pihak lain yang relevan.
«“Kalau memang ada tindakan yang tidak dibenarkan, tentu harus ditangani sesuai aturan. Tetapi sebelum sampai pada kesimpulan, penyebab, kronologi, dan kondisi yang terjadi saat insiden harus diketahui terlebih dahulu,” katanya.»
Persoalan Uang Ikut Disorot
Dalam informasi awal yang diterima, dugaan tindakan terhadap siswa juga dikaitkan dengan persoalan uang.
Namun, belum diperoleh penjelasan resmi mengenai berapa nilai uang, untuk kepentingan apa, siapa yang meminta atau menerima, serta bagaimana persoalan tersebut berkaitan dengan insiden antara guru dan siswa.
Karena itu, informasi mengenai uang tersebut masih memerlukan konfirmasi dari pihak sekolah, guru yang bersangkutan, siswa maupun orang tua.
prof Sutan Nasomal SH MH menilai bagian tersebut justru penting diklarifikasi agar publik tidak menarik kesimpulan berdasarkan informasi yang belum lengkap.
Kemenag Luwu Diminta Turun Tangan
Prof Sutan Nasomal SH MH meminta Kementerian Agama Kabupaten Luwu memberikan perhatian serius dan melakukan klarifikasi secara objektif.
Menurutnya, penyelesaian yang elegan bukan dengan saling menyalahkan, melainkan mencari akar persoalan dan memastikan seluruh pihak mendapatkan kesempatan memberikan penjelasan.
«“Yang diperlukan sekarang adalah klarifikasi yang positif, objektif dan elegan. Jangan memperkeruh keadaan dengan saling menyalahkan. Cari tahu apa yang sebenarnya terjadi,” ujarnya.»
Ia juga mengingatkan agar kepentingan dan keselamatan siswa tetap menjadi perhatian utama selama proses klarifikasi berlangsung.
Apabila ditemukan pelanggaran, pihak yang bertanggung jawab harus diproses sesuai aturan. Namun apabila terdapat konteks atau penyebab lain yang belum terungkap, fakta tersebut juga perlu disampaikan secara proporsional.
Jangan Vonis Sebelum Fakta Terang
Menurut Prof Sutan Nasomal SH MH prinsip kehati-hatian penting karena pemberitaan mengenai guru dan siswa menyangkut reputasi, hak siswa, serta lingkungan pendidikan.
Ia meminta proses klarifikasi tidak dilakukan sekadar untuk mencari siapa yang harus disalahkan, tetapi juga untuk mengetahui penyebab kejadian dan mencegah peristiwa serupa kembali terjadi.
«“Jangan langsung memvonis. Klarifikasi dulu, periksa fakta dan dengarkan semua pihak. Kalau ada kesalahan, perbaiki dan tindak sesuai aturan. Kalau ternyata ada penyebab lain, publik juga harus mengetahui konteksnya,” tegasnya.»
Hingga berita ini disusun, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak MTsN terkait maupun Kantor Kementerian Agama Kabupaten Luwu mengenai kronologi lengkap, dugaan tindakan terhadap siswa, serta persoalan uang yang disebut berkaitan dengan insiden tersebut.
Kiranya Kakandepak Kab Luwu mengupayakan memusyawarahkan permasalahan insiden guru duga aniaya siswanya disekolah MTsN Luwu ini pihak sekolah harus klarifikasi permasakahan ini dengan pengajar guru kelas tersebut”,tegas Profesor Sutan Nasomal SH MH Pakar Hukum Internasional,Ekonomi menjawab pertanyaan sejumlah pemimpin redaksi media cetak onlen dalam luar negeri dikantor nya Markas Pusat Partai Oposisi Merdeka di Bilangan Cijantung Jakarta 14/8/2026 via telpon selulernya.
Dengan demikian, dugaan tindakan terhadap sekitar 10 siswa dalam berita ini masih ditempatkan sebagai informasi awal yang memerlukan verifikasi, bukan sebagai kesimpulan bahwa guru tertentu telah terbukti melakukan kekerasan atau pelanggaran.Nara Sumber Prof Sutan Nasomal SH MH Pakar Hukum Internasional,Ekonomi.
(Adi Chintya)

MCTI-TV-GROUP-Tapanuli Tengah, Kamis 13 Agustus- Galian-C yang terletak di kelurahan Sibuluan Nauli 2 Kecamatan Pandan Kabupaten Tapanuli Tengah Provinsi Sumut Kelurahan Sibuluan Nauli Kecamatan Pandan Kabupaten Tapanuli Tengah.
Yang mana usaha Galian-C ini di kelola oleh Bapak Marisi Sihombing Hutasoit dengan pengurusan surat izinnya diurus pada tahun 2022, dan sempat gagal, kembali diurus bangkit tahun 2023, sempat Pak Marisi Sihombing Hutasoit mengeluh demi mematuhi peraturan izin atas usaha Galian-C dari Pemerintah Tapanuli Tengah dan Provinsi Sumatera Utara,teknis tambang yg dikelolanya dalam pengurusan usaha tersebut sampai terjual tanah dan rumahnya sudah digadaikan.

Usaha pak Marisi Sihombing Hutasoit tidak ada yang ditutup-tutupi karena benar adanya pengurusan surat izin dengan adanya terlaksana usaha teknis tambang /Galian-C yang dikelolanya. Pak Marisi Sihombing Hutasoit berbicara perbandingan dia dengan usaha yang sama dengannya yang masih berada sama di daerah Tapanuli Tengah tersebut.Tidak ada mempunyai izin usaha dan mengapa usaha Pak Marisi Sihombing Hutasoit saja yg diobok-obok dengan mengatakan usaha ilegal, padahal Pak Marisi Sihombing Hutasoit ada izin usaha yg dikelolanya lengkap dengan dokumen bayar pajak, bayar PAD, (Pendapatan Asli Daerah) di pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah,Pak Marisi Sihombing Hutasoit merasa tidak nyaman dengan keadaan yang menimpanya, dengan berkata mana keadilan di Negara ini.
Harapan Pak Marisi Sihombing Hutasoit dalam penegakan hukum di polres Tapanuli Tengah menyatakan bijaklah dalam menyikapi permasalahan ini,meminta dan memohon dengan berlinang air mata kepada Pak Prabowo Presiden RI , Gubernur Sumatera Utara,PANGDAM Bukti Barisan,Bupati Tapanuli Tengah :Bapak Masinton Pasaribu,dan Kapolres Tapanuli Tengah dalam masalah usaha Galian-C tersebut.
Jadi keterangan yang sangat membutuhkan sekali.Melalui interview media dengan seorang warga masyarakat yang mewakili kawan-kawan dan warga.
Lainnya,beberapa warga yg bernama Pardi Hutabarat,Rahim Panggabean,Binsar Hatorangan Panggabean, Jeckson Samosir mengatakan harapannya kepada pengusaha Galian-C CV. NAPOGOS BERKARYA JAYA kalaupun ada permintaan dari legalitas usaha ini supaya terus dilanjutkan, karena bermanfaat sekali bagi masyarakat sekitar untuk kepentingan umum bukannya untuk kepentingan pribadi saja,dalam hal ini masyarakat selama ini tanahnya gunung sekarang menjadi datar bisa lebih ber harga lagi untuk pemungkiman warga.
KAPERWIL SUMUT : Augustine Steven Sitorus,SE
Sihumas Polres Tanggamus
Press Release No: 240/VIII/HUM.6.1.1/2026/ResTgms
Cyber Tribrata Indonesia -breking news
Polsek Limau Ungkap Dugaan Penadahan Motor Hasil Curian dan Tangkap Satu Tersangka
Tanggamus – Polsek Limau Polres Tanggamus mengungkap dugaan tindak pidana penadahan sepeda motor yang berkaitan dengan kasus pencurian kendaraan bermotor di Pekon Napal, Kecamatan Kelumbayan, Kabupaten Tanggamus dengan menangkap satu tersangka.
Tersangka yang diamankan yakni inisial AC (26), petani/pekebun, warga Pekon Banjar Manis, Kecamatan Cukuh Balak, Kabupaten Tanggamus. Ia diamankan pada Kamis, 13 Agustus 2026 sekitar pukul 06.00 WIB di Pekon Banjar Manis, Kecamatan Cukuh Balak.
Selain mengamankan tersangka, dalam proses penyelidikan, tim mengamankan sepeda motor Honda Revo Type NF 11B2D1 dengan nomor polisi BE 4634 YU tahun 2011 milik korban yang diduga berkaitan dengan kasus pencurian tersebut.
Kapolsek Limau Iptu Fridy Romadhana Panca R., S.Sos., mengatakan pengungkapan dilakukan setelah personel melakukan serangkaian penyelidikan dan pengembangan berdasarkan laporan polisi terkait kehilangan sepeda motor.
“Setelah dilakukan serangkaian penyelidikan dan pengembangan, Tim berhasil mengamankan tersangka AC yang diduga melakukan penadahan sepeda motor hasil kejahatan,” kata Iptu Fridy Romadhana mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Rahmad Sujatmiko, S.I.K, M.H.
Kapolsek mengungkap, hasil pemeriksaan terhadap tersangka mengungkap bahwa AC membeli sepeda motor tersebut pada malam hari sekitar pukul 20.00 WIB di Pekon Banjar Manis. Motor ditawarkan melalui seseorang berinisial BUS yang kini berstatus DPO.
“Tersangka mengakui membeli sepeda motor tersebut dengan harga Rp1,8 juta melalui perantara saudara BUS yang saat ini masih dalam daftar pencarian orang. Motor tersebut dibawa oleh dua orang laki-laki yang tidak dikenal oleh tersangka,” jelas Fridy.
Kapolsek menjelaskan, pengungkapan tersebut berawal dari laporan polisi Nomor LP/B/15/IX/2025/SPKT/POLSEK LIMAU/POLRES TANGGAMUS/POLDA LAMPUNG tanggal 16 September 2025 atasnama Zainal (63).
Laporan tersebut berkaitan dengan dugaan pencurian sepeda motor yang terjadi pada Senin, 18 Agustus 2025 sekitar pukul 17.30 WIB di Pekon Napal, Kecamatan Kelumbayan, Kabupaten Tanggamus.
“Modus dalam perkara ini adalah tersangka membeli sepeda motor yang patut diduga merupakan hasil kejahatan. Sementara motif tersangka berdasarkan pemeriksaan awal adalah keinginan untuk memiliki sepeda motor tersebut dengan harga murah,” jelasnya.
Iptu Fridy menegaskan, hingga saat ini Polsek Limau masih melakukan pengembangan untuk mengungkap pihak lain yang diduga terlibat, termasuk keberadaan BUS yang telah ditetapkan sebagai DPO, serta menelusuri asal-usul kendaraan yang merupakan hasil tindak pidana pencurian tersebut sehingga dapat mengarah kepada terduga pelaku pencurian.
“Tersangka dan barang bukti saat ini ditahan di Polsek Limau untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut. Atas perbuatannya, tersangka dikenakan Pasal 591 KUHP Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP, dengan ancaman pidana kurungan paling lama empat tahun,” tandasnya. (*)
Kota Agung, 13 Agustus 2026
Kasi Humas Polres Tanggamus
AKP Sofyansyah, S.H.
Jakarta, Dimana mana sebahagian belahan bumi Indonesia pertanian terancam gagal panen akibat perairan yang tersendat dangkal bahkan kering kerontang selain itu perlu subsidi air kedarah daerah yang langka air oleh Pemerintah Kab Kota yang daerahnya terkena dampak akibat kemarau kekeringan air sulit diperoleh masyarakat disini Kita harapkan secepatnya Bapak Haji Prabowo Subianto mengantisipasi masyarakat Indonesia terancam kelaparan dimana mana akibat tidak bisa masak dan petani terancam penyakit busung lapar dimana mana”, ujar Profesor Sutan Nasomal SH MH Pakar Hukum, Ekonom menjawab materi pertanyaan sejumlah pemimpin Redaksi media cetak onlen dalam luar negeri dikantornya Markas Pusat Partai Oposisi Merdeka di Bilangan Cijantung Jakarta 13/8/2026 via telpon selulernya.
Gagal Panen Karena Kemarau Harus Menjadi Perhatian Negara Indonesia Serta Dampaknya Serta Dampaknya menurut Prof DR Sutan Nasomal SH,MH
Kemarau baru tiga bulan tetapi telah memberikan dampak yang luar biasa. Pertanian mengering dan banyak peternak ikan juga merugi.
Prof DR Sutan Nasomal SH,MH pemerhati pertanian meminta Pemerintah Indonesia memperhatikan nasib petani dan peternak ikan air tawar terdampak dari kemarau. Modal mereka tidak akan kembali karena gagal dalam perawatan dan tidak mungkin bisa di panen.
47% wilayah Indonesia yang mengalami kekeringan dalam pertanian dan peternakan ikan selama puluhan tahun ini harusnya sudah mendapatkan solusi dengan di siapkannya irigasi yang bisa menyuplai kebutuhan air.

Prof DR Sutan Nasomal menyayangkan Anggaran ratusan Trilyun dari Pemerintah Indonesia untuk bendungan dan pembuatan danau seharusnya berfungsi menyiapkan air. Ini tidak berdampak. Masyarakat di pedesaan Mengeluhkan kelangkaan air. Jangan di bangun bendungan dan danau yang asal jadi dan tidak ada airnya untuk kebutuhan petani dan peternak ikan selama musim kemarau. Masyarakat Pedesaan saat mendukung Program ketahanan pangan dari Prabowo Subianto Presiden RI dan ingin membuktikan pertanian dan peternakan ikan akan mampu tercipta swasembada pangan bila air tercukupi.
Keprihatinan ini masyarakat terdampak kelangkaan air sudah puluhan tahun terjadi. Prof DR Sutan Nasomal sangat yakin solusinya sudah di miliki oleh Pemerintah Indonesia bersama Presiden RI Prabowo Subianto.
Hasil laporan masyarakat akibat gagal panen dan tidak bisa mendapatkan sumber air agar program ketahanan pangan dari Presiden RI Prabowo Subianto di sebabkan oleh alih fungsi lahan.
Ratusan Ribu Sungai Perlu di Normalisasi dan di keruk baik di Sumatera, Pulau Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Kepulauan NTB dll
Pembuatan ribuan danau baru agar bisa menyerap air hujan di wilayah sering terdampak kering berkepanjangan.
Memanfaatkan sungai bawah tanah untuk menambah stok air bersih agar menopang stok air di saat kemarau panjang. Libatkan Kementrian dan TNI Polri agar kekeringan bisa di atasi.
Pembuatan Bendungan baru menjadi harapan masyarakat dan bendungan yang tidak optimal maka perlu renovasi. Hutan yang telah rusak harus kembali di tanam pohon pohon baru agar air tetap banyak di wilayah pegunungan. Ini perlu langkah seriuas karena cuaca semakin ekstrem akibat Elnino.

Harga sayur mayur kembali mahal dampak kelangkaan barang di banyak pasar. Maka kiriman dari pedesaan memang terhenti akibat gagal panen. Petani tidak mendapatkan hasil dan merugi ratusan juta dampak kemarau panjang. Teknologi menyerap air di saat kemarau harus di kembangkan dan menjadi edukasi untuk masyarakat selama ancaman Elnino ini terjadi. Dengan teknologi menyerap panas untuk bisa menjadi air maka kebutuhan air akan terbantu.
Semoga semua danau dan bendungan bisa di perbaiki untuk mampu menampung air yang dibutuhkan pertanian dan perikanan selama kemarau menurut Prof DR Sutan Nasomal SH,MH
Narasumber : Prof DR Sutan Nasomal SH,MH
Pakar Hukum Internasional, Ekonom Presiden Partai Oposisi Merdeka Jenderal Kompii Pendiri Pengasuh Ponpes ASS SAQWA PLUS Ketua Umum Perkumpulan Advokat Muda Indonesia(PAMID) Ketua Umum YPLBH Profesor Sutan Nasomal SH MH Rektor Univ STIA STIH Pronass.
(Adi Chintya)
KOTA BEKASI, MCTI-TV-GROUP // Polres Metro Bekasi Kota mengungkap 99 kasus tindak pidana dalam rangkaian penindakan terhadap peredaran obat-obatan keras dan narkotika. Dari pengungkapan tersebut, polisi menyita 35.117 butir obat keras berbagai jenis serta membongkar dua lokasi produksi ilegal tembakau sintetis.
Pengungkapan itu disampaikan Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol. Putu Kholis Aryana dalam konferensi pers di Mapolres Metro Bekasi Kota, Rabu (12/8/2026).
Kapolres mengatakan, dari total 99 kasus yang diungkap, sebanyak 20 kasus berkaitan dengan peredaran obat-obatan keras berbahaya dengan 26 orang tersangka.
“Dalam pengungkapan ini kami menyita 35.117 butir obat keras berbagai jenis, seperti tramadol, trihexyphenidyl, Hexymer, dan sejenisnya,” ujar Putu Kholis.
Menurutnya, peredaran obat keras menjadi perhatian khusus kepolisian karena aktivitas ilegal tersebut semakin masif dan mulai meresahkan masyarakat Kota Bekasi.
Berdasarkan hasil dialog dengan masyarakat, polisi menemukan pola baru dalam pemasaran obat keras. Para pelaku memanfaatkan media sosial, termasuk Facebook dan Instagram, untuk menawarkan obat secara ilegal.
“Berdasarkan hasil dialog dengan warga, peredarannya sudah sangat meresahkan. Ironisnya, para pelaku kini memanfaatkan media sosial Facebook dan Instagram untuk menawarkan secara ilegal. Transaksinya mulai dari pesan langsung hingga sistem cash on delivery atau COD,” jelasnya.
Bongkar Dua Pabrik Tembakau Sintetis
Selain mengungkap peredaran obat keras, Polres Metro Bekasi Kota juga membongkar dua lokasi produksi ilegal narkotika golongan I jenis tembakau sintetis.
Kedua lokasi tersebut berada di wilayah Pondok Gede dan Tambun Selatan.
Dalam pengungkapan itu, polisi mengamankan tiga tersangka dengan peran berbeda. Mereka diduga berperan sebagai penyedia modal, penampung rekening, hingga pengolah bahan baku.
Sindikat tersebut diketahui telah melakukan produksi sebanyak tiga kali sepanjang Juli hingga Agustus 2026.
Dari lokasi produksi, petugas menyita tembakau sintetis serta sejumlah peralatan yang digunakan dalam proses produksi.
Para tersangka dijerat dengan pasal berlapis dalam Undang-Undang Narkotika dan KUHP, dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.
“Kami akan terus kembangkan kasus ini untuk memutus mata rantai peredaran narkotika dan obat-obatan berbahaya hingga ke bandar besarnya. Jalur masuk ke Kota Bekasi dari timur, barat, maupun selatan cukup banyak,” tegas Putu Kholis.
Polisi Buka Ruang Rehabilitasi
Kapolres menegaskan, pemberantasan narkotika dan obat-obatan berbahaya tidak semata dilakukan melalui penindakan hukum.
Polres Metro Bekasi Kota juga membuka ruang rehabilitasi bagi masyarakat yang mengalami ketergantungan, terutama generasi muda.
“Kami tidak hanya melakukan penindakan, tetapi juga memberikan ruang bagi masyarakat yang ingin pulih melalui rehabilitasi,” pungkasnya.
MCTI-TV-CYBER TRIBRATA INDONESIA
PEMIMPIN UMUM
(ADI SAPUTRA SH)
Cyber Tribrata Indonesia – Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), KH. Soleh Jaelani, S.Ag., SE, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga persatuan, toleransi, dan keharmonisan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Menurutnya, keberagaman agama yang dimiliki Indonesia merupakan anugerah yang harus dirawat bersama demi terciptanya kehidupan yang aman, nyaman, kondusif, dan harmonis.FKUB merupakan wadah yang berperan sebagai jembatan komunikasi antarumat beragama, melibatkan tokoh-tokoh dari Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, Konghucu, serta unsur masyarakat lainnya. Organisasi ini memiliki tugas penting dalam menjaga kerukunan, memperkuat persatuan bangsa, dan menjadi mitra pemerintah dalam menciptakan stabilitas sosial.
Dalam menjalankan fungsinya, FKUB berperan menjaga kerukunan umat beragama melalui dialog dan komunikasi lintas agama. Selain itu, FKUB juga memberikan rekomendasi pendirian rumah ibadah sesuai Peraturan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri Nomor 9 dan Nomor 8 Tahun 2006, menjadi mediator dalam penyelesaian konflik keagamaan, memberikan pertimbangan kepada pemerintah daerah terkait kebijakan kehidupan beragama, serta melaksanakan pembinaan dan sosialisasi nilai-nilai toleransi kepada masyarakat.Terkait rekomendasi pendirian rumah ibadah, pemohon diwajibkan memenuhi persyaratan administrasi yang telah ditetapkan, di antaranya menunjukkan dukungan masyarakat sekitar dan pengguna rumah ibadah.
Persyaratan tersebut meliputi dukungan sedikitnya 90 orang pengguna rumah ibadah dan 60 orang warga setempat, yang dibuktikan melalui fotokopi KTP dan telah divalidasi oleh Kepala Desa atau Lurah serta pihak Kecamatan setempat sesuai ketentuan yang berlaku.KH. Soleh Jaelani juga menekankan pentingnya membangun komunikasi dan koordinasi dengan lingkungan sekitar sebelum pembangunan rumah ibadah dilakukan. Khusus untuk pembangunan masjid, diupayakan adanya rekomendasi atau dukungan dari pengurus masjid yang telah lebih dahulu berdiri di wilayah sekitar.

Langkah tersebut bertujuan menciptakan kebersamaan, memperkuat ukhuwah, serta menghindari potensi konflik atau kesalahpahaman di kemudian hari.”Prinsip utama FKUB adalah membangun komunikasi, musyawarah, dan kebersamaan. Dengan adanya dukungan masyarakat serta koordinasi yang baik antarumat beragama, maka suasana yang aman, nyaman, dan harmonis dapat terus terjaga,” ujar KH. Soleh Jaelani.Beliau menegaskan bahwa kerukunan tidak hanya menjadi tanggung jawab tokoh agama atau pemerintah, tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh masyarakat Indonesia.
“Ibarat satu kebun yang luas dengan tanaman bunga yang tumbuh berwarna-warni. Perbedaan warna dan jenis bunga justru menghadirkan keindahan yang menyejukkan setiap mata yang memandangnya. Begitu pula kehidupan beragama di Indonesia. Perbedaan bukan untuk dipertentangkan, melainkan untuk dirawat dalam kebersamaan, satu irama, maju bersama, serta menciptakan suasana yang nyaman, kondusif, dan harmonis,” tutur KH. Soleh Jaelani.FKUB yang beranggotakan perwakilan MUI, PGI, KWI, PHDI, WALUBI, MATKINDO, serta tokoh masyarakat, terus berkomitmen memperkuat semangat persaudaraan dan toleransi di tengah masyarakat.
Melalui berbagai program dialog lintas agama, kegiatan sosial, dan pembinaan masyarakat, FKUB diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam menjaga kerukunan umat beragama dan memperkuat keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).Dengan semangat kebersamaan yang terus dibangun, KH. Soleh Jaelani berharap Kabupaten Bekasi dapat menjadi contoh daerah yang menjunjung tinggi nilai toleransi, persaudaraan, dan kerukunan antarumat beragama demi terwujudnya masyarakat yang damai, sejahtera, dan harmonis.
(Redaksi Chintya Cyber Tribrata Indonesia)