MCTI-TV GROUP _II-Tangerang – Bantenmore.com ¦ Peserta Didik (Serdik) Sekolah Staf dan Pimpinan Menengah (Sespimmen) Polri Dikreg Ke-67 Tahun Anggaran 2026 Kelompok Latihan (Poklat) XXI menggelar Latihan Management Course (MC) Level III (Strategic Skill) di Polresta Tangerang, Polda Banten. Kamis (13/8/26)
Kegiatan latihan manajerial ini mengangkat kajian bertajuk “Optimalisasi Pengamanan Kawasan Industri Guna Mendukung Ketahanan Ekonomi Dalam Rangka Terlaksananya Pembangunan Daerah”. Melalui kajian ini, Poklat XXI menegaskan komitmen pengamanan kawasan industri dengan mengusung semangat “Industri Aman, Ekonomi Bertumbuh” sebagai fondasi utama pendukung ketahanan ekonomi wilayah.
Wilayah hukum Polresta Tangerang memiliki posisi yang sangat strategis seluas 641,4 km² yang mencakup 19 kecamatan dengan jumlah penduduk lebih dari 2,06 juta jiwa. Sebagai simpul penghubung DKI Jakarta, Banten, dan Sumatra, kawasan ini menjadi pusat pertumbuhan industri skala besar, menengah, hingga kecil.
Dalam kegiatan ini, para Serdik melaksanakan diagnosis organisasi melalui Organization Health Audit (OHA) untuk mengevaluasi kesiapan internal Polresta Tangerang, mulai dari fungsi Bag Ops, Satintelkam, Satsamapta, Satbinmas, Satreskrim, Satlantas, hingga Polsek jajaran. Selain itu, analisis Environmental Scanning (ES) berbasis PESTEL dilakukan dengan merangkul Pemerintah Daerah, pengelola kawasan industri, pelaku usaha, serikat pekerja, dan masyarakat guna memetakan potensi gangguan Kamtibmas serta dinamika hubungan industrial.
Hasil kajian manajerial dari Latihan MC Level III ini diserahkan sebagai masukan dan rekomendasi strategis bagi pimpinan Polresta Tangerang. Melalui kolaborasi terpadu antara kepolisian, pemerintah daerah, dan pelaku usaha, terciptanya iklim “Industri Aman, Ekonomi Bertumbuh” diharapkan dapat menjaga kelancaran produksi dan investasi, memperkuat ketahanan ekonomi, serta menjamin keberlanjutan pembangunan di Kabupaten Tangerang.
Sumber: media Bantennews
Cybertribrataindonesia
(ADI CHINTYA)

MCTI-TV -GROUP_BANTEN-mendukung pemulihan wilayah terdampak bencana di Pulau Sumatera. Dari jumlah tersebut, enam di antaranya merupakan Jembatan Bailey, yakni empat unit di Provinsi Aceh dan dua unit di Provinsi Sumatera Barat. Pembangunan tersebut ditujukan untuk memulihkan akses masyarakat, memperlancar mobilitas, serta menghubungkan kembali wilayah yang terdampak bencana.

MCTI-TV ,GROUP _BANTEN-IIPeresmian secara khusus dipusatkan di Jembatan Desa Bayah Barat, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Banten. Jembatan tersebut menghubungkan Desa Bayah Barat dengan Desa Darmasari dan memberikan manfaat langsung bagi sekitar 8.000 jiwa.
Dalam kegiatan tersebut, Polri juga memberikan sejumlah bantuan kepada masyarakat, di antaranya 7.500 paket sembako, 1.000 paket tas pelajar, 140 buah kacamata gratis, layanan SIM gratis, serta bakti kesehatan.
Kapolri menegaskan, pembangunan infrastruktur tersebut merupakan bagian dari komitmen Polri untuk terus hadir dan membersamai masyarakat, khususnya dalam menjawab kebutuhan dasar dan membuka akses bagi masyarakat di berbagai wilayah.
“Sesuai dengan arahan Bapak Presiden, kita harus terus bersama-sama berada di tengah-tengah rakyat, serta memahami dan mengerti apa yang menjadi masalah di masyarakat,” ujar Kapolri.
Kapolri juga menyampaikan apresiasi atas kehadiran Presiden Prabowo Subianto yang memberikan semangat kepada seluruh personel TNI-Polri untuk terus memperkuat sinergi dalam mendukung pembangunan nasional.
Menutup sambutannya, Kapolri menyatakan Polri akan terus berkomitmen menjalankan arahan Presiden agar institusi kepolisian senantiasa dekat dengan masyarakat.
“Polri kita lahir dari rakyat dan harus selalu menjadi polisi rakyat. Semoga amanah dan pesan dari Bapak betul-betul bisa kita laksanakan dan kita bisa memberikan pengabdian terbaik agar terciptanya Polri untuk masyarakat,” pungkas Kapolri.
(ADI CHINTYA AJIE PALUPI SH MH)
mendukung pemulihan wilayah terdampak bencana di Pulau Sumatera. Dari jumlah tersebut, enam di antaranya merupakan Jembatan Bailey, yakni empat unit di Provinsi Aceh dan dua unit di Provinsi Sumatera Barat. Pembangunan tersebut ditujukan untuk memulihkan akses masyarakat, memperlancar mobilitas, serta menghubungkan kembali wilayah yang terdampak bencana.
MCTI-TV ,GROUP _BANTEN-IIPeresmian secara khusus dipusatkan di Jembatan Desa Bayah Barat, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Banten. Jembatan tersebut menghubungkan Desa Bayah Barat dengan Desa Darmasari dan memberikan manfaat langsung bagi sekitar 8.000 jiwa.

Dalam kegiatan tersebut, Polri juga memberikan sejumlah bantuan kepada masyarakat, di antaranya 7.500 paket sembako, 1.000 paket tas pelajar, 140 buah kacamata gratis, layanan SIM gratis, serta bakti kesehatan.
Kapolri menegaskan, pembangunan infrastruktur tersebut merupakan bagian dari komitmen Polri untuk terus hadir dan membersamai masyarakat, khususnya dalam menjawab kebutuhan dasar dan membuka akses bagi masyarakat di berbagai wilayah.
“Sesuai dengan arahan Bapak Presiden, kita harus terus bersama-sama berada di tengah-tengah rakyat, serta memahami dan mengerti apa yang menjadi masalah di masyarakat,” ujar Kapolri.
Kapolri juga menyampaikan apresiasi atas kehadiran Presiden Prabowo Subianto yang memberikan semangat kepada seluruh personel TNI-Polri untuk terus memperkuat sinergi dalam mendukung pembangunan nasional.
Menutup sambutannya, Kapolri menyatakan Polri akan terus berkomitmen menjalankan arahan Presiden agar institusi kepolisian senantiasa dekat dengan masyarakat.
“Polri kita lahir dari rakyat dan harus selalu menjadi polisi rakyat. Semoga amanah dan pesan dari Bapak betul-betul bisa kita laksanakan dan kita bisa memberikan pengabdian terbaik agar terciptanya Polri untuk masyarakat,” pungkas Kapolri.
(ADI CHINTYA AJIE PALUPI SH MH)
MEDAN //
Sekretariat Bersama Forum Advokasi Hukum dan Media Indonesia (SEKBER FAHMI) mengapresiasi langkah cepat dan tegas Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Utara dalam mengungkap sejumlah jaringan peredaran narkotika melalui Operasi Saber Bersinar 2026.
Dalam pengungkapan tersebut, BNNP Sumut mengamankan tujuh orang yang telah disebut sebagai tersangka, dengan barang bukti berupa sabu, vape getar, serta ganja dengan total sekitar 92 kilogram, Kamis.(13/8/26)
Langkah tersebut dinilai menjadi sinyal kuat bahwa pemberantasan peredaran narkotika di Sumatera Utara tidak boleh berhenti pada penangkapan, tetapi harus dilanjutkan dengan pengembangan jaringan hingga ke pihak yang memasok, mengendalikan, maupun menerima barang haram tersebut.

Kepala BNN Sumut Brigjen Pol Tatar Nugroho, didampingi Kombes Pol M. Fadris Sangun Ratu Lana, S.I.K., M.Si., sebelumnya menyampaikan sejumlah hasil pengungkapan kasus narkotika yang dilakukan jajaran BNNP Sumut beberapa saat yang lalu.
Kasus pertama diungkap pada 27 Juli 2026. Petugas memperoleh informasi mengenai dugaan pengiriman sabu oleh seseorang berinisial JW. Setelah dilakukan penangkapan dan penggeledahan terhadap sepeda motor yang digunakan, petugas menemukan dua bungkus sabu di dalam kantong berwarna biru.
Selanjutnya, pada 30 Juli 2026, BNNP Sumut kembali mengungkap dugaan peredaran narkotika jenis vape getar. Berawal dari informasi masyarakat, petugas mengamankan seorang berinisial T di kawasan Jalan KH Wahid Hasyim dengan barang bukti lima bungkus vape getar.
Pengembangan kasus kemudian dilakukan dan petugas menemukan tambahan barang bukti sebanyak 261 bungkus vape getar yang disebut disimpan di sejumlah lokasi di kawasan Kota Medan dan Deli Serdang. Dalam perkara tersebut, empat orang berinisial T, J, S, dan A disebut telah ditetapkan sebagai tersangka.
Pada hari yang sama, BNNP Sumut juga menggagalkan dugaan penyelundupan ganja dari Gayo, Aceh, menuju Medan.
Berdasarkan informasi intelijen, petugas mengidentifikasi kendaraan yang diduga membawa ganja di kawasan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang. Dalam penyergapan, ditemukan tiga karung ganja dengan berat total sekitar 92 kilogram dan diamankan seorang berinisial J.
Pengembangan berikutnya membawa petugas ke kawasan Durin Tonggal, Kabupaten Deli Serdang, hingga mengamankan seorang yang disebut sebagai calon penerima berinisial SS alias U.
FAHMI: Jangan Ada Ruang Bagi Gembong Narkoba!
Ketua Umum SEKBER FAHMI, Yasa’aro Telaumbanua, S.E., S.H., M.Kn., M.H., beserta Jajarannya menyampaikan apresiasi terhadap kinerja BNNP Sumut ungkap kasus ini.
Menurutnya, pengungkapan tersebut patut mendapat dukungan publik karena peredaran narkotika merupakan persoalan serius yang dapat merusak generasi muda sekaligus mengancam keamanan masyarakat.
“Kami mengapresiasi langkah cepat BNNP Sumut dalam mengungkap perkara-perkara narkotika tersebut. Namun, penangkapan jangan berhenti pada pelaku di lapangan. Jika berdasarkan alat bukti dan hasil penyidikan memang ditemukan keterlibatan jaringan yang lebih besar, maka harus dikembangkan sampai ke pemasok, pengendali, maupun pihak-pihak lain yang terlibat untuk mencoba mengurus kasus ini,” tegas Yasa’aro.
Ia juga meminta aparat penegak hukum tidak memberikan ruang bagi jaringan narkotika untuk kembali beroperasi.
Namun demikian, FAHMI menegaskan bahwa proses hukum tetap harus berjalan berdasarkan alat bukti, ketentuan perundang-undangan, dan asas praduga tak bersalah.
“Jangan ada intervensi dan jangan ada permainan dalam penanganan perkara. Jika bukti-buktinya kuat dan unsur pidananya terpenuhi, proses hukum harus dilanjutkan secara tegas sesuai ketentuan. Jangan sampai masyarakat bertanya-tanya mengapa seseorang yang telah diamankan justru kemudian tidak jelas kelanjutan perkaranya,” ujarnya lagi.
Jangan Terjebak Informasi yang Belum Terverifikasi
Yasa’aro juga menghimbau masyarakat agar tidak mudah percaya maupun ikut menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi terkait penanganan tujuh tersangka tersebut, termasuk isu yang menyebut adanya kemungkinan para tersangka akan diurus atau dilepaskan.
Menurutnya, informasi semacam itu harus terlebih dahulu dikonfirmasi kepada pihak yang berwenang agar tidak berkembang menjadi opini publik yang menyesatkan.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk menunggu keterangan resmi dari BNNP Sumut. Jangan sampai informasi yang belum terverifikasi justru mengganggu proses penyidikan. Tetapi di sisi lain, transparansi juga penting agar publik mengetahui perkembangan perkara secara objektif,” katanya.
FAHMI menilai perang terhadap narkoba bukan semata-mata tugas BNN dan aparat penegak hukum. Masyarakat, organisasi kemasyarakatan, insan pers, lembaga bantuan hukum, tokoh masyarakat, serta seluruh elemen sosial memiliki tanggung jawab untuk ikut mempersempit ruang gerak jaringan narkotika.
Karena itu, FAHMI mendorong BNNP Sumut terus melakukan pengembangan terhadap setiap perkara yang telah diungkap. Bila ditemukan indikasi keterlibatan jaringan yang lebih luas, publik berharap proses penegakan hukum tidak berhenti pada pelaku lapangan.
“Tangkap jika terbukti, proses secara profesional, dan ungkap jaringannya sampai tuntas. Jangan ada ruang bagi pengedar Gembong Narkoba untuk kembali beraksi,” tegas Yasa’aro.
SEKBER FAHMI menyatakan akan terus mengawal perkembangan perkara tersebut dari sisi kepentingan publik, dengan tetap menghormati proses hukum dan asas praduga tak bersalah.(Red/Tim)
FAHMI — Bersinergi Untuk Keadilan.
GOWA — Upaya pelestarian sejarah dan kebudayaan Sulawesi Selatan kembali mencatatkan langkah konkret melalui peluncuran buku Lontara’ Bilang Gowa Tallo’ yang digelar di Warkop Mannangkasi, Mawang, Kabupaten Gowa, Rabu (12/8/26) malam.
Buku Lontara’ Bilang Gowa Tallo’ merupakan hasil alih aksara dari naskah kuno bernomor registrasi VT 25. Karya ini hadir untuk menyajikan kembali kandungan naskah klasik Lontara ke dalam format yang lebih mudah dibaca, dipahami, dan dipelajari oleh masyarakat luas tanpa mengurangi nilai sejarah di dalamnya.
Dalam kegiatan peluncuran tersebut, Putra Mahkota Kesultanan Gowa, A. Muhammad Imam (Patimatarang), hadir didampingi Punggawa Kunjung Mae untuk memaparkan sejarah, nilai-nilai budaya, hingga urgensi penyelamatan naskah kuno.
“Naskah Lontara bukan sekadar peninggalan tertulis, melainkan sumber pengetahuan yang merekam perjalanan sejarah, nilai-nilai, serta identitas masyarakat Gowa dan Sulawesi Selatan,” ujar A. Muhammad Imam dalam pemaparannya.
Proses alih aksara naskah VT 25 ini disusun oleh tim pengalih aksara yang terdiri dari A. Muhammad Imam (Patimatarang/Putra Mahkota), Ashari Gunawan, Andi Muh. Nur Fajrin, dan Renaldi. Program alih aksara hingga penerbitan buku ini mendapat dukungan serta pendanaan penuh dari Balai Pelestarian Kebudayaan sebagai bagian dari komitmen pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatan warisan budaya bangsa.

Peluncuran buku ini diharapkan mampu memperkuat literasi sejarah lokal dan membuka akses pengetahuan yang lebih luas bagi generasi muda untuk mengenal warisan intelektual leluhur.

Melalui semangat “Inai A’Gau, Inai Ni Bilang”, kehadiran buku ini menjadi pemantik untuk terus menelusuri sejarah, memahami identitas, dan menjaga warisan tradisi tetap hidup bagi masa depan.
((Robby.R))
MCTI-TV _GROUP BEKASI – Polsek Setu Polres Metro Bekasi terus memperkuat langkah pencegahan kenakalan remaja dan penyalahgunaan narkoba melalui kegiatan Police Go To School. Edukasi tersebut digelar di SMA Negeri 2 Setu, Kampung Sadang, Desa Ragemanunggal, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, Selasa (14/7/2026).
Kapolsek Setu AKP Usep Aramsyah, SH, MH, bersama jajaran memberikan penyuluhan kepada para siswa mengenai bahaya narkoba, kenakalan remaja, tawuran pelajar, bullying, serta pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Dalam arahannya, AKP Usep mengajak para pelajar menyambut HUT Kemerdekaan RI ke-81 dengan kegiatan yang positif dan tertib. Para siswa juga diingatkan agar tidak mudah terpengaruh ajakan provokatif yang dapat mengganggu situasi kamtibmas.
Kapolsek turut menekankan pentingnya bijak bermedia sosial. Para pelajar diminta tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi serta tidak menyebarkan hoaks, ujaran kebencian maupun konten provokatif.
“Gunakan media sosial untuk hal-hal yang positif, edukatif dan bermanfaat. Jangan sampai media sosial menjadi sarana untuk menyebarkan informasi yang dapat memicu konflik,” demikian pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.

Selain materi kamtibmas, para siswa juga memperoleh informasi mengenai kesempatan dan proses penerimaan anggota Polri.
Pelajar yang memiliki cita-cita menjadi anggota Polri diimbau mempersiapkan diri sejak dini, baik dari sisi akademik, kesehatan, jasmani, mental maupun administrasi.
Sementara itu, Kanit Binmas Polsek Setu Iptu Budiawan menyampaikan pentingnya kedisiplinan dan pencegahan bullying di lingkungan sekolah.
Para siswa diajak untuk saling menghormati, menghargai perbedaan serta berani melaporkan apabila mengetahui adanya tindakan perundungan.
Terkait potensi tawuran pelajar, kepolisian mengingatkan siswa agar tidak mudah terprovokasi, baik melalui media sosial maupun lingkungan pergaulan.
Jika mengetahui adanya rencana tawuran, siswa diminta segera melaporkannya kepada pihak sekolah, orang tua atau kepolisian.
Kegiatan yang turut dihadiri Kepala SMA Negeri 2 Setu Hj. Kurniawati, S.Pd., M.Pd., dewan guru dan para siswa tersebut merupakan bagian dari upaya membangun komunikasi antara kepolisian dan dunia pendidikan.
Melalui Police Go To School dan program Jaga Bekasi On The Spot, Polsek Setu berharap para pelajar mampu menjadi generasi muda yang disiplin, berprestasi, menjauhi narkoba dan kekerasan, serta turut menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Kecamatan Setu.
(ADI CHINTYA)

MCTI-TV Bekasi — Suasana penuh kebersamaan terlihat dalam acara tawasulan yang digelar pada malam Kamis di kediaman Paslon Rulrah Iing Solihin, wilayah Ciledug, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi.
Acara tersebut berlangsung meriah dan dihadiri oleh para jemaah serta sejumlah tokoh masyarakat dari wilayah Ciledug, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi.
Kegiatan tawasulan menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi dan kebersamaan antara masyarakat, para tokoh, serta seluruh jemaah yang hadir. Suasana berlangsung khidmat dan penuh kekeluargaan.
Kehadiran para tokoh masyarakat dan jemaah dalam kegiatan tersebut menunjukkan kuatnya semangat kebersamaan serta kepedulian masyarakat Ciledug dalam menjaga silaturahmi dan kerukunan di lingkungan sekitar.
MCTI-TV Bekasi — Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi.
(Cang Memet)
MCTI-TV _Medan Sumut, Prof Sutan Nasomal SH MH Ketua Umum Perkumpulan Advokat Muda Indonesia (PAMID) mengucapkan selamat kepada Erfin Fahrurrazi sebagai Pj Sekda Pemkot Medan Sumatera Utara.
Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas resmi melantik Erfin Fahrurrazi sebagai Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Medan. Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan berlangsung di Ruang Rapat III Kantor Wali Kota Medan, Selasa (11/8/2026).
Erfin dipercaya mengisi posisi strategis di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Medan setelah Sekda sebelumnya, Wiriya Alrahman, memasuki masa purnabakti.
“”Kita tidak hanya memintanya dengan cepat. Meminta cepat itu terkadang yang membahayakan adalah bisa melanggar aturan-aturan. Maka dari itu harus terukur, jelas, dan terinci dengan baik,” kata Wali Kota Medan.
Pendekatan humanis, kata Rico, tetap diperlukan dalam membina para pejabat dan aparatur di lingkungan Pemko Medan. Pun demikian, Rico Waas tetap meminta agar tegas terhadap segala pelanggaran wewenang jabatan.
Erfin Fahrurrazi diangkat sebagai Pj Sekda Medan berdasarkan Keputusan Wali Kota Medan Nomor 800.1.3.3/1304.K tanggal 10 Agustus 2026.
Sebelum dipercaya menduduki posisi tersebut, Erfin menjabat sebagai Inspektur Kota Medan sejak September 2025.
Ia sebelumnya merupakan birokrat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai, yang dikenal dengan julukan Tanah Bertuah, Negeri Beradat.
Selama berkarier di Serdang Bedagai, Erfin pernah menjabat sebagai Camat Tebing Syahbandar.
Ia juga pernah menduduki sejumlah jabatan struktural di Sekretariat Daerah dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, serta menjabat sebagai Sekretaris Inspektorat.
Karier Erfin kemudian berlanjut di Pemko Medan setelah mengikuti seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama untuk posisi Inspektur Kota Medan.
Dalam seleksi tersebut, Erfin meraih peringkat pertama. Ia kemudian dilantik sebagai Inspektur Kota Medan oleh Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas pada 10 September 2025. (Redaksi/Prof Dr Sutan Nasomal ).
(Adi Chintya)

MCTI- GROUP -Lagi-lagi praktik pungutan liar dan pemerasan terjadi yang meresahkan masyarakat.Masyarakat yang mengirim barang melalui Kapal Laut Wira Ono Niha tujuan Telukdalam dipalak dan diwajibkan membayar jasa bongkar muat sebesar Rp50.000.
Pemalakan dilakukan oleh oknum yang mengaku sebagai Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) dan oknum pegawai KPLP berinisial P.S. Kepada setiap orang yang hendak berangkat ke Telukdalam, mereka tetap menagih uang Rp50.000 untuk jasa bongkar-muat, ada atau tidak ada jasa TKBM yang digunakan.

Jika tidak dibayar, barang titipan yang dikirim melalui Kapal Wira Ono Niha wajib dikeluarkan. Padahal ongkos kirim melalui kapal tersebut sudah dibayar sebesar Rp60.000 untuk dua buah ban mobil.
Sungguh ironis tanpa pandang bulu,masyarakat dipalak uang jasa bongkar-muat Rp50.000 per orang yang menitipkan barang.Korban hanya mengirim dua buah ban mobil ke Telukdalam.Karena tidak mau membayar jasa bongkar muat yang mengaku-aku dari Tenaga Kerja Bongkar-Muat (TKBM),barang titipan berupa ban mobil dua buah tersebut benar-benar dikeluarkan dari bagasi kapal.
Kuat dugaan kebiasaan ini sudah berlangsung lama pungli atau pemerasan. Masyarakat dan penumpang tidak berani menghentikan praktik pungli/pemerasan di gerbang kapal yang dilakukan oleh oknum pegawai KPLP berinisial P.S beserta rekan-rekannya dari TKBM.
Indonesia sudah merdeka menjelang 17 Agustus 2026, Indonesia akan memperingati 81 tahun kemerdekaan RI.Namun hak-hak masyarakat/penumpang yang mengirim barang titipan melalui Kapal Laut Wira Ono Niha masih terasa dijajah oleh sesama warga negara Indonesia.
Jika dikaji lebih dalam dengan pernyataan Bapak Presiden Prabowo saat pelantikan di Gedung MPR RI tentang Indonesia yang akan sejahtera dan makmur di masa kepemimpinannya, faktanya 99% masyarakat warga negara Indonesia masih berada di bawah garis kemiskinan tetap ada saja PUNGLI/PEMERASAAN .
Korban pemerasan ini terjadi pada tanggal 27 Juli 2026 sekitar pukul 18.00 WIB. Korban adalah Bapak Firdaus Nduru, S.H., yang berprofesi sebagai pengacara/Lawyer karena tidak terima dengan perlakuan tersebut dan merasa diperas, ditambah bahasa dari oknum TKBM yang menimbulkan rasa takut, korban kemudian melapor ke Polres Sibolga.
Laporan tersebut tercatat dengan STPL LP/B/121/VII/2026/SPKT/POLRES SIBOLGA/POLDA SUMATERA UTARA tertanggal 28 Juli 2026, dengan dugaan tindak pidana pemerasan.Kejadian di Pelabuhan Lama, Jalan Balam, Kelurahan Aek Manis, Kecamatan Sibolga Selatan, Kota Sibolga, Provinsi Sumatera Utara.
Korban menduga pemerasan dilakukan oleh oknum pegawai KPLP berinisial P.S dan rekan-rekannya yang mengatasnamakan TKBM (Tenaga Kerja Bongkar Muat).
Masyarakat meminta dan mendesak Polres Sibolga agar mengusut tuntas dan menangkap para oknum yang dilaporkan sebagai terlapor.Proses hukum harus ditegakkan seadil-adilnya sesuai Pancasila sila ke-5: Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.
Pelapor atas nama Firdaus Nduru, S.H., melalui kuasa hukumnya dari Kantor Hukum LO-SR: Sanggam M. Tambunan, S.H., Andri S.T.P. Purba, S.H., Astika Magdalena Simamora, S.H., dan Deniel, S.H., meminta kepada penegak hukum yaitu Polres Sibolga agar kasus ini diusut tuntas dan segera dilakukan penangkapan terhadap oknum-oknum yang terlapor.
Masyarakat juga mendesak Polri, khususnya Polres Sibolga,segera melakukan penangkapan terhadap oknum pegawai KPLP berinisial P.S dan kawan-kawannya dari TKBM. Tujuannya agar masyarakat tidak resah dan gelisah saat pulang ke Telukdalam melalui Kapal Wira Ono Niha.Masyarakat ingin sampai di tujuan dengan tenang, tanpa dibebani pungutan liar/pemerasan lagi.
Hingga saat ini pihak oknum tidak menunjukkan bukti resmi atau peraturan yang mengatur adanya jasa bongkar muat tersebut.
Masyarakat juga meminta agar DPRD Sibolga menjembatani permasalahan yang menimpa korban dan umumnya para penumpang setiap keberangkatan Kapal Laut Wira Ono Niha.
Penulis KAPERWIL SUMUT: Augustine Steven Sitorus,SE
Sibolga, 12 Agustus 2026.
Jakarta, 12 Agustus 2026 – Cyber Tribrata Indonesia terus melakukan inovasi dengan menghadirkan produk parfum berkualitas yang dirancang untuk memberikan kesan elegan, percaya diri, dan berkarakter bagi para penggunanya. Produk parfum ini menjadi salah satu langkah perusahaan dalam mengembangkan lini usaha yang mengedepankan kualitas dan kepuasan pelanggan.
Parfum Cyber Tribrata Indonesia hadir dengan kemasan eksklusif dan aroma yang tahan lama, cocok digunakan dalam berbagai aktivitas, baik untuk kebutuhan kerja, acara formal, maupun kegiatan sehari-hari. Dengan perpaduan aroma pilihan, produk ini diharapkan mampu menjadi pilihan masyarakat yang menginginkan parfum berkualitas dengan harga yang terjangkau.
Pimpinan Umum Cyber Tribrata Indonesia, Adi Saputra, SH, menyampaikan bahwa peluncuran parfum ini merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam menghadirkan produk yang tidak hanya berkualitas, tetapi juga mampu bersaing di pasar nasional.
“Kami ingin menghadirkan parfum yang memiliki karakter kuat, elegan, dan mampu meningkatkan rasa percaya diri penggunanya. Cyber Tribrata Indonesia akan terus berinovasi untuk memberikan produk terbaik bagi masyarakat Indonesia,” ujarnya.
Selain fokus pada kualitas produk, Cyber Tribrata Indonesia juga membuka peluang kerja sama dan kemitraan bagi masyarakat yang ingin bergabung dalam pengembangan serta pemasaran produk parfum tersebut. Langkah ini diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi sekaligus memperluas jaringan usaha perusahaan di berbagai daerah.
Masyarakat yang ingin mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai produk parfum Cyber Tribrata Indonesia dapat mengunjungi website resmi perusahaan di www.cybertribrataindonesia.com atau menghubungi layanan pelanggan yang tersedia.
Dengan hadirnya parfum Cyber Tribrata Indonesia, perusahaan optimistis dapat memberikan warna baru dalam industri parfum nasional serta menjadi salah satu produk kebanggaan karya anak bangsa yang berkualitas dan berdaya saing tinggi.
Redaksi Chintya